Identifikasi Korban Kecelakaan Helikopter BK117 D3 Selesai, 3 Jasad WNA Siap Dipulangkan!

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Muhammad El Yandiko (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers Operasi DVI Polri Kecelakaan Helikopter BK117 D3 di RS Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (6/9/2025) malam. [ANTARA/Tumpal Andani Aritonang]

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes dr Muhammad El Yandiko (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers Operasi DVI Polri Kecelakaan Helikopter BK117 D3 di RS Bhayangkara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (6/9/2025) malam. [ANTARA/Tumpal Andani Aritonang]

1TULAH.COM-Kabar duka yang menyelimuti insiden kecelakaan helikopter BK117 D3 di kawasan hutan Desa Emil Baru, Mentewe, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, perlahan mulai menemukan titik terang.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah berhasil menyelesaikan proses identifikasi terhadap tiga jasad warga negara asing (WNA) yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

Menurut Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Kalimantan Selatan, Kombes dr. Muhammad El Yandiko, ketiga jasad WNA tersebut sudah bisa diambil oleh pihak keluarga di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banjarmasin mulai Minggu, 7 September 2025. Proses pengambilan jasad ini sepenuhnya diserahkan kepada kewenangan masing-masing pihak keluarga.

Proses Identifikasi yang Berbeda

Dr. El Yandiko menjelaskan bahwa tim DVI telah menyelesaikan identifikasi ketiga jasad WNA pada Sabtu, 6 September 2025, sekitar pukul 17.00 WITA. Proses identifikasi ini berjalan lebih cepat dibandingkan lima jasad WNI lainnya yang masih dalam tahap identifikasi.

“Catatan medis jasad WNA lebih lengkap, mulai dari rontgen gigi, dan properti yang mudah dikenali,” jelas dr. El Yandiko. Kelengkapan data ini sangat membantu tim DVI dalam mempercepat proses identifikasi.

Identifikasi dilakukan melalui berbagai cara, seperti pemeriksaan properti atau tanda khusus yang tidak hilang di tubuh korban, misalnya:

  • Tato dan Tindik: Tanda permanen pada tubuh yang dapat menjadi petunjuk kuat.
  • Bekas Operasi: Adanya bekas luka operasi yang unik dapat mempermudah identifikasi.
  • Perhiasan: Cincin, kalung, atau benda lain yang melekat erat di tubuh.
  • Barang Bawaan: Barang-barang seperti jam tangan, dompet, atau identitas lain yang ditemukan di lokasi juga sangat membantu.
Baca Juga :  Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan 'Tradisi' Suami

Tantangan dalam Identifikasi Korban WNI

Berbeda dengan korban WNA, proses identifikasi lima jasad WNI menemui kendala. Menurut dr. El Yandiko, kondisi jasad WNI cukup parah akibat terbakar. Selain itu, kondisi tubuh yang rusak menyebabkan properti yang melekat sulit dikenali.

“Jika kondisi tubuh rusak dalam kondisi membusuk tingkat lanjut pada kulit dan jaringan kulit, properti cukup sulit dikenali,” ujarnya.

Dalam kondisi seperti ini, catatan gigi menjadi sangat krusial. Catatan gigi membantu tim DVI untuk membandingkan data post-mortem (setelah kematian) dengan data ante-mortem (sebelum kematian) yang diberikan oleh keluarga korban. Properti yang melekat di badan dan tidak rusak juga menjadi bukti kuat yang tidak bisa diremehkan.

Kronologi Kecelakaan dan Evakuasi

Helikopter BK117 D3, yang membawa delapan orang, hilang kontak pada Senin, 1 September 2025, sekitar pukul 08.54 WITA. Helikopter tersebut ditemukan pada Rabu, 3 September 2025, sekitar pukul 14.45 WITA di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, di kawasan hutan Desa Emil Baru, Kecamatan Mentewe, Tanah Bumbu.

Baca Juga :  Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Proses evakuasi yang dipimpin oleh Pejabat On Scene Commander (OSC) melibatkan seluruh tim Search and Rescue (SAR) darat. Setelah berjuang keras, tim berhasil mengevakuasi seluruh jasad pada Kamis, 4 September 2025, sekitar pukul 21.50 WITA.

Adapun delapan korban dalam kecelakaan tragis ini adalah:

  • Pilot: Kapten Haryanto (Batam)
  • Teknisi: Hendra Darmawan (Luwu, Sulawesi Selatan)
  • Penumpang WNA:
    • Mark Werren (Australia)
    • Santha Kumar Prabhakaran (India)
    • Claudine Pereira Quito (Brasil)
  • Penumpang WNI:
    • Iboy Irfan Rosa (Kuantan Singingi, Riau)
    • Yudi Febrian Rahman (Pekan Baru, Riau)
    • Andys Rissa Pasulu (Balikpapan, Kalimantan Timur)

Dengan selesainya proses identifikasi tiga jasad WNA, keluarga korban kini dapat memulai proses pemulangan jenazah ke negara asal. Sementara itu, tim DVI terus bekerja keras untuk mengidentifikasi lima korban WNI lainnya, agar keluarga dapat segera menemukan kepastian dan memulai proses pemakaman. (*Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 
KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo
Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi
Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka
Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!
Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 15:29 WIB

Buka Turnamen Futsal PWI se-DAS Barito, Wabup Rahmanto:  Perkuat Solidaritas Insan Pers 

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:41 WIB

KPK Sita Barang Bukti Senilai Rp21,2 Miliar dalam Kasus OTT Bupati Sukoharjo

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:53 WIB

Usut Tuntas Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Komisi III DPR Resmi Bentuk Panja Mega Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:39 WIB

Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Desa, DPRD Kalteng Soroti Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:22 WIB

Babak Baru Kasus Asabri: Kortastipidkor Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan DR Sebagai Tersangka

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:24 WIB

Prancis Tembus Semifinal Piala Dunia, Laga Pembuka Barcelona di La Liga 2026-2027 Resmi Ditunda!

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:04 WIB

Bongkar Modus Korupsi Bupati Sukoharjo: Potong Insentif Pegawai 40% dan Lanjutkan ‘Tradisi’ Suami

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:43 WIB

Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Kejagung Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan

Berita Terbaru