Broken Strings dan Cara Memutus Rantai Child Grooming: Belajar dari Pengalaman Aurelie

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cover buku karya Aurelie Moeremans yang berjudul 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth' (Foto: dokumentasi buku Aurelie Moeremans)

Cover buku karya Aurelie Moeremans yang berjudul 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth' (Foto: dokumentasi buku Aurelie Moeremans)

1TULAH.COM-Dunia hiburan tanah air tengah dihebohkan dengan perilisan memoir terbaru dari aktris berbakat Aurelie Moeremans yang berjudul “Broken Strings”.

Buku ini seketika menjadi trending topic di berbagai media sosial karena keberanian Aurelie dalam membongkar sisi gelap masa lalunya yang traumatis, termasuk pengalaman menjadi korban child grooming.

Melalui Broken Strings, Aurelie tidak hanya bercerita tentang gemerlap karier selebriti, melainkan sebuah perjalanan emosional yang menyayat hati tentang bagaimana seorang remaja terjebak dalam pusaran manipulasi.

Apa Itu Child Grooming? Belajar dari Kisah Aurelie

Salah satu poin paling krusial dalam buku ini adalah pengakuan Aurelie bahwa ia menjadi korban child grooming saat baru berusia 15 tahun. Pelakunya adalah seorang pria dewasa yang usianya hampir dua kali lipat darinya.

Definisi: Child grooming adalah praktik manipulasi psikologis di mana orang dewasa menjalin ikatan emosional dengan anak di bawah umur untuk tujuan eksploitasi, baik secara emosional, seksual, maupun kekuasaan.

Dalam narasinya, Aurelie menggambarkan betapa halusnya jeratan ini bermula. Hubungan yang awalnya tampak sebagai bentuk “perhatian” dan “perlindungan” perlahan berubah menjadi kontrol total, tekanan emosional, dan manipulasi yang melelahkan.

Baca Juga :  Sejarah Terulang! Presiden Prabowo Bawa Indonesia Swasembada Beras 2025, Sejajar dengan Soeharto dan SBY

Makna di Balik Judul “Broken Strings”

Judul Broken Strings (Senar yang Putus) menjadi metafora yang sangat kuat bagi hidup Aurelie. Senar yang putus melambangkan:

  • Keretakan mental yang dialami akibat tekanan psikologis.

  • Hancurnya rasa percaya diri di usia yang sangat belia.

  • Luka emosional yang mendalam dan sulit untuk disatukan kembali.

Aurelie menuliskan kisahnya secara jujur dan kronologis, memberikan gambaran nyata betapa rapuhnya seorang remaja ketika berhadapan dengan predator yang menggunakan topeng kasih sayang.

Luka yang Tumbuh Diam-Diam: Bahaya Manipulasi Halus

Buku ini membuka mata publik bahwa grooming seringkali tidak terlihat seperti kekerasan fisik yang kasar. Sebaliknya, ia hadir melalui:

  1. Rasa Aman Semu: Korban dibuat merasa “spesial”, “dimengerti”, dan “lebih dewasa”.

  2. Isolasi Sosial: Pelaku secara sistematis menarik korban menjauh dari orang tua, teman, dan institusi yang bisa melindunginya.

  3. Ketergantungan Emosional: Korban merasa bertanggung jawab untuk menjaga rahasia hubungan tersebut.

Dampaknya tidak berhenti saat hubungan berakhir. Luka tersebut membekas pada cara korban memandang tubuh dan nilai dirinya sendiri. Banyak korban tumbuh dengan rasa bersalah yang seharusnya tidak mereka tanggung.

Baca Juga :  Waspada Child Grooming! KPAI Soroti Minimnya Literasi Orang Dewasa Pasca Pengakuan Aurelie Moeremans

Memutus Rantai: Langkah Pemulihan dan Pencegahan

Melalui Broken Strings, Aurelie Moeremans sebenarnya sedang melakukan aksi merebut kembali kendali atas narasinya. Keberanian untuk bersuara adalah fondasi utama dari pemulihan.

Bagaimana Kita Bisa Bertindak?

  • Percayai Korban: Masyarakat harus berhenti menghakimi pilihan moralitas korban dan mulai memusatkan perhatian pada perilaku predator.

  • Pendidikan Sejak Dini: Mengajarkan anak-anak tentang batasan (boundaries), persetujuan (consent), dan dinamika kuasa.

  • Layanan Dukungan: Menyediakan ruang aman, terapi, dan validasi bagi mereka yang pernah mengalami trauma serupa.

  • Literasi Media Sosial: Mengingat grooming kini banyak terjadi melalui ruang digital, pengawasan terhadap akses anonim bagi remaja menjadi sangat penting.

Broken Strings bukan sekadar memoar pribadi, melainkan sebuah tamparan bagi kesadaran sosial kita. Kisah Aurelie Moeremans mengingatkan bahwa masa muda yang dicuri memang tidak bisa kembali, namun masa depan yang sehat dan berdaya tetap bisa diperjuangkan.

Dengan mendengarkan dan bertindak, kita bisa memutus belenggu manipulasi yang mengancam generasi paling rentan di sekitar kita. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Waspada Child Grooming! KPAI Soroti Minimnya Literasi Orang Dewasa Pasca Pengakuan Aurelie Moeremans
Misi Besar John Herdman: Bidik Pemain “Level Elite” di 5 Liga Top Eropa Demi Piala Dunia 2030
Strategi Bisnis 2026: Cara Meraih Cuan di Tengah Stagnasi Ekonomi dan Dominasi Produk Global
Kasus Chromebook Rp2,1 T: Saksi Sebut Ada Pemaksaan Spesifikasi ke Merek Tertentu
Megawati sebut Kalo Mau Kritik Pakai Data dan Fakta
Investasi Rp3 Miliar Amblas 90%, Investor Kripto Laporkan Timothy Ronald ke Polisi
Megawati Tegaskan PDIP Tolak Pilkada Melalui DPRD: Ini Sikap Ideologis dan Konstitusional!
Apa Itu Onengan Mengadu? Layanan Baru Inspektorat Barsel yang Diresmikan Wabup Kristianto Yudha
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:44 WIB

Waspada Child Grooming! KPAI Soroti Minimnya Literasi Orang Dewasa Pasca Pengakuan Aurelie Moeremans

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:17 WIB

Strategi Bisnis 2026: Cara Meraih Cuan di Tengah Stagnasi Ekonomi dan Dominasi Produk Global

Rabu, 14 Januari 2026 - 02:12 WIB

Kasus Chromebook Rp2,1 T: Saksi Sebut Ada Pemaksaan Spesifikasi ke Merek Tertentu

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:08 WIB

Megawati sebut Kalo Mau Kritik Pakai Data dan Fakta

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:14 WIB

Broken Strings dan Cara Memutus Rantai Child Grooming: Belajar dari Pengalaman Aurelie

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:46 WIB

Investasi Rp3 Miliar Amblas 90%, Investor Kripto Laporkan Timothy Ronald ke Polisi

Selasa, 13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Megawati Tegaskan PDIP Tolak Pilkada Melalui DPRD: Ini Sikap Ideologis dan Konstitusional!

Selasa, 13 Januari 2026 - 05:51 WIB

Apa Itu Onengan Mengadu? Layanan Baru Inspektorat Barsel yang Diresmikan Wabup Kristianto Yudha

Berita Terbaru

BUpati dan wakil bupati barito utara memulai pemancangan tiang listrik desa di Kecamatan Teweh Timur, Rabu(14/01/2026).Foto.Deni

Muara Teweh

H. Shalahuddin dan Felix Resmikan Pemancangan Tiang Listrik Desa

Rabu, 14 Jan 2026 - 19:50 WIB