Dari Konflik Iran-Israel hingga Prediksi Ilmuwan: Kiamat dan Hari Akhir di Tengah Perdebatan Netizen

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siapa Heinz von Foerster. (Instagram/partofus_id)

Siapa Heinz von Foerster. (Instagram/partofus_id)

1TULAH.COM-Dunia maya kembali dihebohkan dengan diskusi sengit mengenai Perang Dunia 3, dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel. Perdebatan ini tak hanya berputar pada isu geopolitik, tetapi juga merembet ke ranah eskatologi, dengan viralnya berbagai timeline kiamat di media sosial.

Namun, jauh sebelum hebohnya timeline kiamat versi konflik Timur Tengah, sebuah prediksi dari seorang ilmuwan asal Amerika Serikat bernama Heinz von Foerster pernah menjadi perbincangan hangat. Prediksi Foerster mengenai Hari Kiamat pada 13 November 2026 kembali mencuat setelah diposting oleh akun Instagram @partofus_id pada awal tahun 2025 lalu.

“Fisikawan Amerika Serikat, Heinz von Foerster memprediksi bahwa tanggal 13 November 2026 adalah hari kiamat. Tidak sembarang ramalan, dirinya memprediksi hal tersebut berdasarkan penelitiannya,” demikian bunyi caption akun tersebut, yang dikutip pada Minggu, 22 Juni 2025.

Beragam reaksi pun muncul dari netizen. Beberapa di antaranya skeptis:

  • “Kiamat bagi seluruh Amerika saya percaya,” komentar seorang netizen.
  • “Kiamat Amerika mungkin yang ia maksud,” tambah netizen lain.
  • “Yang prediksi udah mati duluan, gimana bisa dipercaya,” timpal netizen lainnya.

Siapa Sebenarnya Heinz von Foerster?

Lalu, siapa sebenarnya Heinz von Foerster yang prediksinya sempat membuat geger ini?

Heinz von Foerster adalah seorang ilmuwan Austria-Amerika yang sangat berpengaruh di bidangnya. Lahir di Wina, Austria, pada 13 November 1911, ia meninggal dunia pada 2 Oktober 2002 di California, Amerika Serikat. Sejak kecil, ia hidup di lingkungan intelektual yang sangat memengaruhi pola berpikirnya, dengan tokoh-tokoh seperti Vienna Circle dan Ludwig Wittgenstein sebagai inspirasi.

Baca Juga :  Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47

Foerster menunjukkan prestasi luar biasa dalam bidang matematika dan fisika. Ia merupakan lulusan dari Technical University of Vienna dan meraih gelar Ph.D. di bidang fisika dari University of Breslau pada tahun 1944.

Sebagai seorang fisikawan, ia dikenal sebagai penggagas Sibernetika Orde Kedua. Berbeda dengan sibernetika orde pertama yang mempelajari sistem yang diamati, sibernetika orde kedua berfokus pada sistem pengamat itu sendiri. Ilmuwan yang berhasil menggabungkan fisika dan filsafat ini memberikan kontribusi penting pada berbagai bidang, termasuk sibernetika, kecerdasan buatan (AI), biofisika, dan epistemologi.

Selain sibernetika, ia juga mendirikan Laboratorium Komputer Biologis di University of Illinois at Urbana-Champaign pada tahun 1958. Laboratorium ini menjadi pusat inovasi dalam biosika, studi tentang memori dan pengetahuan, serta komputasi paralel. Dari laboratorium inilah, komputer paralel pertama, Numa-Rete, tercipta.

Foerster juga berperan penting dalam teori Konstruktivisme, sebuah perspektif filosofis yang menyatakan bahwa realitas tidak ditemukan, tetapi dibangun oleh individu melalui interaksi mereka dengan dunia. Sebagai pemikir visioner yang menantang perspektif konvensional dan menekankan peran aktif pengamat dalam membentuk realitas mereka sendiri, ia telah menghasilkan hampir 200 makalah dan buku. Tak heran, ia dikenal sebagai ilmuwan dan penulis yang sangat produktif selama masa hidupnya. Menariknya, ia juga memiliki minat lain pada musik komputer dan sulap.

Baca Juga :  Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Prediksi Kiamat Heinz von Foerster: Peringatan, Bukan Ramalan Absolut

Prediksi “kiamat” oleh Heinz von Foerster pada Jumat, 13 November 2026, pertama kali disampaikannya dalam jurnal Science tahun 1960 bersama P. M. Mora dan L. W. Amiot. Prediksi ini muncul bukan tanpa dasar, melainkan dari perhitungan matematika mengenai pertumbuhan populasi manusia yang bersifat hiperbolik.

Penting untuk dipahami bahwa prediksi ini memang sering disebut “kiamat”, namun sebenarnya Foerster lebih menekankan pada peringatan atau sebagai ilustrasi tentang konsekuensi pertumbuhan populasi yang tidak terkendali. Ia tidak bermaksud meramalkan akhir dunia secara harfiah, melainkan menyoroti potensi titik kritis ketika sumber daya bumi tidak lagi mampu menopang jumlah penduduk yang terus bertambah.

Dalam konteks hebohnya timeline kiamat dan konflik global saat ini, prediksi Foerster ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap ramalan atau spekulasi tentang Hari Akhir, seringkali ada dasar pemikiran ilmiah atau filosofis yang patut ditelaah, meskipun tidak selalu berarti ramalan tersebut akan terwujud secara harfiah. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard
Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Selasa, 1 September 2026 - 16:50 WIB

Rotasi Kepemimpinan Polres Barsel: AKBP Jecson R. Hutapea Pamit dan Ajak Sinergi Tetap Guard

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Berita Terbaru