Poros Kekuasaan Baru: Bagaimana Potensi Merapatnya PDIP ke Pemerintahan Prabowo-Gibran Bisa Melemahkan Posisi Wapres

- Jurnalis

Selasa, 10 Juni 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto saat menemui Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.(Foto dok. ist)

Presiden RI Prabowo Subianto saat menemui Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.(Foto dok. ist)

1TULAH.COM-Gelombang politik di Indonesia selalu dinamis, dan wacana merapatnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ke dalam gerbong pemerintahan Prabowo Subianto membuka lembaran baru yang menarik untuk dicermati.

Alih-alih memperkuat, penggabungan kekuatan ini justru dinilai berpotensi membuat posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka makin lemah secara politik.

Kekuatan Politik Solid dan Melemahnya Pengaruh Gibran

Pengamat politik dari Universitas Jenderal Soedirman, Ahmad Sabiq, menyoroti bahwa jika PDIP secara resmi bergabung, pemerintahan Prabowo akan memiliki kekuatan politik yang sangat solid. Soliditas ini diprediksi akan membuat Prabowo tidak lagi terlalu bergantung pada dukungan struktural dari mantan Presiden Joko Widodo.

“Dia (Prabowo) sudah sangat cukup dari sisi dukungan politik yang sangat kuat dan signifikan,” jelas Ahmad Sabiq kepada Suara.com, pada Selasa (10/6/2025).

Dalam skenario ini, meskipun Gibran akan tetap dipertahankan secara konstitusional sebagai wakil presiden, pengaruhnya dalam arah kebijakan negara berpotensi sangat terbatas. Sabiq menambahkan, “Pengaruhnya akan sangat minim dalam kebijakan. Dia (Gibran) akan dipertahankan sebagai figur seremonial, daripada figur strategis.”

Tantangan Gibran Membangun Kekuatan Politik Sendiri

Lebih lanjut, kemungkinan Gibran untuk membangun basis kekuatan politiknya sendiri, baik melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) maupun dengan mencoba mengambil alih partai lain, juga dinilai menghadapi tantangan besar. PSI, menurut Sabiq, tidak memiliki signifikansi yang kuat di parlemen, pemerintahan, maupun di tingkat grassroot.

“Karena PSI bagaimanapun tidak signifikan di parlemen juga pemerintahan dan grassroot juga tidak kuat. Kalau mau mengambil alih partai, itu juga agak sulit,” imbuhnya.

Baca Juga :  Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang

Kondisi ini menciptakan dilema bagi Gibran dan Jokowi. Mereka tidak lagi memiliki kemudahan yang sama dalam bertahan di kancah politik nasional dengan kekuatan partai besar, terutama karena Jokowi sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Bahkan, tokoh-tokoh seperti Bahlil dan Partai Golkar secara umum diperkirakan akan lebih mendekat kepada penguasa definitif ketimbang kepada Jokowi yang sudah tidak berkuasa.

Dengan demikian, posisi Gibran menjadi dilematis: secara jabatan resmi berada di lingkaran inti kekuasaan, namun tanpa basis kekuatan politik yang cukup besar dan terkonsolidasi.

Pertemuan ‘Mesra’ Prabowo dan Megawati: Sinyal Konsolidasi

Wacana merapatnya PDIP ini semakin kuat dengan adanya pertemuan-pertemuan ‘mesra’ antara Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Kedekatan kedua tokoh politik ini terlihat dari intensitas pertemuan mereka, termasuk saat Prabowo mengundang Megawati pada peringatan Hari Ulang Tahun Pancasila pada 1 Juni 2025.

Baca Juga :  Detik-Detik Secret Service Barikade Trump dan Melania: Suasana Pesta Berubah Jadi Horor!

Dalam acara tersebut, Prabowo berulang kali melontarkan pujian kepada Megawati, bahkan mengomentari penampilan fisiknya.

“Ibu agak kurus Bu, waduh luar biasa. Ibu kurus,” ujar Prabowo pada Senin (2/6/2025).

Putri Megawati, Puan Maharani, juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, bahkan menyampaikan pesan Prabowo kepada Megawati untuk selalu kompak. “Kompak-kompak selalu lah, kira-kira,” kata Muzani usai salat Iduladha pada Jumat (6/6/2025).

Ketika ditanya mengenai kehadiran Dasco dalam pertemuan dengan Megawati, Muzani menegaskan bahwa Dasco mewakili “kami semua.” Namun, ia belum bisa memberikan detail terkait dokumen berlambang Kemensesneg yang sempat dipegang Megawati, karena belum memonitor langsung dan bertemu Dasco.

Semua indikasi ini mengarah pada potensi terbentuknya poros kekuasaan baru yang sangat kuat dengan bergabungnya PDIP, dan bagaimana konfigurasi ini berpotensi mengubah lanskap politik nasional, terutama bagi posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP
Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa
Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal
Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas
Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang
Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia
Andai 50 Orang Terkaya RI Dipajaki 2%, Kuliah Bisa Gratis dan Kemiskinan Terhapus!
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:56 WIB

Eks Aktivis ICW: Kerugian Negara Sering Bombastis di Awal, Tapi Tak Terbukti di Sidang

Selasa, 28 April 2026 - 16:39 WIB

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, SPPG Buntok Kota Siap Penuhi Kebutuhan Gizi Siswa

Selasa, 28 April 2026 - 13:02 WIB

Heriyus: Program OPP-MPP buka Peluang Kerja Masyarakat Lokal

Selasa, 28 April 2026 - 11:57 WIB

Tinjau Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD Kalteng Junaidi Komitmen Tingkatkan Fasilitas

Selasa, 28 April 2026 - 06:08 WIB

Total Rp 100 Miliar Dikembalikan ke KPK, Kasus Korupsi Kuota Haji Mulai Terang Benderang

Selasa, 28 April 2026 - 02:54 WIB

Tragedi Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, 3 Orang Meninggal Dunia

Senin, 27 April 2026 - 17:19 WIB

Andai 50 Orang Terkaya RI Dipajaki 2%, Kuliah Bisa Gratis dan Kemiskinan Terhapus!

Senin, 27 April 2026 - 17:06 WIB

Gubernur Kaltim Sampaikan Minta Maaf dan Bakal Beli Kursi Pijat Dana Sendiri

Berita Terbaru

Anggota DPRD Barito Utara, Naruk Saritani. Foto-ist

DPRD BARUT

Naruk Saritani Dukung Penuh Gerakan Indonesia ASRI di Muara Teweh

Selasa, 28 Apr 2026 - 23:00 WIB

Olahraga

Mbappe Terancam Absen di El Clasico usai Alami Cedera Hamstring

Selasa, 28 Apr 2026 - 20:31 WIB