Mengapa Kalteng Terlewat? Pertanyaan Besar di Balik Peluncuran 16 Sekolah Garuda Unggulan Prabowo

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMAN Banua Kalsel Resmi Diperkenalkan Jadi Sekolah Garuda Transformasi. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

SMAN Banua Kalsel Resmi Diperkenalkan Jadi Sekolah Garuda Transformasi. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

1TULAH.COM-Dunia pendidikan Indonesia kembali mencatat sejarah baru dengan diperkenalkannya Sekolah Garuda, program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta penguasaan sains dan teknologi.

Namun, di tengah euforia peluncuran 16 titik lokasi di seluruh Indonesia, muncul pertanyaan besar dari publik, khususnya di Kalimantan Tengah (Kalteng): Mengapa Kalteng tidak termasuk, padahal sempat disurvei?

Salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi adalah SMA Negeri Banua Kalimantan Selatan (SMAN Banua Kalsel). Acara peluncuran program nasional ini berlangsung serentak dengan tema “Mengenal Sekolah Garuda: Harapan Baru Pendidikan Unggul.”

Di Kalsel, peluncuran dipusatkan di SMAN Banua Kalsel dan dihadiri oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, serta sejumlah tokoh penting lainnya.

Sekolah Garuda: Implementasi Asta Cita dan PHTC

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), sebuah inisiatif nasional yang menjadi wujud nyata implementasi Asta Cita poin keempat Presiden Prabowo, yaitu peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.

“Hari ini, 8 Oktober, adalah hari yang bersejarah, terutama untuk Kalimantan Selatan. Bapak Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program luar biasa bernama Sekolah Garuda, dan di sini, SMAN Banua Kalsel menjadi Sekolah Garuda Transformasi,” ujar Riefky.

Baca Juga :  Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Program ini, menurutnya, adalah transformasi menyeluruh yang bertujuan mencetak generasi muda Indonesia berdaya saing tinggi, siap go international, dan mampu kembali membangun bangsa.

Riefky menjelaskan, sains, teknologi, dan inovasi menjadi fondasi utama. Negara maju, katanya, dibangun oleh masyarakat yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sains, teknologi, dan inovasi adalah dasar yang diharapkan oleh Bapak Presiden. Ini akan menjadi modal besar bagi anak-anak kita agar mampu menembus universitas-universitas sains dan teknologi terbaik di dunia,” jelasnya.

Pertanyaan Publik Kalteng: Jejak Kunjungan yang Belum Berbuah Hasil

Meskipun visi program ini disambut baik, absennya Kalimantan Tengah dalam daftar 16 lokasi awal menjadi sorotan. Sebelumnya, lokasi di Kalteng, khususnya di Kasongan, Kabupaten Katingan dan Kalampangan, Kota Palangka Raya, sempat menjadi perhatian dan bahkan dikunjungi oleh perwakilan dari Kementerian, yaitu Wakil Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Wamendikristekdikti) Prof. Stella.

Kunjungan tersebut sempat menumbuhkan harapan besar bagi masyarakat dan pemerintah daerah Kalteng bahwa salah satu sekolah di sana akan diangkat menjadi bagian dari program unggulan nasional ini, mengingat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains dan teknologi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca Juga :  Harga Pangan Hari Ini 22 April 2026: Kelompok Cabai dan Minyak Goreng Melonjak Tajam

Mengapa dua lokasi yang telah disurvei—Kasongan dan Kalampangan—kemudian tidak termasuk dalam 16 titik peluncuran awal Sekolah Garuda?

Pertanyaan ini penting dijawab oleh pemerintah pusat. Kalteng, dengan potensi SDA melimpah dan posisi strategisnya, sangat membutuhkan dukungan program pendidikan berkelas dunia seperti Sekolah Garuda untuk menyiapkan generasi yang mampu mengelola potensi tersebut dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perbedaan Filosofi: Sekolah Garuda vs Sekolah Rakyat

Riefky juga menjelaskan perbedaan antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat—dua pendekatan pendidikan utama pemerintahan Prabowo:

  • Sekolah Rakyat: Tujuannya adalah memutus rantai kemiskinan dengan membantu anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan pekerjaan layak.
  • Sekolah Garuda: Fokus pada peningkatan kemampuan sains dan teknologi agar siswa memiliki peluang lebih besar masuk perguruan tinggi nasional maupun internasional.

Dengan dua pendekatan terpadu ini, pemerintah berupaya menyentuh dua lapisan masyarakat sekaligus.

Meski demikian, masyarakat Kalteng tetap berharap agar pemerintah pusat dapat segera memasukkan provinsi ini dalam gelombang kedua program Sekolah Garuda, demi memastikan generasi muda di wilayah tengah Kalimantan juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan berkualitas global. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan
Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:02 WIB

Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Jumat, 24 April 2026 - 07:07 WIB

Skandal Korupsi PT AKT: Kejaksaan Agung Tetapkan 3 Tersangka Baru, Libatkan Eks Kepala Syahbandar Rangga Ilung

Jumat, 24 April 2026 - 06:57 WIB

Heboh Wacana Tarif Kapal Selat Malaka: Malaysia Protes Keras, Menlu Sugiono Beri Klarifikasi Tegas

Berita Terbaru