Kemenag Jelaskan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar. [Suara.com/Lilis Varwati]

Menteri Agama Nasaruddin Umar. [Suara.com/Lilis Varwati]

1TULAH.COM – Penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah oleh Kementerian Agama Republik Indonesia didasarkan pada data astronomis yang menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, saat matahari terbenam pada 17 Februari 2026, hilal di seluruh wilayah Indonesia bahkan belum berada di atas ufuk.

Berdasarkan data hisab yang dipaparkan dalam Sidang Isbat, posisi hilal berkisar antara minus 2 derajat 64 menit hingga 0 derajat 48 menit.

Secara sains falak, kondisi ini disebut ghairu wujudul hilal atau hilal yang belum berwujud.

Menag menjelaskan bahwa sesuai kriteria MABIMS, hilal dinyatakan memenuhi syarat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Sementara itu, elongasi pada 17 Februari 2026 tercatat hanya antara 0 derajat 56 menit hingga 1 derajat 53 menit, sehingga mustahil terlihat baik dengan mata telanjang maupun alat optik di 96 titik pemantauan.

Baca Juga :  Putusan Akhir Sidang PHPU 2026: MK Tegaskan Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Karena tidak memenuhi kriteria tersebut, bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Dengan demikian, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Secara rinci, tinggi hilal terbesar pada 17 Februari tercatat di Sabang, Aceh dengan minus 1 derajat 41 menit, sedangkan terendah di Jayapura, Papua dengan minus 3 derajat 12 menit.

Di Jakarta, tinggi hilal tercatat minus 1 derajat 44 menit 39 detik.

Ijtimak atau konjungsi terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.02.02 WIB berdasarkan metode hisab falak yang digunakan kalangan Nahdlatul Ulama.

Baca Juga :  Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut konjungsi berlangsung pada 17 Februari 2026 pukul 19.01.07 WIB.

BMKG menyimpulkan pada 17 Februari 2026 hilal masih berada di bawah ufuk di seluruh Indonesia, dengan ketinggian antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Sebaliknya pada 18 Februari 2026, ketinggian hilal sudah berada pada kisaran 7,62 derajat hingga 10,03 derajat dengan elongasi 10,7 derajat sampai 12,21 derajat, sehingga secara astronomis memenuhi kriteria visibilitas.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, awal Ramadan 1447 H resmi ditetapkan pada 19 Februari 2026.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB