Kapolri Janji Buru Mafia Pengoplos Beras Premium: Penipuan Konsumen Tak Termaafkan!

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berjanji bakal memburu para pelaku dalam praktik pengoplosan beras premium yang beredar di pasaran. (Ist)

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berjanji bakal memburu para pelaku dalam praktik pengoplosan beras premium yang beredar di pasaran. (Ist)

1TULAH.COM-Praktik culas pengoplosan beras premium yang meresahkan masyarakat kini menjadi sorotan utama. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan komitmennya untuk memburu para pelaku di balik praktik curang ini.

Langkah ini diambil menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menindak tegas tanpa pandang bulu.

Tim Bergerak, Penyelidikan Serius Dimulai

“Tim sudah bergerak dari kemarin,” kata Sigit kepada wartawan pada Rabu (23/7/2025). Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pihak kepolisian dalam menangani kasus yang merugikan konsumen dan mengganggu stabilitas pasar pangan.

Kapolri meminta publik untuk bersabar dan memberi waktu timnya bekerja, sembari menjanjikan perkembangan penyidikan akan diumumkan secara berkala. “Ya, lihat besok insya Allah ada rilis,” tambahnya, memberikan harapan akan adanya informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.

Kolaborasi dengan Kementan dan Uji Laboratorium

Sebelumnya, Kapolri memang telah berjanji akan menyelidiki dugaan kecurangan produsen beras yang mengoplos standar mutu hingga kapasitas. Saat ini, kepolisian tengah berkoordinasi erat dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menuntaskan perkara ini.

Baca Juga :  Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Langkah awal yang krusial adalah melakukan uji laboratorium terhadap beras-beras yang dicurigai dioplos. “Kita bekerjasama dengan Kementan untuk melakukan pengecekan lab terhadap mereka, progres masih berlangsung,” ungkap Sigit kepada awak media pada Kamis (17/7/2025). Hasil uji lab ini akan menjadi bukti kuat untuk menindak para pelaku.

25 Distributor Diperiksa: Modus Pengoplosan dan Pengurangan Volume

Sejauh ini, tim penyidik telah memeriksa 25 distributor atau produsen beras kemasan. Pemeriksaan ini tidak hanya berfokus pada dugaan pengoplosan, tetapi juga pada pelanggaran volume kemasan yang tidak sesuai dengan label.

“Kategori sementara, ada yang mengoplos, kemudian ada juga yang beratnya di bawah ketentuan, tidak sesuai dengan yang ada di daftar kemasan,” jelas Sigit. Ini menunjukkan adanya dua modus utama kecurangan: mencampur beras berkualitas rendah dengan beras premium, atau mengurangi volume kemasan dari berat yang tertera di label.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Analogi Menteri Pertanian: Membeli Emas 24 Karat, Dapat 18 Karat

Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga turut angkat bicara mengenai praktik ini. Ia sebelumnya mengungkapkan bahwa beberapa produsen beras memang melakukan pengoplosan. Amran bahkan mengibaratkan membeli beras premium semacam itu seperti membeli emas 24 karat, tetapi yang diterima konsumen hanya 18 karat. Analogi ini sangat gamblang menggambarkan kerugian besar yang dialami konsumen akibat praktik curang tersebut.

Komitmen Kapolri dan kolaborasi dengan Kementan diharapkan dapat segera mengungkap dan menindak tuntas para mafia beras, demi melindungi hak konsumen dan menjaga integritas pasar pangan nasional. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap
Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik
Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru
Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT
Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Rabu, 2 September 2026 - 13:31 WIB

Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Rabu, 2 September 2026 - 12:43 WIB

Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Rabu, 2 September 2026 - 12:12 WIB

Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 12:04 WIB

KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Berita Terbaru