Meta Buka Suara Soal Wacana Satu Orang Satu Akun Media Sosial: Siap Konsultasi dengan Pemerintah RI

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Meta. [Chris Delmas/AFP]

Logo Meta. [Chris Delmas/AFP]

1TULAH.COM-Wacana pembatasan satu orang satu akun media sosial yang digulirkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) beberapa waktu lalu mendapat tanggapan dari Meta, perusahaan induk yang menaungi platform besar seperti Facebook dan Instagram.

Sebagai pemain utama di ranah digital Indonesia, pandangan Meta menjadi krusial dalam diskusi mengenai regulasi ini.

Belum Punya Informasi Resmi, Tapi Siap Bekerja Sama

Menanggapi wacana tersebut, Philip Chua, Director of Public Policy for Products APAC Meta, mengakui bahwa pihaknya belum memiliki informasi resmi atau detail apapun mengenai rencana pembatasan akun ganda ini.

“Saya rasa kami belum punya informasi apa pun tentang hal ini,” kata Philip Chua dalam konferensi pers virtual pada Selasa (30/9/2025), mengindikasikan bahwa usulan tersebut masih dalam tahap awal pembahasan di tingkat pemerintah.

Meskipun demikian, Philip Chua menegaskan bahwa Meta siap mengambil peran proaktif. Perusahaan asal Amerika Serikat ini menyatakan kesiapannya untuk berkonsultasi dan bekerja sama erat dengan Pemerintah RI, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Komitmen Meta untuk Ruang Digital yang Lebih Aman

Fokus utama Meta dalam kolaborasi ini adalah untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, terutama bagi para remaja di Indonesia. Philip Chua menyoroti penggunaan layanan Meta oleh anak muda dan pentingnya upaya bersama untuk memastikan keamanan mereka.

Baca Juga :  KPK Dampingi Direksi WNA Garuda Indonesia Isi Laporan Harta Kekayaan

“Mungkin saya ingin menekankan di sini juga bahwa saya rasa kami telah menggunakan semua layanan yang digunakan anak muda di sekolah,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, “Jadi tentu saja, kami sedang berkonsultasi dengan Komdigi tentang bagaimana kami dapat melakukan hal ini dengan lebih baik di seluruh industri dengan semua aplikasi yang digunakan anak muda di sini.” Hal ini menunjukkan bahwa Meta berkeinginan untuk berdiskusi mengenai standar keamanan industri secara keseluruhan, tidak hanya terbatas pada platform mereka.

Latar Belakang Wacana: Menghadapi Akun Ganda dan Isu Provokasi

Wacana “satu orang satu akun” ini muncul dari kekhawatiran anggota Komisi I DPR RI terhadap penyalahgunaan akun ganda yang dinilai merusak dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Anggota DPR RI, Oleh Soleh, menggarisbawahi dampak negatif dari adanya akun ganda. “Baik di YouTube, di Instagram, di TikTok, akun ganda ini kan sangat-sangat merusak. Akun ganda ini kan pada akhirnya disalahgunakan. Pada akhirnya, bukan mendatangkan manfaat bagi masyarakat, bagi pemakai yang asli tentunya,” ujar Oleh.

Baca Juga :  Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Senada, Bambang Haryadi, Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR, menyarankan agar setiap individu hanya diperbolehkan memiliki satu akun di setiap platform media sosial. Ia mencontohkan aturan di Swiss yang membatasi penggunaan satu nomor ponsel per warga untuk berbagai layanan, termasuk media sosial, sebagai upaya untuk memastikan akuntabilitas.

Bambang juga menyinggung fenomena akun anonim dan pendengung (buzzer) yang sering memprovokasi isu-isu tertentu. Menurutnya, akuntabilitas di media sosial sangat penting untuk mengatasi lingkungan digital yang “brutal” dan mencegah penyebaran isu yang dimanipulasi (digoreng).

“Kita kan paham bahwa era media sosial ini sangat sedikit brutal ya, kadang isu yang belum pas, kadang dimakan dengan digoreng sedemikian rupa hingga membawa pengaruh kepada kelompok-kelompok yang sebenarnya kelompok-kelompok rasional,” terang Bambang.

Respons Meta menunjukkan sikap terbuka dan kesediaan untuk berdialog dengan Pemerintah RI mengenai regulasi di ruang digital. Meskipun belum ada informasi detail mengenai implementasi wacana satu orang satu akun, diskusi ini diharapkan dapat mematangkan kebijakan yang tidak hanya mengatasi masalah akun ganda dan provokasi, tetapi juga menjamin keamanan pengguna, terutama remaja, di ranah media sosial. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180
Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Kamis, 16 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkab Bartim Mediasi Sengketa Lahan Warga Desa Unsum dengan PT Bartim Coalindo dan PT MUTU

Berita Terbaru