Blunder Live IG Eri Cahyadi: Admin Hening Dzikrillah Minta Maaf dan Resign, Apa Isi Percakapannya?

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Admin Instagram Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Instagram)

Admin Instagram Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Instagram)

1TULAH.COM-Jagat media sosial dihebohkan oleh insiden audio bocor dari siaran langsung (live) akun resmi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Candaan internal yang tak sengaja terekam itu berbuntut panjang, memaksa sang admin, Hening Dzikrillah, mengajukan pengunduran diri secara terbuka.

Kejadian yang kini viral ini menjadi sorotan tajam, mengingatkan pentingnya etika dan kehati-hatian dalam mengelola komunikasi publik digital, terutama bagi pejabat pemerintah.

Mikrofon Aktif Saat Jeda: Blunder yang Gemparkan Warganet

Insiden terjadi ketika siaran langsung kegiatan lapangan Wali Kota Surabaya dihentikan sementara atau dijeda. Sayangnya, mikrofon yang masih aktif tanpa sengaja menangkap percakapan antara Hening Dzikrillah dan rekannya.

Dalam percakapan yang terekam jelas tersebut, terdengar Hening melontarkan candaan perencanaan konten terkait dokumentasi kegiatan Eri Cahyadi.

“Nek koyo gini, Mat, kan bagus tuh Bapak turun. Video kita simpen dulu ae. Bebeh besok hujan bisa dipakai. Yo. Kepok-kepok keliling. Nek iki lek wis ngene nggak metu suarane yo? Nggak tahu, soale jeda,” tutur sang admin perempuan dalam bahasa Jawa.

Terjemahan bebas dari kalimat tersebut, terutama frasa “Kepok-kepok keliling” (seolah-olah keliling/pura-pura), memicu reaksi negatif dari warganet. Publik menilai candaan itu tidak pantas karena mengesankan aktivitas lapangan Wali Kota hanyalah bahan konten semata atau bahkan pencitraan yang dapat direkayasa.

Baca Juga :  Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Permintaan Maaf Penuh Tanggung Jawab dan Keputusan Mundur

Menanggapi gejolak yang ditimbulkan, Hening Dzikrillah segera mengambil langkah bertanggung jawab. Melalui video pendek di akun Instagram pribadinya (@heningdzikrillah) pada Minggu (2/11/2025), ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka sambil menahan tangis.

“Terkait pengelolaan akun media sosial milik Pak Wali Kota Surabaya, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas apa yang saya lakukan. Ini murni kesalahan pribadi saya,” tutur Hening.

Hening mengakui bahwa candaannya tersebut dapat berdampak buruk pada citra Eri Cahyadi. Ia juga menegaskan bahwa Wali Kota Eri Cahyadi sama sekali tidak terlibat langsung dalam urusan pengunggahan konten di media sosial.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional, Hening Dzikrillah menyatakan pengunduran dirinya.

“Dengan penuh rasa tanggung jawab, saya memohon maaf kepada Pak Wali, dan saya mengajukan permohonan pengunduran diri,” pungkasnya.

Gelombang Dukungan Warganet: dari Kritik Berubah Menjadi Simpati

Menariknya, meskipun sebelumnya dihujani kritik, postingan permohonan maaf dan pengunduran diri Hening justru menuai banyak dukungan dari warganet. Publik merespons positif atas keberanian dan kejujuran Hening dalam menanggung kesalahan.

  • “Kak Hening semangat ya. It’s okay, semua akan terlewati, yang kuat ya kak,” dukung seorang warganet, memberikan semangat.
  • “Rispek untuk keberanian meminta maaf mbak. Terlepas dari itu sekarang logikanya jika kerjanya bapak [@ericahyadi_] terbukti baik kerja nyata, tentu tidak akan terbesit pada tim humas untuk membuat konten epok-epok (seakan-akan)…” imbuh warganet lain dengan pandangan kritis.
  • “Udah jangan nangis mbak, kita semua malah berterima kasih sama kamu,” ujar warganet lainnya, menunjukkan empati.
Baca Juga :  Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Insiden ini menjadi pelajaran berharga mengenai human error dalam pengelolaan media sosial pejabat publik. Setiap jeda, setiap bisikan, kini berpotensi menjadi headline dan dapat mempengaruhi citra digital pemerintah secara luas. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terbaru