Tantangan Terbuka IRGC untuk Donald Trump: Selat Hormuz Akan Jadi Medan Perang Mematikan bagi Pasukan AS

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selat Hormuz (science.nasa.gov)

Selat Hormuz (science.nasa.gov)

1TULAH.COM-Situasi geopolitik di Timur Tengah kian membara. Garda Revolusi Iran (IRGC) secara terbuka melontarkan tantangan keras kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait rencana pengerahan Angkatan Laut AS di Selat Hormuz.

Melalui pernyataan resmi pada Jumat (6/3/2026), Teheran menanggapi ambisi Washington yang ingin mengawal tanker minyak di jalur maritim paling vital di dunia tersebut. Juru bicara IRGC, Alimohammad Naini, menyatakan pihaknya “menyambut” kehadiran armada AS, namun dengan nada peringatan yang mematikan.

Peringatan Sejarah: Bayang-bayang Insiden Bridgeton

Naini memperingatkan Amerika Serikat agar tidak gegabah dan meminta mereka meninjau kembali catatan sejarah kegagalan militer AS di kawasan tersebut. Ia merujuk pada insiden Bridgeton tahun 1987, di mana supertanker AS hancur terkena ranjau.

“Kami merekomendasikan agar orang-orang Amerika mengingat kembali api yang melalap Bridgeton dan kapal-kapal yang menjadi target akhir-akhir ini,” tegas Naini dikutip via Al Jazeera.

Sejak serangan gabungan AS dan Israel ke Iran dimulai pada akhir Februari 2026, setidaknya sembilan kapal telah menjadi sasaran serangan di sekitar perairan strategis tersebut.

Baca Juga :  Selamat, Pecatur Muda Murung Raya Raih Juara 3 Nasional

Status Selat Hormuz: Tidak Ditutup, Tapi Berbahaya

Meskipun lalu lintas kapal menurun drastis, militer Iran mengklarifikasi bahwa mereka tidak melakukan penutupan rute secara formal. Penurunan trafik murni disebabkan oleh risiko keamanan tinggi akibat perang yang sedang berlangsung.

Berikut adalah poin utama kebijakan maritim Iran saat ini:

  • Tanggung Jawab Keamanan: Iran tidak menghalangi kapal melintas, namun keamanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik kapal.

  • Target Militer Utama: Iran secara tegas akan menargetkan setiap kapal milik Amerika Serikat atau “entitas Zionis” (Israel) yang mencoba menerobos Selat Hormuz.

  • Instruksi Keamanan: IRGC telah mengeluarkan imbauan agar kapal komersial menghindari wilayah tersebut demi keselamatan.

Update Penerbangan Qatar: Fokus Evakuasi dan Logistik

Kabar terbaru dari Otoritas Penerbangan Sipil Qatar menyebutkan adanya pembukaan sebagian navigasi udara. Namun, otoritas menekankan bahwa situasi belum kembali normal.

Baca Juga :  Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Fase pembukaan ini hanya diperuntukkan bagi:

  1. Penerbangan Evakuasi: Memulangkan penumpang yang terjebak di zona konflik.

  2. Penerbangan Kargo: Menjamin ketersediaan layanan esensial dan logistik di kawasan Teluk.

  3. Penerbangan Rutin: Jadwal rutin dari dan menuju Doha tetap ditangguhkan hingga pengumuman lebih lanjut.

Mobilisasi USS Gerald Ford: Instrumen Agresif Donald Trump

Di pihak lawan, militer Amerika Serikat terus memobilisasi aset tempur terbesarnya. Kapal induk USS Gerald Ford, kapal perang terbesar di dunia, dilaporkan telah berpindah posisi dari Mediterania Timur menuju Laut Merah melalui Terusan Suez.

USS Gerald Ford menjadi ujung tombak kebijakan luar negeri agresif Donald Trump tahun ini. Setelah sebelumnya terlibat dalam operasi penangkapan Nicolas Maduro di Venezuela pada awal 2026, kini kapal raksasa tersebut menjadi tumpuan utama AS dalam konfrontasi militer melawan Iran. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi
Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:05 WIB

LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Berita Terbaru

Sekda Mura, Lynda Kristiane, saat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Jamkrida Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom dari Aula A Kantor Bupati Mura, Jumat (30/10/2026).

Berita

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:32 WIB