Buntut Teguran Keras di Kongres Bali? Megawati Copot Bambang Pacul dari Ketua DPD PDIP Jateng

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase Bambang Pacul dan Megawati Soekarnoputri. [Dok. Istimewa]

Kolase Bambang Pacul dan Megawati Soekarnoputri. [Dok. Istimewa]

1TULAH.COM-Kabar mengejutkan datang dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, resmi melakukan perombakan kepemimpinan di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Tengah. Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.

Sebagai gantinya, Megawati menunjuk FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPC PDIP Kota Solo, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Keputusan strategis ini mengukuhkan kembali dinamika politik di tubuh partai berlambang banteng tersebut.

Bambang Pacul Naik Jabatan, Jadi Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP

Pergantian ini bukan semata-mata karena adanya masalah internal. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP PDIP Nomor: 02/KPTS/DPP/VIII/2025 yang ditetapkan di Jakarta pada 15 Agustus 2025, alasan pencopotan Bambang Pacul adalah karena ia mendapat penugasan baru di tingkat pusat.

SK yang ditandatangani langsung oleh Megawati tersebut mengamanatkan Bambang Pacul sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif DPP PDIP Masa Bakti 2025–2030.

Penunjukan ini merupakan hasil dari Kongres VI PDIP di Bali. Aturan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai mengharuskan kader yang menduduki jabatan strategis di tingkat pusat tidak boleh merangkap jabatan di tingkat daerah. Dengan demikian, penunjukan Bambang Pacul di pusat membuat posisinya di DPD Jawa Tengah harus diserahkan kepada kader lain.

Baca Juga :  Polri Ungkap Peran Tersangka pada Kasus Impor Ilegal Ponsel Asal China

FX Hadi Rudyatmo Siap Jalankan Amanah Megawati

Ketika dikonfirmasi, FX Hadi Rudyatmo membenarkan kabar penunjukannya sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, meskipun ia mengaku belum menerima SK fisik secara langsung.

“Belum menerima surat, belum menerima secara langsung, tertulis belum. Kalau lisan ya sudah ada, namun kan saya kan tetap maunya yang tertulis,” ujar pria yang akrab disapa Rudy ini.

Rudy menegaskan bahwa ia siap menjalankan amanah tersebut dengan sepenuh hati, tanpa perlu menyakiti kader lain. Ia juga memastikan posisinya sebagai Ketua DPC PDIP Solo tidak akan terhambat oleh penugasan baru ini.

“Di Solo tanpa saya pun juga bisa jalan dan kalau ada apa-apa koordinasi kan penting, jadi komunikasi yang selalu saya lakukan,” jelasnya.

Penunjukkan Rudy menunjukkan kepercayaan penuh Megawati terhadap kader yang dikenal dekat dengan akar rumput dan memiliki rekam jejak yang solid di Solo.

Teguran Keras Megawati di Kongres Bali: Sinyal Awal Perombakan?

Pencopotan Bambang Pacul dari posisinya di Jawa Tengah tak lepas dari sorotan publik terhadap momen dramatis yang terjadi di Kongres ke-6 PDIP di Bali pada 2 Agustus 2025. Di hadapan ribuan kader, Megawati secara terbuka memberikan teguran keras yang diduga menjadi sinyal awal dari perombakan besar di tubuh partai.

Baca Juga :  Hati-hati! Ini 9 Saham Sultan dengan Kepemilikan Terpusat Versi Bursa Efek Indonesia

Saat berpidato, Megawati tiba-tiba meminta seluruh jajaran DPD PDIP Jawa Tengah, termasuk Bambang Pacul, untuk berdiri. Dengan suara tegas, ia memperingatkan mereka untuk tidak lagi mempermalukan partai. “Awas lho, jangan memalukan saya lagi lho. Ah, nggak usah teriak-teriak. Yang penting kerjaan,” tegas Megawati.

Pidato tersebut menjadi sorotan karena Megawati secara spesifik menyinggung kembali sejarah kejayaan PDIP di Jawa Tengah yang berhasil memenangkan pemilihan umum tiga kali berturut-turut.

Megawati Butuh Kader Pekerja, Bukan Retorika Politik

Lebih jauh, Megawati dalam pidatonya menyoroti gaya kepemimpinan yang dianggap terlalu sibuk dengan retorika politik. Ia menekankan bahwa PDIP harus kembali pada kerja nyata di akar rumput, bukan sekadar pencitraan.

“Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput,” tegasnya.

Titah Megawati jelas, konsolidasi PDIP harus kembali pada khittah perjuangan dengan menegakkan garis ideologi partai. “Menyatu dengan rakyat dan menegakkan garis-garis ideologi banteng,” pungkasnya.

Pergantian kepemimpinan ini tidak hanya mencerminkan dinamika internal partai, tetapi juga menjadi sinyal kuat dari Megawati bahwa PDIP akan kembali fokus pada penguatan basis ideologi dan kerja nyata di tengah masyarakat. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan PDIP tetap solid dan relevan di kancah politik nasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun
KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026
DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!
Dilema Ketum ‘Abadi’ di Indonesia: Antara Simbol Partai dan Penghambat Regenerasi
Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?
Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:21 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 - 21:17 WIB

KPK Segera Panggil Dua Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Sabtu, 25 April 2026 - 14:30 WIB

Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 10:59 WIB

DPRD Kalteng Soroti Penghentian Sementara Dapur Program SPPG: Standar BGN Harga Mati!

Sabtu, 25 April 2026 - 05:14 WIB

Beban Sejarah Indonesia: Mengapa Kita Belum Bisa Sepenuhnya Keluar dari Bayang-Bayang Orde Baru?

Sabtu, 25 April 2026 - 05:02 WIB

Mandek Sejak Reformasi, YLBHI Desak Presiden Segera Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Jumat, 24 April 2026 - 12:48 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Ustadz SAM (Syekh Ahmad Al Misry) Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Santri

Berita Terbaru

Nasional

Menkeu Purbaya Bantah Isu Uang Negara Sisa Rp120 Triliun

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:21 WIB