Skenario Besar Jokowi: Besarkan PSI demi Posisi Tawar Gibran di Pilpres 2029 dan 2034

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui. (Suara.com/Ari Welianto)

Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui. (Suara.com/Ari Welianto)

1TULAH.COM-Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berkomitmen untuk bekerja “mati-matian” demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memicu gelombang diskusi di peta politik nasional.

Komitmen terbuka ini dinilai bukan sekadar dukungan moral biasa, melainkan sebuah strategi kalkulatif untuk mengamankan posisi politik jangka panjang di Pemilu 2029.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menyebut bahwa sikap Jokowi ini menunjukkan totalitas untuk membawa partai yang dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep, lolos ke Senayan.

Target Utama: PSI Lolos ke Senayan pada Pileg 2029

Frasa “mati-matian” yang dilontarkan Jokowi saat penutupan Rakernas I PSI di Makassar memiliki makna yang sangat mendalam. Menurut Jamiluddin, Jokowi diprediksi akan mengerahkan seluruh sumber daya dan pengaruhnya (Jokowi effect) untuk memastikan PSI melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

“Pernyataan Jokowi itu jelas dan gamblang bahwa ia akan total membantu PSI pada Pileg 2029. Setidaknya, Jokowi akan mengerahkan semua kemampuan dan kekuatannya untuk mengantarkan PSI ke Senayan,” ujar Jamiluddin kepada media, Minggu (1/2/2026).

Jika PSI berhasil menembus kursi DPR RI, posisi Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum akan semakin solid dan sulit digoyahkan. Hal ini menjadi fondasi utama dalam memperkuat struktur politik keluarga besar Jokowi di legislatif.

Baca Juga :  Aturan Distribusi Daging Kurban Sesuai Syariat agar Sah dan Tepat Sasaran

Misi Eksekutif: Prabowo-Gibran Dua Periode

Selain fokus pada legislatif, strategi “mati-matian” ini diyakini berkaitan erat dengan keberlanjutan kepemimpinan nasional di jalur eksekutif. Dukungan total Jokowi terhadap PSI juga bertujuan memperkuat posisi tawar (bargaining power) Gibran Rakabuming Raka agar tetap mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029.

Mengubah Status PSI dari “Partai Gurem” ke Menengah

Agar Gibran tetap menjadi pilihan utama bagi Prabowo di periode kedua, PSI harus bertransformasi.

  • Target: Menaikkan status dari partai kecil (gurem) menjadi partai menengah.

  • Peran Jokowi: Menjadi tokoh sentral dalam berbagai kampanye nasional PSI.

  • Tujuan: Memberikan legitimasi politik yang kuat bahwa basis massa Jokowi telah sepenuhnya menyatu dengan PSI.

Visi Jangka Panjang: Jalan Lapang Menuju Pilpres 2034

Analisis Jamiluddin lebih jauh menyoroti bahwa target akhir dari manuver ini bukan hanya tahun 2029, melainkan estafet kepemimpinan pada 2034. Ada skenario besar yang sedang disusun secara bertahap:

  1. 2029: PSI masuk Senayan dan Gibran kembali menjabat Wakil Presiden bersama Prabowo.

  2. Transisi: Selama periode 2029–2034, Gibran akan memiliki panggung yang cukup luas untuk memperkuat elektabilitas mandiri.

  3. 2034: Gibran diproyeksikan maju sebagai Calon Presiden dengan dukungan partai yang sudah mapan (PSI).

Baca Juga :  Up Date Kasus CPO 2022: Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Obstruction of Justice

“Jika Gibran tetap mendampingi Prabowo pada 2029, hal itu memudahkan Jokowi mengantarkan Gibran menjadi presiden pada 2034. Di titik itulah dinasti politik Jokowi akan semakin kuat,” pungkas Jamiluddin.

Politik Identitas dan Jaringan Relawan

Komitmen Jokowi untuk “turun gunung” secara totalitas ini menjadi sinyal bagi para relawan setianya. Sebelumnya, santer terdengar kabar bahwa Jokowi mulai mengajak simpul-simpul relawannya untuk mulai merapat dan menjadi kader resmi PSI, meskipun secara administratif Jokowi sendiri belum diumumkan sebagai kader formal.

Kehadiran Jokowi sebagai figur sentral di PSI diprediksi akan mengubah peta persaingan partai politik di Indonesia, terutama dalam memperebutkan suara pemilih muda dan loyalis Jokowi yang tersebar di seluruh tanah air. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Berawal dari Video Viral, Konflik Ahmad Bahar dan GRIB Jaya Seret Komnas HAM
ASN Harus Menjadi Gardan Terdepan Pelayanan Masyarakat
Polres Pacitan Ringkus 3 Pelaku Komplotan Pencuri Spesialis Masjid
Up Date Kasus CPO 2022: Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Obstruction of Justice
Prabowo Siapkan Strategi Nasional Guna Hadapi Ancaman El Nino 2026
Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel
Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:02 WIB

Berawal dari Video Viral, Konflik Ahmad Bahar dan GRIB Jaya Seret Komnas HAM

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:51 WIB

ASN Harus Menjadi Gardan Terdepan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:26 WIB

Polres Pacitan Ringkus 3 Pelaku Komplotan Pencuri Spesialis Masjid

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:01 WIB

Up Date Kasus CPO 2022: Eks Anggota Ombudsman Jadi Tersangka Obstruction of Justice

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:50 WIB

Prabowo Siapkan Strategi Nasional Guna Hadapi Ancaman El Nino 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 17:12 WIB

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Berita Terbaru

Pj Sekda Mura Sarwo Mintarjo

Berita

ASN Harus Menjadi Gardan Terdepan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:51 WIB