Sering Pemadaman Bergilir, DPRD Kalteng Desak Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang. (Istimewa)

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang. (Istimewa)

1TULAH.COM-Masalah krisis kelistrikan yang ditandai dengan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) masih terus dikeluhkan oleh masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng menyarankan agar pemerintah daerah segera memperkuat pengembangan sumber energi alternatif berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Salah satu solusi konkret yang dinilai sangat layak dan potensial untuk diterapkan di Bumi Tambun Bungai adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Asdy Narang, mengungkapkan bahwa pemanfaatan energi surya dapat menjadi solusi jangka panjang yang efektif. Selain mampu memperluas akses kelistrikan hingga ke penjuru daerah, PLTS juga dapat mengurangi ketergantungan wilayah terhadap satu sumber pasokan energi konvensional saja.

“Keberadaan PLTS sangat penting untuk menjangkau kawasan yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses jaringan listrik. Pemanfaatan energi terbarukan mampu mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah pelosok,” ujar Asdy Narang, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga :  Gara-gara Ucapan 'Terima Kasih Adikku Sayang', Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal

Dampak Pemadaman Listrik Terhadap Ekonomi dan Pelayanan Publik

Asdy menilai fenomena pemadaman listrik yang belakangan ini kerap terjadi membuktikan bahwa Kalteng sangat membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih andal dan kokoh.

Gangguan pasokan listrik yang tidak menentu terbukti membawa dampak domino negatif yang merugikan masyarakat luas, di antaranya:

  • Aktivitas Rumah Tangga: Terganggunya kenyamanan dan rutinitas harian warga.

  • Pelayanan Publik: Menghambat efisiensi pelayanan di kantor-kantor pemerintahan dan fasilitas umum.

  • Sektor Pendidikan: Mengganggu kegiatan belajar mengajar, terutama yang berbasis digital.

  • Roda Perekonomian: Menurunkan produktivitas pelaku UMKM dan sektor industri lokal yang bergantung pada daya listrik.

PLTS Sebagai Solusi Elektrifikasi Daerah Terpencil

Menurut politisi muda ini, program elektrifikasi yang dijalankan oleh pemerintah bersama PT PLN (Persero) harus berjalan beriringan dengan pemanfaatan potensi alam lokal. Karakteristik wilayah Kalteng yang luas dengan banyak desa terpencil membuat PLTS menjadi opsi paling rasional untuk memotong jalur distribusi yang sulit dijangkau jaringan konvensional.

“Karena itu, program elektrifikasi harus terus diperluas dan diperkuat agar masyarakat memiliki akses listrik yang lebih merata,” tegasnya.

Baca Juga :  Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral

Bukan Menggantikan PLN, Melainkan Memperkuat Ketahanan Energi

Lebih lanjut, Asdy mengklarifikasi bahwa dorongan untuk mengembangkan PLTS bukan bertujuan untuk menghentikan atau menggantikan peran jaringan listrik utama dari PLN. Sebaliknya, PLTS diposisikan sebagai sistem back-up atau pelengkap (komplementer) demi menjaga ketahanan energi daerah.

Dengan adanya diversifikasi atau keberagaman sumber energi, daerah terpencil maupun kawasan yang rawan gangguan operasional tidak perlu lagi lumpuh total saat jalur utama PLN mengalami kendala teknis.

“Dengan sistem yang lebih beragam, risiko terganggunya aktivitas masyarakat akibat pemadaman jadi dapat diminimalkan,” tambah Asdy.

Di akhir penyataannya, Komisi IV DPRD Kalteng ini berharap agar Pemerintah Provinsi, PLN, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) berkolaborasi mempercepat transisi energi hijau di Kalteng. Target utamanya adalah mewujudkan Kalteng Terang, di mana seluruh warga tanpa terkecuali dapat menikmati hak akses energi secara adil dan merata. (Ingkit)

Berita Terkait

Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan
Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C
Pemkab Barito Utara Ajukan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 di Rapat Paripurna I DPRD
Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa
Pemkab Murung Raya Dukung Semangat Pembangunan di Hari Jadi Barito Utara
Harganas ke-33: DPRD Kalteng Tekankan Peran Strategis Keluarga Bentuk Karakter dan Kepedulian Lingkungan
Fenomena Gelar Budaya Elite Politik, Sosiolog: Alat Dongkrak Karisma dan Citra
Mengenal Oligarki dan Cara Kerjanya
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:46 WIB

Piala Dunia 2026: Maroko Depak Belanda, Jalanan Amsterdam dan Utrecht Diwarnai Kerusuhan

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:38 WIB

Eropa Membara! Gelombang Panas Ekstrem Tewaskan 1.300 Orang, Suhu Jerman Pecah Rekor 41,7°C

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:26 WIB

Pemkab Barito Utara Ajukan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 di Rapat Paripurna I DPRD

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:26 WIB

Legislator Kalteng Ingatkan Program Koperasi Merah Putih Jangan Korbankan Pembangunan Fisik Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:00 WIB

Sering Pemadaman Bergilir, DPRD Kalteng Desak Pemerintah Genjot Pembangunan PLTS

Selasa, 30 Juni 2026 - 04:08 WIB

Harganas ke-33: DPRD Kalteng Tekankan Peran Strategis Keluarga Bentuk Karakter dan Kepedulian Lingkungan

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:38 WIB

Fenomena Gelar Budaya Elite Politik, Sosiolog: Alat Dongkrak Karisma dan Citra

Senin, 29 Juni 2026 - 16:44 WIB

Mengenal Oligarki dan Cara Kerjanya

Berita Terbaru