Anggota Komisi IV DPRD Kalteng: Optimis Anggaran Normal 2026, Pembangunan Jalan Rusak Kembali Prioritas

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sirajul Rahman, Legislator DPRD Kalimantan Tengah yang juga Politisi PKS.Foto:Dok/1tulah.com

Sirajul Rahman, Legislator DPRD Kalimantan Tengah yang juga Politisi PKS.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Masalah infrastruktur, terutama kondisi jalan di Kalimantan Tengah (Kalteng), terus menjadi isu dominan dan mendesak. Setiap agenda reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di berbagai wilayah selalu didominasi oleh aspirasi dan keluhan masyarakat terkait jalan dan jembatan yang rusak.

Namun, anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, menyoroti adanya kesalahpahaman mendasar di kalangan warga.

Menurutnya, banyak masyarakat belum memahami perbedaan kewenangan antara jalan nasional dan jalan provinsi, yang mengakibatkan keluhan seringkali tidak tepat sasaran.

🧐 Keluhan Jalan: Mengapa Sering “Salah Alamat”?

Sirajul Rahman, yang dikenal aktif dalam menyuarakan isu pembangunan di Kota Cantik Palangka Raya dan sekitarnya, mengungkapkan bahwa banyak keluhan masyarakat cenderung dialamatkan kepada pihak provinsi, padahal seharusnya ditujukan kepada pihak yang berwenang atas jalan nasional.

“Terus keluhan masyarakat itu lebih condong ke provinsi harusnya ke nasional,” kata Sirajul Rahman pada Rabu (19/11/2025).

Kesalahpahaman ini menghambat efektivitas penyampaian aspirasi dan penanganan masalah di lapangan. Ketika keluhan ditujukan ke instansi yang salah, respons dan perbaikan yang diharapkan masyarakat bisa tertunda.

Baca Juga :  Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

🤝 Apresiasi dan Dorongan untuk Pemprov Kalteng

Meskipun terjadi kesalahan sasaran, Sirajul Rahman menyatakan apresiasinya yang tinggi terhadap perhatian masyarakat terhadap kondisi jalan.

“Kita memang sangat apresiasi dengan masyarakat yang menyayangkan masalah jalan provinsi,” ujarnya.

Dia juga memanfaatkan momentum ini untuk mendorong Pemerintah Provinsi Kalteng agar tidak tinggal diam. Ia mendesak Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) terkait, seperti Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) dan Disperkim (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman), untuk lebih aktif dalam memberi perhatian terhadap kondisi jalan dan jembatan provinsi yang masih mengalami kerusakan.

“Kita berharap provinsi, gubernur, SOPD yang lain memperhatikan juga jalan yang rusak. Sehingga aspirasi masyarakat bisa terpenuhi.” jelasnya.

💸 Tantangan Anggaran Nasional: Efisiensi Pusat Berdampak ke Daerah

Sirajul Rahman tidak menampik bahwa masalah kerusakan, termasuk pada jalan nasional di Kalteng, tidak terlepas dari adanya tantangan di tingkat pusat.

Baca Juga :  LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Dia mengakui adanya kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pusat yang memiliki dampak signifikan terhadap daerah. Pemotongan anggaran tersebut memengaruhi transfer dana ke daerah dan secara otomatis menghambat laju pembangunan infrastruktur.

“Sekarang itu lagi efisiensi. Banyak sekali anggaran kita yang dipangkas, sehingga transfer ke daerah dan pembangunan ikut terkendala,” jelasnya.

💡 Harapan dan Optimisme Masa Depan Infrastruktur Kalteng

Meskipun menghadapi kendala anggaran saat ini, anggota DPRD dari fraksi Pro Kalteng ini tetap menyimpan optimisme. Ia meyakini bahwa situasi keuangan nasional akan membaik dalam beberapa tahun ke depan.

“Harapan kita mudah-mudahan tahun 2026 dan 2027 bisa kembali normal,” tutupnya.

Normalisasi anggaran diharapkan dapat mengembalikan fokus dan sumber daya yang cukup untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh, termasuk melanjutkan proyek penting seperti Pile Slab Pangkalan Bun-Kolam yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian wilayah. (Ingkit)

Berita Terkait

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?
Situasi Keamanan Arab Saudi Memanas, Jadwal Piala Asia 2027 Terancam Diundur
Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!
Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Senin, 2 November 2026 - 18:32 WIB

Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Berita Terbaru