1TULAH.COM-Antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola.
Meski dibayangi kritik tajam terkait lonjakan harga, FIFA melaporkan bahwa jumlah permintaan tiket untuk turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini telah menembus angka 150 juta permintaan.
Data mengejutkan ini dihimpun hingga 29 Desember 2025, menandai titik tengah fase Random Selection Draw yang telah dibuka sejak 11 Desember lalu. Hebatnya, peminat datang dari lebih dari 200 negara, membuktikan bahwa daya tarik turnamen edisi ke-23 ini melampaui batas-batas wilayah.
Rekor Fantastis: “300 Tahun Sejarah dalam 2 Minggu”
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan keheranannya atas lonjakan minat yang masif ini. Dalam pidatonya di World Sports Summit di Dubai, ia memaparkan perbandingan yang mencengangkan.
-
Total Tiket Tersedia: 6 hingga 7 juta tiket.
-
Rata-rata Permintaan: 10 juta permintaan per hari.
-
Perbandingan Sejarah: Dalam hampir 100 tahun (sejak 1930), FIFA total hanya menjual 44 juta tiket. Permintaan saat ini setara dengan kapasitas 300 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
“Jumlah permintaan ini setara dengan 3,4 kali lebih banyak dari total seluruh penonton yang hadir di 964 pertandingan dari 22 edisi Piala Dunia sejak 1930,” tulis pernyataan resmi FIFA dikutip dari insideworldfootball.
Kontroversi Harga Tiket dan Sistem Dynamic Ticketing
Di balik angka-angka fantastis tersebut, terselip isu besar mengenai aksesibilitas. Harga tiket Piala Dunia 2026 dinilai melonjak drastis dibandingkan edisi sebelumnya.
Perbandingan Harga yang Mencolok
Salah satu titik balik kritik adalah harga tiket partai final di New Jersey. Tiket termurah untuk laga puncak tersebut menyentuh angka £3.119 (sekitar Rp61 juta). Angka ini hampir tiga kali lipat lebih mahal dibandingkan harga tiket final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Hukum Ekonomi dan Dynamic Ticketing
Meskipun mahal, hukum ekonomi tampaknya bekerja dengan cara yang berbeda. FIFA menerapkan sistem dynamic ticketing, di mana harga dapat berubah secara real-time mengikuti tinggi rendahnya permintaan pasar. Hingga saat ini, sistem tersebut tidak terlihat menghambat minat beli para penggemar global.
Namun, ujian sesungguhnya bagi FIFA baru akan terlihat setelah 13 Januari 2026. Pada tanggal tersebut, proses pengundian acak berakhir, dan pemohon yang terpilih diwajibkan melakukan pembayaran secara nyata.
Solusi untuk Suporter Setia: Tiket Khusus £45
Menanggapi kritik bahwa Piala Dunia semakin menjauh dari jangkauan publik, FIFA menyediakan kuota terbatas untuk tiket khusus pendukung tim nasional.
-
Harga Tiket Khusus: Mulai dari £45 (sekitar Rp880 ribu).
-
Cakupan: Tersedia untuk seluruh 105 pertandingan.
-
Syarat: Hanya bisa diakses oleh suporter resmi yang telah diverifikasi oleh federasi sepak bola negara masing-masing.
Meskipun menjadi angin segar, jumlah tiket kategori ini diperkirakan hanya berjumlah ratusan per pertandingan, bukan ribuan, sehingga persaingan untuk mendapatkannya akan sangat ketat.
Ke Mana Aliran Dana Pendapatan FIFA?
Menutup pernyataannya, Gianni Infantino menegaskan bahwa pendapatan besar yang dihasilkan dari skema harga ini akan dikembalikan untuk kemajuan sepak bola dunia.
“Pendapatan ini kembali ke sepak bola di seluruh dunia. Tanpa FIFA, tidak akan ada sepak bola di 150 negara,” tegasnya. Ia menekankan bahwa profit dari Piala Dunia adalah mesin utama investasi pengembangan infrastruktur dan talenta sepak bola secara global. (Sumber:Suara.com)























