1TULAH.COM-Kabar duka menyelimuti laga tim nasional Indonesia U-23 melawan Lebanon U-23 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Seorang suporter setia, Djalu Ariel Fristianto, dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya jatuh pingsan di stadion.
Djalu merupakan anggota dari kelompok suporter Ultras Garuda Lamongan yang hadir langsung untuk memberikan dukungan kepada skuad Garuda Muda.
Insiden tragis ini terjadi sebelum pertandingan dimulai, sekitar pukul 19.30 WIB. Menurut laporan, Djalu mendadak pingsan di area stadion. Tim medis yang bertugas segera memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.
Kronologi dan Reaksi dari Komunitas Suporter
Meskipun tim medis telah berupaya maksimal, nyawa Djalu tak dapat diselamatkan. Kabar duka ini dengan cepat menyebar di kalangan suporter, terutama dari komunitas Ultras Garuda. Melalui akun media sosial resminya, Ultras Garuda menyampaikan rasa duka yang mendalam.
“Telah berpulang ke rahmatullah saudara kami, Djalu Ariel Fristianto,” tulis akun tersebut, yang langsung mendapat respons duka cita dari ribuan suporter lainnya. Kabar ini tentu sangat memukul komunitas suporter, yang selama ini dikenal sangat solid dan militan dalam mendukung timnas.
Sementara itu, pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan Lebanon U-23 berakhir dengan skor imbang 0-0. Meski Garuda Muda tampil dominan, mereka tak mampu mencetak gol kemenangan. Namun, hasil akhir tak lagi menjadi fokus utama setelah kabar duka itu tersebar.
Pemain dan PSSI Beri Penghormatan
Setelah peluit panjang berbunyi, para pemain Timnas Indonesia mengetahui kabar tragis ini. Marc Klok, salah satu gelandang timnas, terlihat menjelaskan situasi kepada rekan-rekannya yang lain. Sebagai bentuk penghormatan, para pemain kemudian berjalan mengitari lapangan untuk menyapa dan berterima kasih kepada seluruh suporter yang hadir, termasuk memberikan penghormatan terakhir untuk mendiang Djalu.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga menyampaikan belasungkawa secara resmi atas kejadian ini.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya salah satu suporter Ultras Garuda, saudara Djalu Ariel Fristianto,” kata Erick Thohir.
Ucapan ini menegaskan bahwa PSSI dan seluruh elemen timnas sangat peduli terhadap suporter sebagai bagian tak terpisahkan dari sepak bola Indonesia. Kehilangan Djalu Ariel Fristianto menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya keselamatan dan kesehatan suporter dalam setiap gelaran pertandingan. (Sumber:Suara.com)
























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

