Jangan Gentar, Presiden Prabowo! YLKI Mendesak Tegas Tolak Intervensi Industri Rokok Demi Kesehatan Bangsa

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YLKI meminta Presiden Prabowo untuk tak gentar menghadapi intervensi industri rokok yang ingin menghalangi penerapan PP No. 28 Tahun 2024, yang mengatur tentang penjualan rokok eceran, iklan rokok dan kemasan rokok. Foto: Ilustrasi dilarang merokok (Unsplash/Kristaps Solims)

YLKI meminta Presiden Prabowo untuk tak gentar menghadapi intervensi industri rokok yang ingin menghalangi penerapan PP No. 28 Tahun 2024, yang mengatur tentang penjualan rokok eceran, iklan rokok dan kemasan rokok. Foto: Ilustrasi dilarang merokok (Unsplash/Kristaps Solims)

1TULAH.COM-Presiden terpilih, Prabowo Subianto, diingatkan untuk tidak gentar menghadapi intervensi dari industri rokok. Desakan ini datang dari Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, yang meminta Prabowo untuk tetap teguh menjalankan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Tulus Abadi menekankan bahwa meskipun penerimaan negara dari cukai rokok saat ini tampak besar, namun dampak buruk dari rokok jauh lebih merugikan keuangan negara dan sosial ekonomi masyarakat.

Cukai Rokok Vs. Kerugian Sosial Ekonomi: Mana yang Lebih Besar?

Tulus Abadi menegaskan, “Negara ini makin sadar bahwa ada sesuatu yang sangat mengkhawatirkan, adanya prevalensi merokok yang sangat tinggi dan itu diintervensi oleh industri rokok. Sehingga kita meminta Presiden Prabowo untuk menolak adanya intervensi industri rokok dalam hal apapun, termasuk menolak agar intervensi itu tidak membuat PP No. 28/2024 menjadi mangkrak.”

Ia mengkritik narasi yang selama ini sering digiring seolah-olah pengendalian konsumsi rokok akan mengancam perekonomian nasional. Padahal, data menunjukkan fakta sebaliknya. Kerugian sosial ekonomi akibat konsumsi rokok jauh melampaui pendapatan dari cukai.

“Seolah-olah kalau ada pengendalian konsumsi rokok, kemudian ekonomi kita akan bangkrut, ekonomi kita akan down, dan sebagainya. Padahal justru kerugian sosial ekonomi yang dialami negara ini karena prevalensi merokoknya sangat tinggi, itu kerugian sosial ekonominya juga sangat tinggi,” jelas Tulus pada konferensi pers virtual, Senin (2/6/2025).

Baca Juga :  Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Ia menambahkan, “Kalau pemerintah mengaku mendapatkan cukai sebesar Rp 216 triliun tahun kemarin, sebenarnya kerugian sosial dan ekonominya minimal tiga kali lipat dibanding cukai yang diperoleh. Jadi sebenarnya kita merugi.”

Sebagai contoh, Tulus mengutip data dari BPJS Kesehatan yang menunjukkan bahwa negara menghabiskan dana minimal Rp37 triliun per tahun untuk membiayai penyakit tidak menular yang erat kaitannya dengan rokok, seperti gangguan jantung koroner, stroke, dan penyakit paru.

PP No. 28 Tahun 2024: Angin Segar yang Terancam Mandek

Tulus Abadi mendesak Presiden Prabowo Subianto agar bersikap tegas menolak segala bentuk intervensi industri rokok, terutama dalam implementasi PP No. 28 Tahun 2024 tentang Pengamanan Zat Adiktif Produk Tembakau. Menurutnya, keberadaan PP ini merupakan angin segar dalam upaya pengendalian tembakau di Indonesia. Namun, ia khawatir aturan ini terancam mandek akibat tekanan dari industri rokok yang ingin kembali menormalkan citra produk tembakau di ruang publik.

PP No. 28 Tahun 2024 sendiri mengatur ketat beberapa hal penting, antara lain:

  • Larangan penjualan rokok secara eceran.
  • Pembatasan iklan rokok.
  • Pengaturan mengenai peringatan kesehatan pada kemasan rokok.

Aturan ini bertujuan utama untuk menekan konsumsi rokok demi melindungi kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan telah menegaskan bahwa “Pengaturan larangan penjualan rokok secara eceran adalah bagian dari upaya pengendalian dampak buruk tembakau dengan menekan konsumsinya.”

Baca Juga :  Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Mengatur Iklan Rokok Elektronik dan Pengaruh Influencer

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menunjukkan keseriusannya dalam mengendalikan promosi produk tembakau. Kemenkes pada pekan ini menyatakan siap menyusun petunjuk teknis bersama Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mengatur penyiaran konten iklan rokok elektronik atau vape di media online, khususnya media sosial.

Petunjuk teknis ini akan menjadi turunan dari PP No. 28 Tahun 2024 dan secara khusus akan menyoroti pengaruh influencer yang mempromosikan atau menjajakan rokok elektrik.

“Jadi mengenai keterlibatan influencer mempromosikan rokok elektrik di media sosial nanti akan ada aturan teknis yang kami juga susun bersama dengan Komdigi untuk mengatur mengenai iklan-iklan promosi maupun sponsorship yang ada di ruang media elektronik,” beber Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, pada Senin (2/6/2025).

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan PP No. 28 Tahun 2024 dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Apakah Presiden Prabowo akan menanggapi desakan ini dengan tegas? Kita nantikan bersama. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Minggu, 6 September 2026 - 10:22 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Berita Terbaru