Mahasiswa Murung Raya Tewas Gantung Diri, Polisi Temukan Pesan Menyentuh di HP

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 22:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat berada di RSUD Puruk Cahu, Rabu (23/07/2025). (Foto : itulah.com)

Korban saat berada di RSUD Puruk Cahu, Rabu (23/07/2025). (Foto : itulah.com)

1tulah.com, Puruk Cahu – PV (23) remaja laki-laki di Murung Raya yang diketahui merupakan salah satu mahasiswa di Universitas di Kalteng, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Ia ditemukan tewas tergantung di dalam kamarnya di rumah orang tuanya di jalan Bondang 2, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalteng, Rabu (23/07/2025).

Korban ditemukan dengan posisi tergantung kali pertama oleh ibunya, dengan kondisi lehernya terikat tali nillon warna biru menjerat pada bagian leher korban.

Selanjutnya jasad korban PV dievakuasi ke Rumah Sakit Puruk Cahu untuk dilakukan visum Et Repertum oleh tim Nakes RSUD Puruk Cahu. Kapolsek Murung Ipda Riko Yakobus dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian.

Awalnya Ibu korban Maharani, pada hari Rabu tanggal 23 Juli 2025 sekira jam 08.00 Wib sempat pamit kepada korban untuk berangkat kerja dan pada saat pamitan tersebut korban baru bangun tidur berada di lantai bawah rumah.

Kemudian sekitar pukul 10.12 Wib, Ibu Korban mengirimkan pesan melalui Watshapp kepada korban untuk mengeluarkan ikan beku yang ada didalam kulkas agar direndam, untuk nanti selanjutnya mau dimasak.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Dari jam 10.12 wib itu watshap tidak dibuka dan tidak dibalas oleh korban.  Merasa curiga sekitar 12.00 wib, ibu korban sampai dirumah, kemudian melihat ikan sudah dimasak atau telah digoreng saat itu berada di meja dapur rumah.

“Selang beberapa waktu saat ibu korban naik ke loteng rumah lantai 2, dan kaget melihat anaknya atau korban berada di dalam kamar pada lantai 2 dengan posisi tergantung menggunakan 1 buah tali nillon warna biru terjerat pada bagian leher korban,” ujar Kapolsek.

Melihat keadaan tersebut ibu korban langsung teriak dan langsung terduduk dalam keadaan shok lemas. Mendengar teriakan ibu korba, ayah korban  yang saat itu berada di lantai bawah langsung naik ke lantai 2 untuk mendatangi istrinya dan melihat korban tergantung menggunakan tali warna biru yang diikat di kayu kuda-kuda atap rumah pada kamar tersebut.

“Melihat keadaan tersebut dan dalam keadaan panik ayah korban  spontan langsung melepaskan tali ikatan yang menjerat leher korban dan menurunkan korban untuk dibaringkan di lantai kamar loteng korban saat itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Pada saat olah TKP ditemukan 1 (satu) unit Hp merk IPhone X  milik korban, yang mana terdapat catatan atau pesan yang ditinggalkan korban kepada Orang Tuanya yang berisikan kata – kata Bahasa Dayak Maanyan yang diartikan sebagai berikut.

“Pesan Untuk Mamah Dan Papah… Mah, Pah, terima kasih atas perjuangan kalian selama ini untuk saya, kalian tidak pernah berhenti memberikan perhatian kepada saya, kasih sayang kalian ke saya, karena saya seorang anak tunggal.

Hari ini aku meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada mamah dan papah kalo selama ini aku tidak pernah bisa menjadi anak yang baik bahkan gagal, aku tidak menyalahkan kalian, aku yang gagal sebagai anak kalian, bahkan sampai detik ini pun aku tidak mampu membuat kalian bangga bahkan mengangkat derajat kalian dengan membuat kalian bahagia, justru kalian malah menderita karna kegagalanku. (*)

Berita Terkait

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla
Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas
Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Profil dan Sosok Aisyah Thisia Halijam: Istri Gubernur Kalteng yang Jadi Sorotan Publik Usai Video Catwalk Viral di Tengah Bencana Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:51 WIB

Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Luas Kebakaran Melonjak 69%, Mengapa Pemerintah Belum Tetapkan Status Bencana Nasional?

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Reses DPRD Kalteng Dapil II: Infrastruktur, Layanan Dasar, dan Pertanian Jadi Aspirasi Utama Warga Kotim-Seruyan

Berita Terbaru