DPRD Kalteng Desak Perbaikan Jalan Nasional DAS Barito: Ruas Muara Teweh-Puruk Cahu Rusak Parah

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sirajul Rahman. Foto:Dok/1tulah.com

Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sirajul Rahman. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Kondisi infrastruktur jalan nasional di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Kalimantan Tengah (Kalteng), kini tengah menjadi sorotan tajam.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalteng, Sirajul Rahman, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan pemerintah pusat untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh.

Kerusakan yang terjadi dinilai sudah masuk dalam kategori parah dan sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas.

Titik Kerusakan Tersebar di Empat Kabupaten

Sirajul Rahman, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PKS Kalteng ini mengungkapkan bahwa kerusakan jalan negara tersebut mencakup wilayah Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, hingga Murung Raya.

Selain kondisi permukaan jalan yang hancur, ia menyoroti dimensi jalan yang relatif sempit sehingga menyulitkan arus lalu lintas logistik dan kendaraan pribadi.

“Mulai dari Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, hingga Murung Raya itu jalan negara. Relatif sempit dan rusak, banyak masalah. Terutama dari Muara Teweh ke Murung Raya itu rusak jalannya,” ujar Sirajul kepada awak media, Selasa (8/4/2026).

Baca Juga :  Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Km 52 Muara Teweh-Puruk Cahu Jadi Titik Terparah

Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kerusakan paling krusial berada di ruas Kilometer 52 menuju Puruk Cahu. Anggota DPRD dari Dapil IV ini menegaskan bahwa kawasan tersebut sangat memperihatinkan dan menjadi titik rawan kecelakaan.

Tak hanya soal aspal, kondisi jembatan juga mulai mengkhawatirkan. Salah satunya adalah Jembatan di wilayah Bitan yang dilaporkan sudah mulai mengalami kerusakan struktural.

“Jembatan di Bitan itu sudah mulai rusak, bahkan tergenang air (berair). Ini harus segera mendapat penanganan sebelum kerusakan semakin meluas,” imbuhnya.

Kelanjutan Jalan Sungai Hanyu-Puruk Cahu Terbengkalai

Selain perbaikan ruas yang sudah ada, Sirajul juga menyinggung soal kelanjutan pembangunan jalan nasional pada ruas Sungai Hanyu menuju Puruk Cahu yang hingga kini belum menunjukkan progres signifikan.

Baca Juga :  Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Ia menyayangkan jika aset negara yang sudah mulai dibangun justru terbengkalai tanpa tindak lanjut pembangunan yang tuntas.

“Harapannya kepada Balai Jalan dan pemerintah pusat untuk memperhatikan jalan itu. Ini aset kita, kalau sudah dibangun tapi terbengkalai kan sayang,” ucap Sirajul Rahman.

Desak Penganggaran Prioritas di Tahun 2026-2027

Meskipun menyadari adanya kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, Komisi IV DPRD Kalteng tetap mendorong agar infrastruktur jalan di DAS Barito menjadi prioritas utama. Sirajul berharap penganggaran dapat segera dikucurkan, baik pada sisa tahun anggaran 2026 maupun pada tahun 2027 mendatang.

“Kita berharap mulai tahun ini dan tahun depan itu dipikirkan untuk menganggarkannya, agar pembangunan bisa ditindaklanjuti sampai selesai,” pungkasnya. (Ingkit)

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru