Keracunan Makan Bergizi Gratis di Duren Sawit: BGN Tutup Permanen Dapur SPPG Pondok Kelapa 2

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan keterangan di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

1TULAH.COM-Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Selain menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada orang tua dan siswa, BGN berkomitmen menanggung seluruh biaya pengobatan para korban hingga pulih total.

Sanksi Tegas: Operasional Dapur Dihentikan Total

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan upaya preventif, BGN resmi membekukan izin operasional SPPG Pondok Kelapa 2. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa hasil investigasi awal menunjukkan adanya pelanggaran standar fasilitas.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan. Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegas Nanik dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga :  Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun "Singa Podium" Meninggal Dunia

Kronologi Insiden: 60 Siswa Jadi Korban

Petaka ini mulai terendus pada Kamis (2/4/2026) sore setelah pihak sekolah melaporkan adanya siswa yang mengalami gangguan kesehatan. Skala insiden meluas pada Jumat (3/4/2026) dengan rincian sebagai berikut:

  • Gejala: Mual, diare, dan sakit perut hebat.

  • Jumlah Korban: Awalnya 36 siswa, kini melonjak menjadi 60 orang.

  • Menu yang Dikonsumsi: Spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, dan buah stroberi.

Hingga saat ini, seluruh korban dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka berangsur membaik.

Analisis Penyebab: Jeda Waktu Masak dan Konsumsi

Berdasarkan investigasi sementara, BGN menduga kuat bahwa pemicu keracunan adalah penurunan kualitas kesegaran makanan. Terdapat jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak di pagi hari hingga waktu konsumsi oleh para siswa.

Kondisi ini disinyalir membuat makanan terkontaminasi bakteri atau mengalami kerusakan nutrisi yang memicu gangguan pencernaan massal. Faktor infrastruktur dapur yang tidak ideal di SPPG Pondok Kelapa 2 turut memperburuk risiko higienitas pangan.

Baca Juga :  MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Evaluasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Insiden di Duren Sawit ini menjadi alarm keras bagi pelaksanaan program strategis nasional MBG. BGN menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi besar-besaran untuk memperketat pengawasan di seluruh titik SPPG di Indonesia.

Langkah Perbaikan BGN ke Depan:

  1. Audit Fasilitas: Melakukan pengecekan ulang terhadap tata letak dapur dan sistem pembuangan limbah (IPAL) di seluruh SPPG.

  2. Pengetatan SOP: Memperpendek window time (jeda waktu) antara matangnya makanan hingga sampai ke tangan siswa.

  3. Sertifikasi Higienitas: Memastikan seluruh petugas dapur memiliki standar keamanan pangan yang tersertifikasi.

“Ke depannya, BGN menjamin akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) dan pengawasan guna memastikan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga bagi seluruh anak bangsa,” pungkas Nanik.

Jika anak Anda mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi paket MBG, segera hubungi pihak sekolah atau fasilitas kesehatan terdekat. BGN menjamin seluruh biaya perawatan akan ditanggung sepenuhnya oleh negara. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terbaru