Catatan Kelam HUT ke-78 Bhayangkara: KontraS Mencatat 641 Kekerasan Polisi, Reformasi Bagaikan Mimpi!

- Jurnalis

Selasa, 2 Juli 2024 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASi - Perlengkapan polisi anti huru hara diletakkan di tanah saat aksi protes masyarakat terhadap hasil pemilihan presiden baru-baru ini di Jakarta, 22 April 2024. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

ILUSTRASi - Perlengkapan polisi anti huru hara diletakkan di tanah saat aksi protes masyarakat terhadap hasil pemilihan presiden baru-baru ini di Jakarta, 22 April 2024. (Yasuyoshi CHIBA / AFP)

1TULAH.COM-Peringatan Hari Bhayangkara 1 Juli 2024 ternoda dengan laporan kelam dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Lembaga ini mengungkap 641 peristiwa kekerasan yang melibatkan polisi sepanjang tahun terakhir, menandakan reformasi yang masih jauh dari kata berhasil.

“Fakta ini menunjukkan bahwa kultur kekerasan masih mengakar kuat dalam tubuh Polri,” tegas Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya Saputra. “Reformasi yang selama ini digaungkan bagaikan mimpi.”

Korban Berjatuhan, Impunitas Merajalela

Dari 641 peristiwa, 754 orang mengalami luka-luka dan 38 lainnya kehilangan nyawa. KontraS juga mendokumentasikan 35 kasus pembunuhan di luar hukum yang menewaskan 37 orang.

Tindakan brutal ini tak hanya fisik, tetapi juga meliputi pelanggaran HAM seperti penangkapan sewenang-wenang, pembubaran paksa, intimidasi, kriminalisasi, dan kekerasan seksual.

Baca Juga :  KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Ironisnya, pelanggaran ini seringkali luput dari jerat hukum. “Hukuman yang setimpal jarang diberikan,” kata Dimas. “Dalam 26 tahun terakhir, tak ada mekanisme untuk menghadirkan efek jera.”

Kasus Salah Tangkap dan Kekerasan Berlapis

Salah satu contoh mengerikan adalah kasus Muhammad Fikri. Dituduh begal oleh Polsek Tambelang dan Polres Bekasi pada 2021, Fikri mengalami penyiksaan fisik dan verbal selama dalam tahanan.

“Anak saya disundut, ditendang, oleh polisi yang tak punya rasa perikemanusiaan,” ungkap sang ayah, Rusin, dalam jumpa pers KontraS.

Pelanggaran Konvensi Internasional dan UU Terindikasi

Pengajar hukum Universitas Bina Nusantara, Ahmad Sofyan, menilai temuan KontraS menunjukkan pelanggaran terhadap tiga konvensi internasional: anti penyiksaan, hak-hak sipil dan kebebasan politik, serta hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.

Pelanggaran hukum nasional juga terjadi, seperti UU ITE, UU Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, UU Narkotika, dan UU Pertambangan.

Baca Juga :  Diduga Langgar Etik, 3 Hakim Peradilan Militer Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilaporkan ke MA

“Banyak kasus di tingkat penyidikan yang jelas melanggar KUHAP, namun pengadilan mendapat tekanan dari oknum polisi,” ujar Sofyan.

Polri Belum Beri Tanggapan

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Sandi Nugroho, belum memberikan tanggapan atas laporan KontraS. Namun, dalam peringatan Hari Bhayangkara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmen Polri untuk membuka ruang kritik dan saran.

“Polri tidak anti kritik,” kata Listyo. “Kami mohon maaf jika dalam pelaksanaan tugas masih banyak kekurangan.”

Masyarakat masih menanti tindakan nyata dari Kapolri. Bukankah pengakuan dan permintaan maaf tak cukup? Haruskah 641 kasus kekerasan dan puluhan nyawa melayang sia-sia demi “perubahan” Polri?. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading
KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi
KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap
Terjebak Kepuasan Instan: Sisi Gelap Paylater dan Tekanan Tren Medsos bagi Gen Z
Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi
Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali
KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap
Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:48 WIB

Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:46 WIB

KPK Periksa Para Pejabat Pemkab Tulungagung Terkait Dugaan Korupsi

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:23 WIB

KPK Segera Jadwalkan Pemeriksaan Pengusaha Rokok M Suryo Kasus Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:18 WIB

Resmi Jadi Anggota KONI, ORADO Mura Siap Cetak Prestasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:01 WIB

Polisi Bongkar Kasus Peredaran 2,3 Kg Sabu di Denpasar Bali

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:59 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Dugaan Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:07 WIB

Mengintip Deretan Mobil Mewah Harvey Moeis di BPA Fair Kejagung, Siap Dilelang?

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:59 WIB

DPRD Kalteng Minta Program Gerakan Pangan Murah Tidak Sekadar Seremonial

Berita Terbaru