Tajeri Minta Pj Bupati Turun Tangan Atasi Mahalnya Elpiji Bersubsidi 3 kg di Barito Utara

- Jurnalis

Kamis, 18 April 2024 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Barito Utara, Tajeri meminta Pemkab tertibkan bangunan liar di Bantaran Sungai Bengaris, Minggu (12/05/2024).Foto.dok.1tulah.com

Anggota DPRD Barito Utara, Tajeri meminta Pemkab tertibkan bangunan liar di Bantaran Sungai Bengaris, Minggu (12/05/2024).Foto.dok.1tulah.com

1TULAH.COM, Muara Teweh-Anggota DPRD Barito Utara, H Tajeri meminta Pj Bupati turun tangan mengatasi sulitnya warga mendapatkan elpiji bersubsidi 3 kg di pangkalan dan mahalnya harga jual yang kini tembus harga Rp40.000 hingga Rp50.000 per tabung.

“Harga jual elpiji bersubsidi 3 kg sudah tidak wajar. Masa elpiji bersubsidi 3 Kg harganya mencapai 50 ribu per tabung. Pj Bupati harus turun tangan dalam menyikapi keluh kesah masyarakat,” kata Tajeri, Kamis 18 April 2024.

Dikatakannya, HET yang ditetapkan dan diterbitkan pemerintah daerah harus diberlakukan. Jika Pemkab tidak bisa menerapkannya hapus saja HET itu. Apalagi masalah elpiji ini sudah berlangsung lama, dan belum tuntas.

“HET nya sudah ditentukan harus ditertibkan, atau kalau memang tidak mampu menertibkan batalkan saja HET tersebut. Jangan sampai HET dipandang sebelah mata oleh para pelaku usaha.  Harganya mencapai 50 ribu per tabung,” kata Tajeri.

Menurjt dia, mereka bersuara karena kewajiban kami sebagai wakil rakyat memperjuangkan hak rakyat yang semestinya menikmati elpiiji bersubsidi 3 Kg.

Baca Juga :  Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri

Faktanya di Barito Utara terbalik 100 derajat. Apakah pemerintah daerah dalam hal ini sudah ada SATGAS khusus penanganan Elpiji 3 Kg sudah tidak ada lagi atau bubar?

“Saya sebagai wakil rakyat merasa miris dengan kejadian ini, begitu lama dan seakan- akan dibiarkan begitu saja, peristiwa ini sudah lama berlangsung di Barito Utara. Alih-alih ada perubahan sebaliknya kondisi di lapangan lebih parah,” ungkapnya.

Tajeri meminta pemerintah daerah dan dinas terkair belajar ke kabupaten dan provinsi tetangga Banjarmasin, Kalsel. dari dulu sampai sekarang elpiji nersubsidi 3 Kg di jual hanya 20 ribu per tabung. Silahkan cros cek oleh dinas terkait biar jelas
Semoga hati nurani para pemimpin daerah terbuka lebar untuk masalah elpiji bersubsisi 3 Kg.

“Kita wakil rakyat  tunggu realisasinya, dan terima kepada kepada Masyarakat yang menitipkan amanah kepada saya, mohon maaf atas kekurangan saya sebagai wakil rakyat belum sepenuhnya mampu mengurai benang kusut permasalahan elpiji bersubsidi,” tutupnya melalui sambungan telpon.

Baca Juga :  TP PKK Barut Bersama Disdalduk KB dan P3A Gelar Edukasi Gizi untuk Atasi Stunting

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, Dewi Handayani mengatakan, pemerintah terus mengambil langkah kebijakan agar elpiji bersubsidi 3 kg mudah di dapat warga, sekaligus bisa menekan harga tinggi di kios-kios eceran. Sudah ada pertunjuk dari pimpinan untuk melakukan sosialisasi sampai penertiban ke depannya.

“Sosialisasi kepada pedagang kios eceran akan kami lakukan mulai besok. Kegiatan awalnya memberi pemahaman kepada kios-kios eceran terkait bisa tidaknya menjual elpiji bersubsidi 3 kg. Regulasi yang ada penjualan hanya di pangkalan resmi yang di tunjuk pertamina. Memang membatu keberadaan kios menjual elpiji, tetapi kalau harganya mahal ini menjadi persoalan dan keluhan,” kata Dewi Handayani kepada media ini, Rabu 17 April 2024.(*)

 

 

Penulis : Deni Hariadi

Editor : Adi

Berita Terkait

Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim
Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!
Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!
Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin
Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terungkap oleh Bareskrim Polri
Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim
Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?
Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:43 WIB

Anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir Kawal Aspirasi Infrastruktur hingga Pertanian di Kotim

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:40 WIB

Rupiah Hari Ini Rp17.597, Pengamat Ramamal Pekan Depan Bisa Tembus Rp17.930!

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:28 WIB

Oknum Kasatnarkoba Polres Kukar Ditangkap Terkait Liquid Narkoba, Kapolda Kaltim: Tidak Ada Toleransi!

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:11 WIB

Sindir Stabilitas Rupiah, Prabowo Lempar Candaan ke Titiek Soeharto hingga Absen Ketum Kadin

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:59 WIB

Kasus Dugaan Narkoba di B Fashion Hotel Jakarta Diungkap Bareskrim

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:36 WIB

Kontradiksi Film Pesta Babi! Pemerintah Pusat Izinkan, Aparat di Daerah Malah Bubarkan?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:07 WIB

Kelakar Presiden Prabowo di Nganjuk: Senggol Jumhur Hidayat yang Sering Masuk Penjara Kini Jadi Menteri

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:58 WIB

Diduga Hina Program MBG dan Terima Suap, Dua ASN Kementerian PU di Luar Negeri Dipulangkan

Berita Terbaru