Fakta Menarik Dibalik Ikan Buntal yang Dikenal Mematikan

- Jurnalis

Minggu, 10 Maret 2024 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan oleh berita tragis yang merenggut tiga nyawa akibat mengonsumsi ikan buntal di Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Mengapa ikan buntal menjadi begitu berbahaya? Mari kita eksplorasi bersama di sini!

Anatomi dan Sifat Beracun

Saat membicarakan ikan buntal, yang biasanya terbayang adalah gambaran ikan lucu yang dapat membesar seperti balon ketika terancam. Meskipun penampilannya yang menggemaskan, ikan ini memiliki sifat beracun yang patut diperhatikan.

Mengapa Ikan Buntal Mematikan?

Ikan buntal dikenal karena kemampuannya untuk membesar saat merasa terancam. Ketika terpojok atau dalam keadaan stres, tubuhnya akan membesar dengan cepat dan melepaskan duri-duri tajam yang tersebar di seluruh tubuhnya. Duri-duri ini mengandung racun tetrodotoksin yang mematikan.

Kengerian Racun Tetrodotoksin

Tetrodotoksin adalah neurotoksin yang mempengaruhi sistem saraf, menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian pada manusia. Bahkan dalam jumlah kecil, tetrodotoksin dapat menyebabkan dampak serius seperti kelumpuhan otot dan masalah pernapasan. Saat ini, belum ada penawar yang efektif untuk racun ini, sehingga pengobatan hanya bisa dilakukan melalui pendekatan medis yang agresif dan pencegahan terhadap racun yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga :  Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Fakta Menarik tentang Ikan Buntal

1. Ikan dalam Budaya Populer: Meskipun terkenal karena racunnya yang mematikan, ikan buntal tetap menjadi bagian penting dalam budaya populer, terutama di Asia. Di Jepang, hidangan fugu yang dibuat dari ikan buntal dianggap sebagai sebuah kebanggaan kuliner, meskipun memerlukan koki yang berani dan penikmat makanan yang berani.

2. Lebih dari 100 Spesies Ikan Buntal: Ada lebih dari 100 spesies ikan buntal yang tersebar di perairan air asin dan beberapa di air tawar di seluruh dunia.

Baca Juga :  Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

3. Racun Tidak Hilang dengan Memasak: Racun tetradotoksin pada ikan buntal tidak hilang meskipun dimasak atau dibekukan. Jika tidak diproses dengan hati-hati, racun ini dapat tersebar dan diserap oleh daging ikan, mengancam keselamatan konsumen.

Gejala keracunan ikan buntal dapat bervariasi mulai dari mati rasa di sekitar mulut, mual, muntah, sakit perut, gangguan pencernaan, hingga kelumpuhan, kesulitan bernapas, dan bahkan kematian. Dalam kasus yang parah, racun ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung, penurunan tekanan darah, dan hilangnya kesadaran. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari mengonsumsi ikan buntal kecuali jika diproses dengan hati-hati oleh ahli yang terlatih.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Kerusakan Jalan Nasional di Katingan Hulu Segera Ditangani, Arton S. Dohong: Solusi Disepakati Lewat Audiensi
Putus Rantai Mahar Politik, KPK Usul Sediakan Batas Jabatan Ketua Umum Partai
Polda Riau Amankan 39 Tersangka Penyelewengan Puluhan Ton BBM Subsidi
Fundamental Ekonomi Kokoh, BI Optimis Rupiah Tetap Resilien Melawan Gejolak Geopolitik
Hati-hati! Ini 9 Saham Sultan dengan Kepemilikan Terpusat Versi Bursa Efek Indonesia
Pesan Mendalam Apristini Arton di Hari Kartini 2026 untuk Perempuan Kalimantan Tengah
Polri Ungkap Peran Tersangka pada Kasus Impor Ilegal Ponsel Asal China
UKW di Muara Teweh Ditutup Pendaftarannya, Peserta Membludak
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:14 WIB

Kerusakan Jalan Nasional di Katingan Hulu Segera Ditangani, Arton S. Dohong: Solusi Disepakati Lewat Audiensi

Kamis, 23 April 2026 - 16:03 WIB

Putus Rantai Mahar Politik, KPK Usul Sediakan Batas Jabatan Ketua Umum Partai

Kamis, 23 April 2026 - 09:48 WIB

Fundamental Ekonomi Kokoh, BI Optimis Rupiah Tetap Resilien Melawan Gejolak Geopolitik

Kamis, 23 April 2026 - 09:39 WIB

Hati-hati! Ini 9 Saham Sultan dengan Kepemilikan Terpusat Versi Bursa Efek Indonesia

Rabu, 22 April 2026 - 16:35 WIB

Pesan Mendalam Apristini Arton di Hari Kartini 2026 untuk Perempuan Kalimantan Tengah

Rabu, 22 April 2026 - 15:17 WIB

Polri Ungkap Peran Tersangka pada Kasus Impor Ilegal Ponsel Asal China

Rabu, 22 April 2026 - 15:16 WIB

UKW di Muara Teweh Ditutup Pendaftarannya, Peserta Membludak

Rabu, 22 April 2026 - 14:37 WIB

KPK Sita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Soal Kasus Bea Cukai

Berita Terbaru