Kecelakaan Pesawat Tewaskan Marsma Fajar, Ini Kronologi Lengkapnya

- Jurnalis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Sebuah pesawat latih milik Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) mengalami kecelakaan dan jatuh di wilayah Ciampea, Bogor, Jawa Barat, mengakibatkan mantan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU), Marsekal Pertama TNI Fajar Adrianto, meninggal dunia.

Pesawat tersebut awalnya lepas landas dari Pangkalan Udara Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB dalam rangka menjalankan misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara.

Namun, pada pukul 09.19 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak dan kemudian ditemukan dalam kondisi jatuh di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana.

Baca Juga :  Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Jenis pesawat yang mengalami kecelakaan adalah Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan nomor registrasi PK-S126, dikemudikan langsung oleh Marsma TNI Fajar bersama kopilot bernama Roni.

Latihan ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan kemampuan personel FASI yang berada di bawah naungan TNI Angkatan Udara.

Menurut pernyataan resmi dari Kadispen AU saat ini, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, seluruh proses penerbangan telah memenuhi persyaratan legal termasuk penerbitan Surat Izin Terbang (SIT) dengan nomor SIT/1484/VIII/2025 oleh Lanud Atang Sendjaja, serta pesawat dinyatakan laik terbang.

Baca Juga :  Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Peristiwa nahas ini terjadi saat sortie kedua pada hari tersebut. Akibat insiden ini, Marsma TNI Fajar Adrianto dinyatakan gugur, sementara kopilot Roni mengalami luka berat dan sedang menjalani perawatan intensif.

Pihak TNI AU bersama unsur terkait telah melakukan evakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian, serta memastikan seluruh penanganan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Berita Terbaru