Helikopter Airbus H145 Hilang Kontak: Diduga Berada di Wilayah Palangka Raya, Basarnas Lakukan Pencarian 8 Penumpang dan Kru

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Helikopter Airbus H145 PK-RGH yang dioperasikan APRIL hilang kontakn [Ist/Kabarkalselku]

Helikopter Airbus H145 PK-RGH yang dioperasikan APRIL hilang kontakn [Ist/Kabarkalselku]

1TULAH.COM-Sebuah insiden penerbangan yang menggemparkan terjadi di Kalimantan. Sebuah helikopter jenis Airbus H145 dengan kode registrasi PKRGH, yang dioperasikan oleh maskapai Eastindo untuk perusahaan APRIL, dilaporkan hilang kontak. Kejadian ini terjadi saat helikopter berada dalam penerbangan dari Kotabaru, Kalimantan Selatan (WAOK) menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah (WAGG).

Kabar ini pertama kali mencuat ke publik melalui pengamat aviasi, Gerry Soejatman, di media sosialnya, yang kemudian memicu respons cepat dari berbagai pihak. Operasi pencarian dan pertolongan pun segera diaktifkan dengan fokus utama menemukan delapan orang yang berada di dalam helikopter, terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Kronologi Singkat Hilangnya Kontak

Helikopter PKRGH lepas landas dari Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru, pada pukul 07.46 WIB. Menurut jadwal, helikopter seharusnya tiba di Bandara Tjilik Riwut, Palangka raya, pada pukul 09.15 WIB. Namun, komunikasi terputus hanya sepuluh menit setelah lepas landas, tepatnya pada pukul 07.54 WIB.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!

Data penerbangan, termasuk dari Flightradar24, menunjukkan bahwa kontak terakhir helikopter tercatat saat berada di ketinggian 3.000 kaki, sekitar 10 nautical mile (NM) dari bandara asal. Plot 3D dari data tersebut menjadi petunjuk penting untuk menentukan area pencarian.

Upaya Pencarian Intensif Libatkan Berbagai Pihak

Menyusul laporan kehilangan kontak, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) segera dibentuk. Badan SAR Nasional (Basarnas) bertindak sebagai koordinator utama, bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti otoritas bandara, kepolisian, dan tim internal dari Eastindo dan APRIL.

Area fokus pencarian adalah di sekitar 10 NM dari Kotabaru. Tim SAR menghadapi tantangan berat karena kondisi geografis di wilayah tersebut yang diduga merupakan hutan lebat atau area pegunungan. Operasi ini berlangsung intensif dengan harapan dapat menemukan lokasi helikopter secepat mungkin.

Baca Juga :  Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah: Resmi Ditahan di Rutan KPK Selama 20 Hari

Misteri di Balik Insiden

Helikopter Airbus H145 dikenal sebagai pesawat serbaguna yang handal, sering digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk layanan medis darurat dan penerbangan korporat. Helikopter ini disewa oleh APRIL, perusahaan di sektor pulp dan kertas, untuk memfasilitasi mobilitas personel.

Meskipun laporan cuaca tidak tersedia, hilangnya kontak pada ketinggian yang relatif rendah dan dalam waktu singkat setelah lepas landas menimbulkan banyak pertanyaan. Prioritas utama saat ini adalah menemukan lokasi pesawat untuk memastikan kondisi delapan orang di dalamnya.

Hingga saat ini, Redaksi Suara.com (1TULAH.COM) masih berusaha mengonfirmasi infornasi terkait kabar hilangnya helikopter ini. Pembaca bisa menantikan kabar terbaru atau kebenaran terkini melalui kanal Suara.com maupun informasi resmi terkait..

Semoga operasi pencarian yang sedang berlangsung dapat membuahkan hasil secepatnya dan memberikan kejelasan bagi pihak keluarga yang menanti. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun
Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi
Potret Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja di Pernikahan Putra Boy Thohir
DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!
Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR
Sorotan Publik Usai Febrie Adriansyah Tiba di KPK Tanpa Baju Tahanan, Kejagung: “Buru-buru”
M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours
BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:20 WIB

Olah TKP Kasus Kematian Penjaga Rumah Febrie Adriansyah: Polisi Tegaskan Belum Temukan Racun

Senin, 27 Juli 2026 - 11:51 WIB

Kabur Usai Diskriminasi Warga Lokal di Bali, Duo WNA Belanda Resmi Dicekal Imigrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 11:43 WIB

Potret Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja di Pernikahan Putra Boy Thohir

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:38 WIB

DPRD Kalteng Dorong OPD Percepat Digitalisasi: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan Wajib!

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:32 WIB

Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:24 WIB

Sorotan Publik Usai Febrie Adriansyah Tiba di KPK Tanpa Baju Tahanan, Kejagung: “Buru-buru”

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:43 WIB

M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:14 WIB

BUMD Kalteng Dituntut Dikelola Profesional demi Perkuat Kemandirian Fiskal

Berita Terbaru