DPRD Kalteng Minta Pemerintah Pusat Tertibkan Tonase Angkutan PBS di Jalan Nasional

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Purdiono. Foto:Dok./1tulah.com

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Purdiono. Foto:Dok./1tulah.com

1TULAH.COM-Kerusakan parah yang menerpa sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng)—khususnya kawasan Muara Teweh dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito—memantik keprihatinan mendalam dari kalangan legislatif. Kondisi memprihatinkan yang memaksa warga sekitar berswadaya hingga patungan (urunan) untuk menambal jalan rusak dinilai sebagai tamparan keras bagi pemerintah.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Purdiono, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur jalan nasional di Kalteng membutuhkan tindakan nyata dan intervensi menyeluruh dari Pemerintah Pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Kondisi Jalan Nasional DAS Barito Sudah Tidak Layak

Fenomena masyarakat yang merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki fasilitas publik menjadi bukti nyata mendesaknya perbaikan infrastruktur di daerah. Menurut Purdiono, titik kerusakan tidak hanya terfokus pada satu lokasi, melainkan tersebar di berbagai koridor strategis.

“Tentu itu menjadi keprihatinan kita semua. Tidak hanya di Muara Teweh, sebenarnya jalan-jalan nasional di DAS Barito ini banyak yang sudah tidak layak,” ujar Purdiono saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang Komisi DPRD Kalteng, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Ia menambahkan, masalah mendasar jalan nasional saat ini bukan sekadar lubang di badan jalan, melainkan ketidakseimbangan antara kapasitas jalan dan peningkatan volume kendaraan yang melintas setiap hari. Kualitas serta lebar jalan dinilai stagnan sehingga tidak lagi mampu menampung arus lalu lintas yang kian padat.

Soroti Angkutan PBS Sebagai Pemicu Utama Kerusakan Jalan

Selain masalah kapasitas, Purdiono menyoroti secara tajam faktor pemicu utama cepatnya kerusakan jalan publik. Hal ini diduga kuat akibat tingginya mobilitas angkutan berat milik Perusahaan Besar Swasta (PBS), terutama yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

Sektor Usaha Dampak terhadap Jalan Umum Potensi Kerugian Masyarakat
Pertambangan Kendaraan muatan berat melampaui tonase (overload). Kerusakan struktur jalan mendalam & rawan kecelakaan.
Perkebunan Sawit Intensitas melintas yang tinggi secara kontinu. Badan jalan berlubang, berdebu, dan licin saat hujan.

Apabila angkutan korporasi dibiarkan bebas bermanuver tanpa pembatasan tonase yang ketat, masyarakat umum yang harus menanggung dampaknya, mulai dari terganggunya mobilitas harian hingga risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Desak Regulasi dan Pengawasan Tegas dari Pusat

Guna mengatasi permasalahan yang berulang ini, Komisi I DPRD Kalteng mendesak Pemerintah Pusat untuk turun tangan secara langsung dengan menerbitkan aturan dan pengawasan yang lebih tegas mengenai penggunaan jalan umum oleh angkutan industri.

Beberapa langkah yang didesak oleh DPRD Kalteng meliputi:

  1. Peningkatan Kapasitas & Pelebaran Jalan: BPJN diharapkan segera melakukan perbaikan permanen serta pelebaran ruas jalan nasional di kawasan DAS Barito.

  2. Pembatasan Tonase Angkutan: Pengetatan aturan muatan sumbu terberat bagi truk operasional PBS.

  3. Tanggung Jawab Korporasi: Memastikan PBS yang memanfaatkan jalan nasional ikut bertanggung jawab atas pemeliharaan dan perbaikan jika terjadi kerusakan.

“Kalau memang jalan tersebut dilewati oleh kendaraan PBS, kita berharap ada aturan yang tegas dari pusat. Jangan sampai mereka melalui jalan itu, tapi tidak bertanggung jawab jika terjadi kerusakan. Ujung-ujungnya kan masyarakat umum yang dirugikan,” pungkas Purdiono. (Ingkit)

Berita Terkait

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Reses Tajeri di Sei Rahayu II, Warga Sampaikan Keluhan Infrastruktur, Kesehatan, dan Pertanian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Berita Terbaru