Modifikasi Cuaca di Jabodetabek Dilanjutkan oleh BNPB hingga Besok

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa operasi modifikasi cuaca di kawasan Jabodetabek akan dilanjutkan hingga Jumat, 11 Juli, guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Meski demikian, pelaksanaan operasi ini bisa diperpanjang apabila prakiraan cuaca menunjukkan adanya peningkatan curah hujan yang signifikan.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, operasi yang dilaksanakan 24 jam nonstop ini merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Tujuan utamanya adalah untuk menurunkan intensitas hujan di kawasan padat penduduk seperti Jabodetabek guna meminimalkan risiko bencana.

Baca Juga :  Perkuat Penegakan Hukum Karhutla, Kejagung dan Polri Bakal Gelar Rakor Terbatas

Sejak dimulai, telah dilakukan 18 sorti penerbangan yang membawa bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) untuk disebar ke awan-awan yang berpotensi menurunkan hujan, terutama di wilayah pesisir utara dan selatan Jawa Barat.

Meskipun prakiraan menunjukkan adanya peningkatan curah hujan dalam waktu dekat, BNPB dan BMKG masih menganalisis apakah permukaan wilayah Jabodetabek mampu menyerap volume air tersebut secara optimal.

Analisis ini penting karena wilayah Indonesia bagian timur juga menunjukkan peningkatan aktivitas gelombang atmosfer yang turut berpotensi memicu hujan deras.

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa dan Bali disebabkan oleh aktivitas gelombang atmosfer tropis, yang turut berdampak pada banjir di wilayah Jabodetabek beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Ia menyatakan bahwa modifikasi cuaca yang telah dilakukan memberikan hasil positif dengan menurunkan curah hujan secara signifikan.

Namun, keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan operasi akan didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap tingkat risiko bencana dan kemampuan wilayah dalam menyerap hujan yang diprediksi.

Apabila wilayah masih dianggap berisiko tinggi, maka operasi kemungkinan besar akan diperpanjang.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Atasi Krisis Air Bersih hingga Infrastruktur, DPRD Kalteng Soroti Aspirasi Warga Gunung Mas

Berita Terbaru