Sorotan Publik! Tantowi Yahya dan Bunga Zainal Ungkap Pengalaman Berobat di Malaysia

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Bunga Zainal Ungkap Kekecewaan terhadap RS di Indonesia (Instagram/bungazainal05)

Bunga Zainal Ungkap Kekecewaan terhadap RS di Indonesia (Instagram/bungazainal05)

1TULAH.COM-Belakangan ini, jagat media sosial diramaikan dengan pengakuan dua figur publik, Tantowi Yahya dan Bunga Zainal, mengenai pengalaman mereka berobat di Malaysia. Video dan unggahan keduanya sontak memicu diskusi luas tentang kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Pengakuan Tantowi Yahya: 80% Pasien di Penang dari Indonesia

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, membuat heboh jagat maya setelah mengunggah video di akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, Tantowi mengungkapkan pengalamannya berobat di Penang, Malaysia, dan mengagetkan banyak pihak dengan pernyataannya: “Delapan puluh persen pasien di rumah sakit sini orang Indonesia.”

Menurut Tantowi, ada beberapa alasan kuat mengapa banyak masyarakat Indonesia memilih berobat ke luar negeri, khususnya Malaysia. Alasan-alasan tersebut meliputi biaya yang lebih terjangkau serta mutu pelayanan dan fasilitas medis yang dinilai jauh lebih baik dibandingkan rumah sakit di Tanah Air. “Biaya rumah sakit di sini lebih murah dan pelayanannya luar biasa. Bahkan dibandingkan rumah sakit swasta di Indonesia, mutu rumah sakit di Penang jauh lebih unggul,” ujarnya.

Pernyataan Tantowi ini mendapat respons beragam dari warganet. Banyak yang mengamini, mengingat fenomena warga Indonesia yang mencari pengobatan di luar negeri, terutama Malaysia dan Singapura, bukanlah hal baru.

Baca Juga :  Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak

Kekecewaan Bunga Zainal dengan Pelayanan Medis di Indonesia

Salah satu figur publik lain yang turut membagikan pengalaman serupa adalah aktris Bunga Zainal. Melalui akun media sosialnya, Bunga mengungkapkan frustrasinya karena kondisi batuk pilek anaknya tak kunjung sembuh, bahkan setelah bolak-balik ke dokter di Indonesia selama berbulan-bulan.

“Capek banget batuk pilek nggak sembuh-sembuh! Sudah ada 4 bulan lebih kali bolak-balik ke dokter nggak sembuh-sembuh, bahkan dari tahun lalu,” tulis Bunga. Kondisi sang anak yang memiliki riwayat asma dan alergi semakin memperparah kekhawatiran Bunga.

Kekecewaan terhadap penanganan dokter di Indonesia membuatnya akhirnya memutuskan untuk membawa anaknya berobat ke Kuala Lumpur, Malaysia. “Nggak puas gue sama jawaban dokter sini!” tulisnya, menunjukkan suasana rumah sakit tempat ia memeriksa anaknya. “Okelah, gue putusin untuk bawa anak gue ke Kuala Lumpur aja. Udah terlalu lama batuknya nggak kelar-kelar, sama seperti duit gue yang nggak stop-stop bayar buat rumah sakit di sini tapi hasilnya zonk,” ungkap Bunga.

Baca Juga :  Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Bunga juga menceritakan pengalaman pribadinya di masa lalu saat ia didiagnosis mengidap penyakit autoimun dan lupus oleh dokter di Indonesia. Diagnosis tersebut sempat membuatnya panik. Namun, setelah memeriksakan diri ke rumah sakit di Singapura, hasil pemeriksaan menunjukkan hal sebaliknya. “Beberapa tahun lalu gue pernah didiagnosa autoimun dan lupus sama dokter Indo. Tapi pas dicek di Singapura, mereka nggak mau pakai hasil tes dari Indonesia, disuruh tes ulang,” katanya. Dokter di Singapura hanya memberikan vitamin dan menyatakan tidak ada gejala seperti yang disampaikan dokter di Indonesia.

Refleksi bagi Dunia Kesehatan Nasional

Kisah Tantowi Yahya dan Bunga Zainal menambah daftar pengakuan publik yang menyuarakan kekecewaan terhadap layanan medis di Indonesia. Fenomena ini seharusnya menjadi refleksi penting bagi dunia kesehatan nasional untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pelayanan, fasilitas, serta kepercayaan masyarakat.

Dengan peningkatan kualitas yang signifikan, diharapkan masyarakat Indonesia tidak perlu lagi mencari pengobatan hingga ke luar negeri. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun
Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta
Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap
Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik
Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru
Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Rabu, 2 September 2026 - 17:02 WIB

Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Rabu, 2 September 2026 - 13:31 WIB

Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Rabu, 2 September 2026 - 12:43 WIB

Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Rabu, 2 September 2026 - 12:12 WIB

Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 12:04 WIB

KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Berita Terbaru