Menurut Dokter Jantung, Ini Penyebab Meninggal Mendadak saat Tidur

- Jurnalis

Sabtu, 13 April 2024 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tidur. (Foto: freepik)

Ilustrasi tidur. (Foto: freepik)

1TULAH.COM – Tidur adalah kebutuhan esensial bagi manusia untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuhnya. Walaupun begitu, terdapat insiden dimana seseorang meninggal saat sedang tertidur, yang menimbulkan keingintahuan luas tentang penyebabnya. Salah satu faktor yang sering disebut adalah henti jantung.

Henti jantung terjadi saat aktivitas di jantung meningkat secara signifikan, menyebabkan jantung tidak lagi memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat, dan sering terjadi di malam hari atau dini hari.

Menurut penjelasan dari spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. Sunu Budhi Raharjo, henti jantung sering terjadi pada malam dan dini hari karena hubungannya dengan gangguan saraf otonom dan simpatik parasimpatis, yang berkaitan dengan gangguan saraf. Meskipun demikian, alasan pasti mengapa hal ini lebih sering terjadi di malam hari masih belum sepenuhnya dipahami.

Baca Juga :  Tren "One Outfit, Multiple Activity": Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Sistem saraf otonom merupakan bagian penting dari sistem saraf yang mengatur fungsi-fungsi otomatis tubuh yang sangat vital untuk kelangsungan hidup. Sistem ini bekerja tanpa kesadaran dan dikendalikan oleh otak baik saat seseorang sedang terjaga maupun saat sedang tidur.

Sistem saraf otonom terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu sistem saraf simpatik dan parasimpatis. Sistem saraf simpatik bertanggung jawab untuk meningkatkan detak jantung dan merangsang otot-otot tubuh untuk merespons stres atau ancaman dengan cepat. Di sisi lain, sistem saraf parasimpatis berperan dalam menurunkan detak jantung dan merelaksasi otot-otot tubuh.

Baca Juga :  Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Gangguan pada kedua sistem saraf ini dapat berdampak pada irama jantung, yang pada akhirnya bisa menyebabkan henti jantung. Selain henti jantung, beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan kematian saat tidur meliputi gagal jantung, serangan jantung, aritmia, stroke, henti pernapasan, trauma, tersedak, dan epilepsi.

Semua ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman dan penanganan terhadap kesehatan jantung dan gangguan tidur untuk mencegah risiko kematian yang tak terduga saat sedang tidur.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Berita Terbaru