Apa Kabar Pemekaran Kotawaringin? Dokumen Lengkap Sejak Lama, Sudarsono (DPRD Kalteng) Ungkap Hambatan Utama

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono. Foto:Dok/1tulah.com

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Wacana pemekaran wilayah Kotawaringin kembali mencuat ke permukaan publik, menegaskan bahwa usulan pembentukan provinsi baru di Kalimantan Tengah ini masih menjadi agenda penting.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono, memberikan penjelasan gamblang mengenai status terkini proses pemekaran tersebut.

Politisi senior dari Fraksi Partai Golkar ini menegaskan bahwa seluruh proses dan dokumen resmi pemekaran Provinsi Kotawaringin sebenarnya sudah rampung sejak lama. Bahkan, lima bupati di wilayah tersebut telah membubuhkan tanda tangan mereka sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif ini.

📍 Titik Temu Ibu Kota: Disepakati Kecamatan Hanaut

Sudarsono mengungkapkan bahwa perdebatan cukup panjang sempat terjadi mengenai nama provinsi dan lokasi ibu kota.

“Kotawaringin Raya awalnya menjadi nama usulan, namun pada rapat terakhir di Lamandau disepakati namanya hanya Kotawaringin,” jelas Sudarsono padaRabu (26/11/2025).

Isu yang paling alot adalah penetapan lokasi ibu kota provinsi baru, di mana Pangkalan Bun dan Sampit sama-sama berkeinginan menjadi pusat pemerintahan.

Baca Juga :  Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

“Bertahun-tahun tidak ada titik temu. Akhirnya disepakati Kecamatan Hanaut, Kabupaten Seruyan, sebagai lokasi ibu kota. Kesepakatan ini sudah terdokumentasi dengan jelas,” tegas Sudarsono.

🛑 Hambatan Utama Adalah Moratorium Pusat

Menurut Sudarsono, usulan pemekaran Kotawaringin memiliki sejarah yang lebih tua, bahkan sudah digagas sebelum pembentukan Provinsi Kalimantan Utara. Ia meyakini bahwa hambatan utama selama ini bukan terletak pada aspek administrasi maupun dukungan daerah.

Semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan telah disampaikan secara lengkap kepada Komisi II DPR RI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan DPD RI.

“Secara persyaratan kita sudah lengkap, yang jadi halangan adalah moratorium pemekaran pada masa Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Moratorium inilah yang menyebabkan pembahasan di tingkat pusat terhenti dan tidak dapat dilanjutkan.

⏳ Proses Lanjut Otomatis Jika Moratorium Dicabut

Sudarsono menegaskan bahwa tugas daerah saat ini adalah menunggu. Begitu kebijakan moratorium dicabut oleh Pemerintah Pusat, proses pembahasan pemekaran akan otomatis dapat dilanjutkan di tingkat pusat. Daerah hanya perlu memastikan bahwa seluruh kelengkapan administratif tetap terjaga dan siap disajikan kapanpun diperlukan.

Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

“Begitu moratorium dibuka, pembahasan bisa langsung jalan lagi,” katanya optimistis.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang mencakup Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Sudarsono sangat mendukung pemekaran ini. Ia menilai, pemekaran sangat dibutuhkan mengingat luasnya wilayah Kalteng yang kerap menyulitkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.

Ia berharap pembentukan Provinsi Kotawaringin nantinya dapat membawa dampak positif yang nyata, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan percepatan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah yang termasuk dalam rencana pemekaran tersebut.

“Pemekaran ini bertujuan mendekatkan pelayanan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kita sudah merasakan manfaat pemekaran sebelumnya,” pungkas Sudarsono. (Ingkit)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Berita Terbaru