Kesenjangan Seleksi PPPK! GTT Swasta Kalteng Audiensi ke DPRD, Tolak Aturan Larangan Ikut Tes

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Komisi III DPRD Kalimantan Tengah menerima audiensi perwakilan guru tidak tetap (GTT) sekolah swasta pada Selasa (23/9/2025), di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kalteng. Foto:Istimewa

Jajaran Komisi III DPRD Kalimantan Tengah menerima audiensi perwakilan guru tidak tetap (GTT) sekolah swasta pada Selasa (23/9/2025), di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kalteng. Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menerima audiensi perwakilan Guru Tidak Tetap (GTT) sekolah swasta di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kalteng, Selasa (23/9/2025).

Pertemuan ini menjadi wadah bagi para guru swasta untuk menyuarakan keluhan serius terkait kebijakan yang melarang mereka untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

GTT Swasta Terdaftar di BKN, Tapi Dilarang Seleksi

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, membenarkan adanya polemik ini. Ia mengungkapkan bahwa GTT sekolah swasta sejatinya sudah terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk program PPPK. Namun, adanya aturan dari kementerian justru menjadi penghalang bagi mereka untuk ikut seleksi.

“Jadi intinya kenapa masuk database kok tidak diikutkan. Harapannya mereka minta kita memperjuangkan supaya bisa diikutkan dan diusulkan ke OPD terkait, dalam hal ini BKAD kemudian Dinas Pendidikan Kalteng untuk difasilitasi,” jelas Sugiyarto.

Inti permasalahan terletak pada adanya diskriminasi kebijakan, di mana status mereka di database BKN tidak menjamin hak mereka untuk berkompetisi dalam seleksi PPPK.

Baca Juga :  Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Tiga Tuntutan Utama Guru Swasta Kalteng

Dalam pertemuan tersebut, para guru menyampaikan tiga tuntutan utama yang mendesak untuk segera ditindaklanjuti:

  1. Hapus Kesenjangan Sosial: Guru swasta menyoroti kesenjangan sosial yang muncul akibat adanya larangan bagi mereka untuk ikut seleksi PPPK sejak tahun 2024. Mereka merasa hak mereka untuk mendapatkan kepastian status dan kesejahteraan terabaikan.
  2. Kesempatan atau Pengangkatan Langsung: Mereka menuntut adanya kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi PPPK seperti guru honorer negeri. Alternatif lain, mereka meminta agar ada pengangkatan langsung menjadi PPPK, terutama didasarkan pada lama masa pengabdian mereka.
  3. Kuota Khusus: GTT swasta menuntut adanya kuota khusus bagi mereka yang memiliki sertifikat pendidik dan telah mengabdi puluhan tahun di sekolah swasta.

Kekhawatiran Distribusi PPPK Negeri ke Sekolah Swasta

Selain isu seleksi, para guru swasta juga menyuarakan penolakan mereka terhadap rencana distribusi guru PPPK negeri ke sekolah swasta. Mereka khawatir kebijakan ini akan menimbulkan masalah baru dan secara langsung mengancam keberadaan guru swasta yang sudah lama mengajar.

Baca Juga :  Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

“Guru swasta khawatir, dengan lulusnya PPPK ini akan didistribusikan ke sekolah swasta sehingga keberadaan mereka akan terganggu,” ujar Sugiyarto, menirukan kekhawatiran para guru.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Kalteng menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan konfirmasi kepada Dinas Pendidikan Kalteng. Hasil konfirmasi tersebut melegakan: distribusi guru PPPK yang sudah lulus tidak akan dilakukan ke sekolah swasta.

“Distribusi itu tidak ada, mungkin hanya diperbantukan, misalnya di sekolah swasta tidak ada guru kimia, maka diminta bantuan untuk mengajar di sana sesuai jam pelajaran yang dibutuhkan,” tegas Sugiyarto, memastikan bahwa fungsi guru swasta yang sudah ada tidak akan terancam oleh kebijakan distribusi.

DPRD Kalteng kini berjanji akan menindaklanjuti aspirasi GTT swasta tersebut dengan mengusulkannya kepada OPD terkait, demi memperjuangkan kesetaraan dan kepastian nasib para guru yang telah lama mengabdi di Bumi Tambun Bungai. (Ingkit)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru