Permintaan Tiket Piala Dunia 2026 Tembus 150 Juta: Antusiasme Gila di Tengah Kontroversi Harga

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. [Instagram]

Antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. [Instagram]

1TULAH.COM-Antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola.

Meski dibayangi kritik tajam terkait lonjakan harga, FIFA melaporkan bahwa jumlah permintaan tiket untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini telah menembus angka 150 juta permintaan.

Data mengejutkan ini dihimpun hingga 29 Desember 2025, menandai titik tengah fase Random Selection Draw yang telah dibuka sejak 11 Desember lalu. Hebatnya, peminat datang dari lebih dari 200 negara, membuktikan bahwa daya tarik turnamen edisi ke-23 ini melampaui batas-batas wilayah.

Rekor Fantastis: “300 Tahun Sejarah dalam 2 Minggu”

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan keheranannya atas lonjakan minat yang masif ini. Dalam pidatonya di World Sports Summit di Dubai, ia memaparkan perbandingan yang mencengangkan.

  • Total Tiket Tersedia: 6 hingga 7 juta tiket.

  • Rata-rata Permintaan: 10 juta permintaan per hari.

  • Perbandingan Sejarah: Dalam hampir 100 tahun (sejak 1930), FIFA total hanya menjual 44 juta tiket. Permintaan saat ini setara dengan kapasitas 300 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.

“Jumlah permintaan ini setara dengan 3,4 kali lebih banyak dari total seluruh penonton yang hadir di 964 pertandingan dari 22 edisi Piala Dunia sejak 1930,” tulis pernyataan resmi FIFA dikutip dari insideworldfootball.

Kontroversi Harga Tiket dan Sistem Dynamic Ticketing

Di balik angka-angka fantastis tersebut, terselip isu besar mengenai aksesibilitas. Harga tiket Piala Dunia 2026 dinilai melonjak drastis dibandingkan edisi sebelumnya.

Baca Juga :  Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi

Perbandingan Harga yang Mencolok

Salah satu titik balik kritik adalah harga tiket partai final di New Jersey. Tiket termurah untuk laga puncak tersebut menyentuh angka £3.119 (sekitar Rp61 juta). Angka ini hampir tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan harga tiket final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Hukum Ekonomi dan Dynamic Ticketing

Meskipun mahal, hukum ekonomi tampaknya bekerja dengan cara yang berbeda. FIFA menerapkan sistem dynamic ticketing, di mana harga dapat berubah secara real-time mengikuti tinggi rendahnya permintaan pasar. Hingga saat ini, sistem tersebut tidak terlihat menghambat minat beli para penggemar global.

Namun, ujian sesungguhnya bagi FIFA baru akan terlihat setelah 13 Januari 2026. Pada tanggal tersebut, proses pengundian acak berakhir, dan pemohon yang terpilih diwajibkan melakukan pembayaran secara nyata.

Baca Juga :  Apresiasi Awak Media, Danyonif TP 924/Uria Mapas Sebut Pers Mitra Strategis TNI

Solusi untuk Suporter Setia: Tiket Khusus £45

Menanggapi kritik bahwa Piala Dunia semakin menjauh dari jangkauan publik, FIFA menyediakan kuota terbatas untuk tiket khusus pendukung tim nasional.

  • Harga Tiket Khusus: Mulai dari £45 (sekitar Rp880 ribu).

  • Cakupan: Tersedia untuk seluruh 105 pertandingan.

  • Syarat: Hanya bisa diakses oleh suporter resmi yang telah diverifikasi oleh federasi sepak bola negara masing-masing.

Meskipun menjadi angin segar, jumlah tiket kategori ini diperkirakan hanya berjumlah ratusan per pertandingan, bukan ribuan, sehingga persaingan untuk mendapatkannya akan sangat ketat.

Ke Mana Aliran Dana Pendapatan FIFA?

Menutup pernyataannya, Gianni Infantino menegaskan bahwa pendapatan besar yang dihasilkan dari skema harga ini akan dikembalikan untuk kemajuan sepak bola dunia.

“Pendapatan ini kembali ke sepak bola di seluruh dunia. Tanpa FIFA, tidak akan ada sepak bola di 150 negara,” tegasnya. Ia menekankan bahwa profit dari Piala Dunia adalah mesin utama investasi pengembangan infrastruktur dan talenta sepak bola secara global. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 
Lamine Yamal Tegaskan Spanyol Tak Takut saat Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026
KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo
Marc Marquez Menang Sprint Race MotoGP Jerman 2026 usai Duel Sengit dengan Sang Adik
Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi
Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka
Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:29 WIB

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:43 WIB

Lamine Yamal Tegaskan Spanyol Tak Takut saat Hadapi Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:41 WIB

KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:02 WIB

Marc Marquez Menang Sprint Race MotoGP Jerman 2026 usai Duel Sengit dengan Sang Adik

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:53 WIB

Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:22 WIB

Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:24 WIB

Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!

Berita Terbaru