1TULAH.COM-Bulan Ramadan selalu identik dengan kurma. Buah manis yang kaya serat ini menjadi pilihan utama saat berbuka puasa karena dipercaya mampu mengembalikan energi dengan cepat secara alami.
Namun, menjelang Ramadan 2026, muncul gelombang kepedulian publik yang lebih besar terhadap isu kemanusiaan global. Seruan untuk lebih selektif dalam memilih produk, termasuk kurma yang beredar di pasaran, kembali menguat sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Mengapa Muncul Seruan Boikot Kurma Israel?
Aksi boikot dilakukan sebagai bentuk dukungan kemanusiaan dan protes atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina. Gerakan ini tidak hanya ramai di media sosial, tetapi juga mendapat sandaran hukum agama di Indonesia.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 menyatakan bahwa mendukung agresi Israel terhadap Palestina hukumnya haram. Oleh karena itu, membeli produk yang terafiliasi dengan Israel atau yang diproduksi di wilayah pendudukan dianggap sebagai bentuk dukungan tidak langsung terhadap penjajahan.
Kesadaran konsumen menjadi kunci utama, terutama di era belanja online di mana produk impor dapat masuk ke pasar domestik tanpa disadari asal-usulnya.
Daftar 21 Merek Kurma yang Dikaitkan dengan Israel
Berdasarkan berbagai kampanye solidaritas dan informasi yang beredar di berbagai forum komunitas, berikut adalah daftar merek kurma yang sering dikaitkan dengan produksi atau distribusi dari Israel:
Catatan: Konsumen disarankan untuk selalu melakukan pengecekan mandiri pada label kemasan karena jalur distribusi dan kepemilikan merek dapat berubah sewaktu-waktu.
Ciri-Ciri Kurma Israel yang Perlu Diwaspadai
Agar tidak salah pilih saat berbelanja untuk keperluan Ramadan, perhatikan 5 ciri utama berikut ini:
1. Periksa Kode Barcode (Awalan 729)
Cara termudah adalah melihat nomor barcode pada kemasan. Kode batang yang dimulai dengan angka 729 merupakan kode negara resmi untuk Israel. Jika Anda menemukan angka ini, pertimbangkan kembali sebelum membeli.
2. Identifikasi Nama Perusahaan Eksportir
Beberapa perusahaan eksportir besar yang berbasis di Israel dan sering tercantum di bagian belakang kemasan antara lain:
-
Medjool Plus
-
Carmel Agrexco
-
Mehadrin
-
Hadiklaim
3. Label ‘Medjool’ Tidak Selalu Berarti dari Israel
Penting untuk dipahami bahwa Medjool adalah nama varietas kurma, bukan merek dagang satu negara. Kurma Medjool yang berkualitas juga banyak diproduksi di Yordania, Arab Saudi, Mesir, hingga Amerika Serikat. Selalu cek detail negara asal (Country of Origin).
4. Informasi Produsen yang Tidak Jelas
Waspadai produk yang tidak mencantumkan alamat lengkap perusahaan atau asal negara. Beberapa produk terkadang menggunakan klaim “Berasal dari Palestina” tanpa menyertakan kontak resmi importir untuk mengelabui konsumen.
5. Harga yang Terlalu Murah
Dalam beberapa kampanye, disebutkan bahwa harga yang jauh di bawah rata-rata pasar bisa menjadi indikasi upaya penghabisan stok barang yang terkena dampak boikot. Tetap lakukan verifikasi ganda.
Alternatif Kurma Aman untuk Ramadan
Anda tetap bisa menikmati manisnya kurma saat berbuka puasa dengan memilih produk dari negara-negara pendukung Palestina atau negara produsen besar lainnya yang tersedia luas di supermarket dan e-commerce, seperti:
-
Kurma Tunisia (Terkenal dengan varian Deglet Nour yang bertangkai).
-
Kurma Arab Saudi (Seperti varian Ajwa atau Sukari).
-
Kurma Mesir dan Kurma Palestina asli.
Dengan menjadi konsumen yang teliti, Anda tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga berkontribusi pada aksi kemanusiaan global. (Sumber:Suara.com)





![Willy Dozan mengaku tak bisa lagi melakukan adegan ekstrem dalam film. Penyebabnya karena dia mengalami pengapuran di kaki. [Rena Pangesti/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/willy-dozan-360x200.jpg)




![Presiden Prabowo Subianto. [Foto: Biro Pers Istana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/02/prabowo-opisisi-225x129.jpg)










