1TULAH.COM-Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana, menyoroti sebuah fakta penting mengenai komposisi tenaga kerja di provinsi tersebut. Berdasarkan data serapan, ditemukan bahwa pekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih sangat dominan di berbagai sektor industri Kalteng.
Kondisi ini, menurut Okki, menjadi cerminan nyata dari struktur industri daerah yang masih kuat bertumpu pada sektor-sektor yang menuntut tenaga fisik (manpower), alih-alih keterampilan yang berbasis pemikiran atau keahlian teknis (skill-based expertise).
🌳 Sektor Perkebunan dan Pertanian Jadi Kunci Serapan
Okki Maulana menjelaskan bahwa dominasi lulusan SD ke bawah sebagai tenaga kerja menunjukkan sektor-sektor utama penggerak ekonomi Kalteng.
“Tenaga kerja kita didominasi lulusan SD ke bawah, berarti industrinya banyak masuk di sektor perkebunan dan pertanian,” ujar Okki, Senin (8/12/2025).
Ia menegaskan bahwa sektor-sektor primary industry seperti perkebunan kelapa sawit dan pertanian memang memerlukan jumlah tenaga fisik yang sangat besar untuk operasional sehari-hari. Situasi ini bukanlah hal negatif, melainkan sebuah cerminan kebutuhan riil dari industri yang ada saat ini.
“Memang ada pekerjaan yang butuh manpower, dan ada juga yang butuh ide,” terangnya, membedakan antara kebutuhan tenaga kerja kasar dengan tenaga kerja terampil.
💼 Minimnya Peluang Kerja di Sektor Perkantoran
Lebih lanjut, Okki menambahkan bahwa dominasi pekerja nonformal serta jenis pekerjaan yang masih bersifat manual (pekerja kasar) mengindikasikan bahwa peluang kerja di sektor formal atau perkantoran masih sangat terbatas di Kalteng.
-
Pekerja Nonformal Tinggi: Jumlah pekerja yang diserap di segmen pekerjaan manual menunjukkan pasar kerja yang didominasi oleh pekerjaan yang tidak memerlukan ijazah tinggi.
-
Pekerjaan Kantoran Minim: Sebaliknya, ketersediaan posisi yang membutuhkan keahlian administrasi, teknis, atau manajerial (pekerjaan kantoran) masih belum seimbang.
“Berarti sekarang lapangan pekerjaan yang tersedia masih banyak di sektor pekerja kasar, sementara pekerjaan kantoran masih minim,” jelas Okki.
Implikasi Bagi Pembangunan Kalteng
Sorotan ini penting bagi Pemerintah Provinsi Kalteng karena beberapa implikasi jangka panjang:
-
Prioritas Pendidikan: Menjadi masukan bagi lembaga pendidikan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri yang ada, sambil mendorong peningkatan kualitas pendidikan agar lulusan SMA/SMK/Perguruan Tinggi memiliki daya saing yang lebih tinggi di sektor skill-based.
-
Diversifikasi Ekonomi: Mendorong upaya diversifikasi industri agar tidak hanya bergantung pada perkebunan dan pertambangan, tetapi juga sektor jasa, teknologi, dan pengolahan yang menyerap tenaga kerja dengan pendidikan dan keterampilan yang lebih tinggi.
-
Kesejahteraan Pekerja: Meskipun sektor perkebunan menyerap banyak tenaga kerja, perlu dipastikan bahwa hak dan kesejahteraan pekerja nonformal terjamin sesuai standar yang berlaku.
Kesimpulan dari pernyataan Okki Maulana adalah bahwa struktur ekonomi Kalteng saat ini masih sangat bergantung pada sumber daya alam, yang secara langsung memengaruhi jenis dan tingkat pendidikan tenaga kerja yang terserap di daerah. (Ingkit)










![Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/kejagung-se-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

