Infrastruktur dan Ekonomi Jadi Sorotan Utama Reses DPRD Kalteng: Warga Minta Perhatian Khusus!

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, S.Ag,MAP Foto:Dok/1tulah.com

Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, S.Ag,MAP Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Wakil Ketua III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, mengungkap persoalan mendasar yang masih mendominasi setiap kali ia dan rekan-rekan legislatornya melakukan kunjungan kerja (reses) ke daerah-daerah konstituen.

Menurut Junaidi, masih banyak sektor krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi. Ia menekankan bahwa pembangunan dan perubahan tidak dapat terjadi secara instan, namun memerlukan komitmen bertahap dan terarah.

“Ya, kewajiban kita juga sebagai wakil rakyat adalah mendengarkan kebutuhan masyarakat. Setidaknya ada lebih dari tiga sektor yang kami soroti,” ujar Junaidi kepada awak media, Selasa (09/12/2025).

5 Sektor Besar yang Mendominasi Keluhan Warga Kalteng

Junaidi menjelaskan bahwa temuan yang dihimpun selama reses masih berkisar pada lima sektor besar yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kelima sektor tersebut meliputi:

  1. Pendidikan

  2. Kesehatan

  3. Infrastruktur

  4. Perekonomian

  5. Seni, Budaya, dan Keagamaan

Dari kelima poin tersebut, politikus dari Partai Demokrat ini menyoroti bahwa mayoritas keluhan yang masuk sangat terkonsentrasi pada dua sektor yang dianggap paling mendesak karena dampaknya langsung terasa pada aktivitas harian masyarakat.

Baca Juga :  KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

🚨 Infrastruktur dan Perekonomian Jadi Prioritas Mendesak

Dua sektor yang paling banyak dikeluhkan dan dianggap paling mendesak untuk dibenahi adalah Infrastruktur dan Perekonomian.

1. Perbaikan Infrastruktur yang Tertunda

Junaidi menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur yang tertunda untuk segera dijadikan prioritas. Infrastruktur yang memadai adalah kunci untuk mengembalikan gairah:

  • Mobilitas Masyarakat: Jalan yang mulus dan jembatan yang layak menjamin perpindahan warga berjalan lancar.

  • Aktivitas Ekonomi: Infrastruktur yang baik memangkas biaya logistik dan mempercepat arus barang dan jasa.

“Kami memahami anggaran yang terbatas, tapi masyarakat berharap pemerintah provinsi bisa membenahi dan memaksimalkan kemampuan yang ada,” kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalteng ini.

2. Kondisi Perekonomian yang Memprihatinkan

Selain infrastruktur, kondisi ekonomi yang sulit juga menimbulkan efek berantai yang terasa berat bagi warga di berbagai daerah di Kalteng.

Baca Juga :  Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

“Banyak warga yang awalnya bekerja, tapi harus berhenti. Tidak sedikit juga perusahaan yang terpaksa tidak beroperasi,” ungkap Junaidi.

Fenomena ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan yang terarah dari pemerintah untuk menstabilkan kondisi ekonomi regional dan menciptakan lapangan kerja baru.

Aspirasi Masyarakat sebagai Dasar Kebijakan

Junaidi berharap Pemerintah Provinsi Kalteng dapat memberikan perhatian khusus pada dua sektor utama, yaitu infrastruktur dan perekonomian, mengingat urgensi dan dampak langsungnya pada kehidupan warga.

Ia menekankan bahwa temuan dan aspirasi masyarakat yang didapatkan selama masa reses harus dijadikan landasan utama dalam proses penyusunan kebijakan dan anggaran.

“Aspirasi masyarakat ini harus menjadi dasar dalam menyusun kebijakan agar pembangunan berjalan tepat sasaran,” tegasnya, memastikan bahwa komitmen DPRD Kalteng adalah menjembatani suara rakyat untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (Ingkit)

Berita Terkait

Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT
Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:12 WIB

Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 12:04 WIB

KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Berita Terbaru