Polri Terbitkan Red Notice Riza Chalid: Buronan Kasus Korupsi Minyak Kini Diburu Dunia

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mafia minyak, Muhammad Riza Chalid (Ist)

Mafia minyak, Muhammad Riza Chalid (Ist)

1TULAH.COM-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina Patra Niaga.

Polri melalui Interpol telah menerbitkan Red Notice terhadap tersangka utama, Muhammad Riza Chalid (MRC).

Dengan terbitnya status buronan internasional ini, ruang gerak Riza Chalid dipastikan semakin sempit karena pengejaran kini melibatkan jaringan kepolisian di 196 negara anggota Interpol.

Lokasi Riza Chalid Telah Teridentifikasi

Sekretaris NCB Hubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, memberikan titik terang mengenai keberadaan pengusaha tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dan memetakan negara tempat Riza Chalid bersembunyi.

“Subjek Interpol Red Notice ini memang berada di salah satu negara yang sudah kami identifikasi dan petakan. Kami pun sudah menjalin kontak di sana,” ujar Untung saat memberikan keterangan di Mabes Polri, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga :  DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Meskipun lokasi spesifik tidak dirinci demi menjaga kerahasiaan operasi, Polri menegaskan bahwa tim khusus telah diberangkatkan untuk melakukan tindakan lebih lanjut.

“Kami tidak dapat menyebutkan spesifik lokasinya, tetapi kami sudah tahu dan tim sudah berangkat ke negara tersebut,” tegas Untung.

Mengapa Penerbitan Red Notice Memakan Waktu Lama?

Publik sempat mempertanyakan jeda waktu antara penetapan tersangka hingga terbitnya Red Notice. Diketahui, Kejaksaan Agung telah mengajukan permohonan sejak September 2025, namun status buronan internasional tersebut baru resmi keluar pada 23 Januari 2026.

Brigjen Untung menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh proses asesmen mendalam di internal Interpol, terutama terkait perbedaan persepsi hukum antarnegara.

Kendala Perbedaan Sistem Hukum:

  • Definisi Korupsi: Adanya perbedaan sistem dalam melihat tindak pidana korupsi antara Indonesia dengan beberapa negara lain.

  • Kerugian Negara: Polri harus meyakinkan pihak luar bahwa kasus MRC di tanah air dibuktikan dengan adanya kerugian negara yang nyata.

  • Penyelarasan Pandangan: Dibutuhkan komunikasi intensif untuk menyamakan persepsi hukum agar permohonan Red Notice disetujui secara global.

Baca Juga :  Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Komitmen Polri: Tidak Ada Tempat Bersembunyi

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memercayakan proses hukum kepada petugas. Dengan identitas yang sudah tersebar di seluruh jaringan Interpol, kemungkinan Riza Chalid untuk melarikan diri ke negara lain menjadi sangat kecil.

“Proses penangkapan sedang kami kerjakan dan koordinasikan. Kami tidak tinggal diam dan terus menindaklanjuti Red Notice tersebut,” tutup Untung.

Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di PT Pertamina Patra Niaga ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam bersih-bersih sektor energi nasional, mengingat dampak kerugian negara yang ditimbulkan sangat signifikan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:05 WIB

LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Berita Terbaru

Ilustrasi Karhutla Kalimantan (unsplash.com/Matt Howard)

Berita

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:07 WIB