Hilirisasi Ngebut! Prabowo Tak Segan Tinggalkan Menteri yang Lambat di Kabinet Merah Putih

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. (ist)

Presiden Prabowo Subianto. (ist)

1TULAH.COM-Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi program hilirisasi industri di Indonesia.

Dalam acara peresmian groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Minggu (29/6/2025), Prabowo tidak segan memberikan peringatan keras.

“Hilirisasi akan jalan terus. Momentum akan kita percepat. Kita mau bergerak cepat. Rakyat menuntut, mengharapkan kemajuan cepat,” kata Prabowo, menekankan bahwa percepatan pembangunan adalah keinginan utama rakyat.

Pernyataan tersebut menunjukkan tekad kuat Prabowo dalam memimpin Kabinet Merah Putih mendatang. Ia bahkan memberikan apresiasi kepada jajaran anggota kabinet yang telah menunjukkan kinerja baik dan cepat. Namun, di sisi lain, Prabowo juga menegaskan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang tidak mampu mengimbangi kecepatan kerja yang diharapkan.

“Saya terima kasih, tim saya, kabinet saya, semuanya kerja dengan baik. Kerja dengan cepat. Yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja,” tegas Prabowo, mengindikasikan kemungkinan adanya perombakan kabinet jika ada menteri yang tidak bisa memenuhi standar kinerja yang tinggi.

Cita-cita Hilirisasi dan Peran Jokowi

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan pentingnya peran Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam fondasi program hilirisasi di Indonesia. Menurut Prabowo, Jokowi adalah sosok yang memulai secara nyata program hilirisasi di era abad ke-21 ini.

Baca Juga :  Cegah Konflik Kepentingan, Kejagung Bentuk Tim Khusus Sidik Kasus Febrie Adriansyah

“Pendahulu saya, Presiden Republik Indonesia yang ketujuh, Pak Joko Widodo, lebih menekankan pentingnya hilirisasi, dan memulai secara nyata program hilirisasi di era sekarang, di era abad ke-21 ini,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, “Tadi disampaikan oleh Menteri ESDM sebagai Ketua Satgas Hilirisasi yang saya tunjuk, bahwa program ini, proyek ini mulai empat tahun yang lalu. Dengan demikian kita lihat peran dari pada Presiden Joko Widodo.”

Melalui pernyataan ini, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menghormati jasa para pendahulu. Ia menekankan bahwa pembangunan bangsa adalah sebuah perjalanan panjang, sebuah “long march” yang membutuhkan kesinambungan dari generasi ke generasi.

Optimisme Swasembada Energi Indonesia

Selain fokus pada hilirisasi, Prabowo juga menyatakan optimismenya terhadap potensi swasembada energi di Indonesia. Berdasarkan hitungan dan laporan para pakar, Prabowo meyakini swasembada energi bisa segera terwujud dalam waktu yang tidak lama.

“Saya diberitahu oleh para pakar bahwa bangsa kita ini sungguh-sungguh bisa swasembada energi dan hitungan saya tidak lama, tidak lama. Lima tahun, paling lambat enam tahun, kita bisa swasembada energi,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Salah satu kunci utama menuju swasembada energi adalah melalui pemanfaatan listrik dari tenaga surya. Prabowo menyoroti peran penting baterai dalam mewujudkan energi surya sebagai sumber utama.

“Dan listrik dari tenaga surya ya kuncinya adalah baterai,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, “Dan hari ini kita saksikan, hari ini tadi laporannya menghasilkan 15 gigawatt. Kita butuh, kalau tidak salah para pakar laporan ke saya, untuk benar-benar mandiri kita perlu mungkin 100 gigawatt.” Hal ini menunjukkan ambisi besar Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan.

Istana Tanggapi Isu Reshuffle di Kabinet Prabowo

Menanggapi pernyataan Prabowo yang tidak segan “meninggalkan di pinggir jalan” menteri yang lambat, isu reshuffle kabinet pun muncul ke permukaan. Namun, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus juru bicara Istana, Prasetyo Hadi, memastikan bahwa belum ada rencana dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perombakan atau reshuffle para menteri di Kabinet Merah Putih.

Menurut Prasetyo, pernyataan ini telah ia sampaikan sebelumnya, menegaskan bahwa memang belum ada rencana konkret untuk reshuffle kabinet saat ini. (Sumber:Suara.com)

 

 

 

Berita Terkait

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Berita Terbaru