Menteri PPPA Minta Maaf Akui Negara Gagal Lindungi Anak Usai Siswa SMK Tewas Ikut Demo di DPR

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi saat melayat ke rumah duka Andika Lutfi Fala (sumber: suara.com)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi saat melayat ke rumah duka Andika Lutfi Fala (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, mengunjungi rumah duka Andika Lutfi Fala (16), seorang pelajar SMK yang telah meninggal dunia setelah terlibat dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada tanggal 28 Agustus lalu.

Arifah menyampaikan rasa duka cita atas kepergian Andika.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita bersama untuk meningkatkan pengawasan keluarga, termasuk meningkatkan komunikasi antara orang tua dengan anak-anaknya,” ujar Arifah dalam keterangannya.

Dalam lawatannya ke rumah keluarga korban di Kabupaten Tangerang pada Rabu (3/9), Arifah mengungkapkan permohonan maafnya atas kelalaian negara dalam melindungi anak-anak. Dia menghormati keputusan keluarga korban yang memilih untuk tidak membawa masalah ini ke jalur hukum. Meskipun demikian, dia juga menekankan bahwa kejadian ini perlu menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak.

Baca Juga :  Klasemen BRI Super League 2025/2026: Borneo FC Tempel Ketat Persib, Selisih Kini Hanya 2 Poin!

“Kami memohon maaf atas kekurangan negara dalam melindungi anak, yang berujung pada hilangnya satu nyawa berharga anak kita. Seluruh anak Indonesia adalah anak kita bersama, mari saling bergandeng tangan dan bahu membahu agar kejadian ini tidak terulang kembali,” tuturnya.

Arifah meminta kepada kepolisian untuk menggunakan cara yang lebih manusiawi dan memperhatikan keberadaan kelompok yang rentan, termasuk anak-anak dalam kerumunan atau aksi demonstrasi.

Andika menjadi satu-satunya anak yang meninggal dalam rangkaian aksi protes tersebut.

Ia menjalani perawatan di RSAL Dr. Mintohardjo akibat cedera parah di kepala akibat terkena benda keras, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Baca Juga :  Bantah Intimidasi, Istri Eks Wamenaker Noel Akan Laporkan Irvian Bobby ke Polisi

Menurut informasi dari keluarganya, Andika diduga terlibat dalam aksi tersebut karena diajak teman tanpa sepengetahuan orang tua atau pihak sekolah.

Keadaan ini semakin buruk karena ia tidak memiliki ponsel dan kehilangan kartu identitas saat mendaki gunung beberapa waktu lalu.

Ayah Andika, Abdul Gofur, menyatakan telah merelakan kepergian anaknya dan memilih untuk tidak membawanya ke jalur hukum.

“Mungkin sudah takdirnya. Kami tidak menyalahkan siapapun dan tidak menuntut apapun, yang penting dia tenang di sana. Kalau dibilang sedih, sedih banget. Kenang-kenangan sama dia itu terbayang semua. Saya kalau masuk kamarnya tidak sanggup, terbayang semua. Saya sayang, mungkin Allah lebih sayang,” ujar Abdul.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri
Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:24 WIB

Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Jumat, 24 April 2026 - 08:56 WIB

Kerusakan Jalan di Puruk Cahu Disorot DPRD Kalteng

Jumat, 24 April 2026 - 07:28 WIB

DAD Bartim Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Kesiapan Pelantikan Pengurus di 10 Kecamatan

Berita Terbaru