Gempa M 7,7 Laut Sulawesi: BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami di 5 Provinsi, Wilayah Kaltim Siaga!

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tsunami (Pexels/Štpán Galle)

Ilustrasi tsunami (Pexels/Štpán Galle)

1TULAH.COM-Ancaman gelombang besar tsunami kini mengintai kawasan pesisir Indonesia tengah dan timur setelah gempa tektonik hebat melanda wilayah utara. Penyelamatan jiwa secara mandiri menjadi fokus utama demi menghindari potensi risiko fatal di zona terdampak.

Langkah evakuasi darurat harus segera diambil menyusul keputusan otoritas meteorologi memutakhirkan status bahaya di sepanjang garis pantai. Lima provinsi kini diposisikan dalam status amanat Siaga dan Waspada yang membutuhkan tindakan cepat penduduk setempat.

Pusat pemantauan mendeteksi guncangan bersumber dari laut dalam yang berbatasan langsung dengan teritorial Filipina. Karakteristik patahan tersebut dinilai cukup aktif untuk memindahkan volume air laut dalam waktu singkat.

“BMKG telah mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, termasuk Kalimantan Timur,” kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers yang diikuti secara virtual di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Daftar Wilayah Status Siaga dan Waspada Tsunami

Penetapan tingkat bahaya dibagi menjadi dua kategori guna mempermudah prioritas pengamanan di lapangan. Sejumlah pusat kota dan kabupaten strategis diinstruksikan untuk segera mengosongkan kawasan perimeter pantai secepatnya.

Baca Juga :  Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Berikut adalah pembagian zona wilayah berdasarkan pemutakhiran data BMKG:

1. Zona Status Siaga (Evakuasi Segera)

Masyarakat di wilayah ini diminta untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi:

  • Manado

  • Minahasa Utara

  • Minahasa Selatan

  • Buol

  • Kepulauan Sangihe

  • Gorontalo

  • Kepulauan Sitaro

  • Kepulauan Minahasa

  • Toli-Toli

  • Kota Palu

  • Donggala

  • Kota Ternate

  • Kota Bitung

2. Zona Status Waspada (Jauhi Pantai)

Masyarakat di wilayah berikut diimbau untuk menjauhi area pantai dan sungai, serta menghentikan segala aktivitas di pesisir:

  • Kota Tidore

  • Bulungan

  • Nunukan

  • Halmahera

  • Kota Tarakan

  • Halmahera Utara

  • Kutai Timur

  • Kota Bontang

  • Kabupaten Berau

Panduan Prosedur Keselamatan BMKG

Prosedur keselamatan yang diterapkan berbeda secara signifikan tergantung dari level kerawanan yang sudah dipetakan petugas. Ketepatan waktu dalam merespons instruksi ini menjadi kunci utama keberhasilan mitigasi bencana alam berskala besar.

“Rekomendasi bagi daerah dengan status ancaman Siaga agar masyarakat segera menjauhi pantai menuju tempat aman yang lebih tinggi. Untuk status ancaman Waspada, diharapkan menjauhi pantai dan tidak melakukan aktivitas di pinggiran pantai maupun tepian sungai,” ujar Teuku Faisal Fathani.

Baca Juga :  9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Kronologi Gempa M 7,7 dan Potensi Gempa Susulan

Bencana ini dipicu oleh aktivitas tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang kawasan Laut Sulawesi pada Senin pagi pukul 06.37 WIB. Titik koordinat pusat gempa terlacak berada di kedalaman 47 kilometer pada sektor barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.

Sinyal bahaya masih terus menyala seiring dengan kondisi geologis di bawah laut yang belum sepenuhnya kembali stabil. Getaran-getaran sekunder terdeteksi masih terus terjadi pasca-guncangan utama yang melanda pagi tadi.

Sebagai informasi, sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) milik BMKG mencatat situasi krisis belum berakhir sepenuhnya hingga pukul 07.11 WIB. Dua kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dilaporkan kembali muncul dengan magnitudo yang relatif besar, yakni masing-masing menyentuh angka 6,7 dan 5,9 magnitudo.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta terus memantau perkembangan informasi resmi dari kanal BMKG, BNPB, dan pihak berwenang setempat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Berita Terbaru