1TULAH.COM-Dunia pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan tren positif di tahun 2025. Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, menyampaikan apresiasi atas peningkatan signifikan jumlah peserta didik di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Khusus.
Data terbaru dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng mencatat, jumlah total peserta didik meningkat dari 96.583 siswa pada tahun 2024 menjadi 99.377 siswa pada tahun 2025. Kenaikan ini setara dengan penambahan sebanyak 2.794 siswa, dengan persentase peningkatan mencapai 2,89%.
Selain pertambahan siswa, Sugiyarto juga menilai positif capaian dalam rapor pendidikan. Kategori Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan Kalteng berhasil menunjukkan peningkatan dari semula berstatus “rintangan tuntas muda” menjadi “tuntas”.
💡 Pemerataan Fasilitas Kunci Peningkatan Kualitas
Politisi Partai Gerindra ini menilai bahwa peningkatan jumlah peserta didik dan kualitas rapor pendidikan ini tidak lepas dari upaya serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Disdik dalam melakukan pemerataan fasilitas pendidikan di berbagai daerah.
“Kita mengapresiasi pemerintah provinsi atas peningkatan kualitas pendidikan di Kalteng. Pemerataan fasilitas sangat membantu masyarakat memanfaatkan sarana prasarana untuk peningkatan kompetensi guru dan lainnya,” ujar Sugiyarto.
Upaya Pemprov Kalteng dalam menyediakan sarana dan prasarana yang memadai dinilai berhasil menarik minat masyarakat untuk bersekolah, sehingga meningkatkan angka partisipasi pendidikan.
⚠️ Catatan Kritis: Sinyal dan Kompetensi Guru
Meskipun memberikan apresiasi, Sugiyarto mengingatkan bahwa masih terdapat beberapa catatan penting yang perlu dibenahi, terutama terkait pemanfaatan sarana prasarana digital yang telah disediakan.
Mantan Wakil Bupati Lamandau ini mencontohkan hasil pemantauan Komisi III yang masih menemukan sekolah dengan keterbatasan sinyal internet. Akibatnya, alat interaktif yang telah diberikan oleh pemerintah belum termanfaatkan secara maksimal.
“Dengan digitalisasi, kualitas sinyal harus diperkuat. Jika satu sekolah memiliki 10–12 rombel tetapi hanya memiliki satu perangkat Starlink, tentu tidak memenuhi syarat,” tegasnya.
Sugiyarto menekankan bahwa peningkatan infrastruktur jaringan harus menjadi prioritas agar seluruh fasilitas digital dapat digunakan secara maksimal, baik oleh guru maupun siswa.
Dua Poin Utama yang Harus Diperkuat:
-
Sinyal Memadai: Infrastruktur sinyal, terutama di daerah pedesaan, harus ditingkatkan agar menunjang pembelajaran digital.
-
Peningkatan Kompetensi Guru: Kualitas tenaga pendidik harus ditingkatkan secara konsisten setiap tahun.
“Jangan sampai peralatan yang bagus tidak bisa dimanfaatkan karena keterbatasan guru, terutama di daerah pedalaman. Guru yang sudah sepuh pun harus tetap dibekali pelatihan agar mampu memanfaatkan digitalisasi,” jelasnya.
Sugiyarto menutup dengan optimisme, menegaskan bahwa fasilitas pendidikan yang semakin lengkap dan meningkatnya peserta didik secara keseluruhan memberikan dampak positif yang besar bagi kualitas pendidikan dan masyarakat Kalteng. (Ingkit)










![Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/kejagung-se-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

