Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

helikopter PK-CFX jatuh di hutan Sadakau Kalimantan Barat, kamis (16/4/2026).

helikopter PK-CFX jatuh di hutan Sadakau Kalimantan Barat, kamis (16/4/2026).

1TULAH.COM-Tragedi jatuhnya helikopter Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX di wilayah Sekadau, Kalimantan Barat, menyisakan duka mendalam.

Fokus utama kini tertuju pada rentang waktu krusial selama 11 jam, sejak helikopter tersebut dinyatakan hilang kontak hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau.

Rentang waktu ini dianggap sebagai kunci penting dalam proses investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut yang menewaskan seluruh penumpang tersebut.

Kronologi Penerbangan Terakhir PK-CFX

Berdasarkan data yang dihimpun, helikopter PK-CFX memulai perjalanannya pada pagi hari yang tampak normal. Berikut adalah rincian perjalanannya:

  • Pukul 07.34 WIB: Helikopter lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota Abadi di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi.

  • Tujuan: Helipad PT Graha Agro Nusantara I di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

  • Manifest: Mengangkut delapan orang, termasuk pilot dan penumpang.

Pada awal penerbangan, tidak ada laporan mengenai kendala teknis maupun cuaca buruk. Namun, komunikasi terputus secara tiba-tiba tanpa sempat mengirimkan sinyal darurat (emergency signal) atau pesan terakhir.

Baca Juga :  Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Pencarian Dramatis di Medan Ekstrem

Segera setelah status dinyatakan hilang kontak, tim gabungan dari Basarnas, TNI, dan Polri dikerahkan ke titik koordinat terakhir komunikasi yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Medan yang dihadapi tim penyelamat tidaklah mudah. Hutan lebat Kalimantan dan topografi perbukitan yang terjal menjadi kendala utama. Lokasi kejadian perkara (LKP) hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama kurang lebih 1 jam 30 menit dari Desa Tapang.

Setelah pencarian intensif selama berjam-jam, titik terang baru muncul pada malam hari.

“Pada pukul 18.50 WIB, tim gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter. Dari hasil temuan di lokasi, seluruh penumpang dinyatakan meninggal dunia,” ungkap Kapolda Kalimantan Barat.

Analisis 11 Jam: Fase Krusial Investigasi

Rentang waktu 11 jam (07.34 WIB – 18.50 WIB) menjadi bagian paling penting dalam proses investigasi oleh pihak berwenang. Para ahli penerbangan akan memfokuskan analisis pada beberapa aspek berikut:

  1. Analisis Kondisi Sebelum Kecelakaan: Membaca data cuaca dan kondisi mesin pada jam-jam awal setelah lepas landas.

  2. Ketiadaan Sinyal Darurat: Mengapa perangkat Emergency Locator Transmitter (ELT) atau pilot tidak sempat mengirimkan sinyal bahaya?

  3. Rekonstruksi Kejadian: Menentukan perkiraan waktu tepatnya benturan terjadi untuk mengetahui apakah helikopter sempat mengalami gangguan teknis di udara atau faktor eksternal lainnya.

Baca Juga :  Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Evakuasi di Tengah Medan Terjal

Operasi evakuasi korban berlangsung di bawah tekanan medan ekstrem. Seluruh jenazah berhasil dievakuasi setelah tim berjuang menembus hutan yang rapat dan cuaca yang tidak menentu. Tragedi ini menjadi catatan kelam bagi dunia penerbangan di Kalimantan Barat, mengingat rute tersebut sering digunakan untuk kepentingan operasional perkebunan.

Kini, puing-puing PK-CFX di perbukitan Sekadau menjadi saksi bisu perjalanan terakhir yang tak pernah sampai ke tujuan. Publik menanti hasil investigasi KNKT untuk memberikan kejelasan atas peristiwa memilukan ini. (Sumber:Suara.com)

Informasi Detail Helikopter:

Detail Keterangan
Jenis Pesawat Airbus H-130
Nomor Registrasi PK-CFX
Lokasi Jatuh Kawasan Perbukitan, Kecamatan Nanga Taman, Sekadau
Jumlah Korban 8 Orang (Meninggal Dunia)
Waktu Penemuan Pukul 18.50 WIB

Berita Terkait

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN
Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten
Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini
Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Berita Terbaru