Tidur Cukup Bantu Cegah Serangan Jantung, Ini Durasi Idealnya

- Jurnalis

Minggu, 1 Juni 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lustrasi tidur. (sumber: Freepik)

lustrasi tidur. (sumber: Freepik)

1TULAH.COM – Durasi tidur memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesehatan jantung.

Waktu tidur yang kurang atau tidak teratur terbukti dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, dan serangan jantung.

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung terputus secara tiba-tiba, umumnya akibat kerusakan pada pembuluh darah koroner yang bertugas menyuplai darah ke otot jantung.

Penelitian menunjukkan bahwa tidur dalam waktu singkat dapat meningkatkan kadar protein inflamasi dalam darah zat yang diproduksi tubuh saat menghadapi stres atau infeksi.

Jika kadar protein ini terus-menerus tinggi, dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, yang pada akhirnya meningkatkan risiko serangan jantung dan gagal jantung.

Studi yang dipublikasikan di European Heart Journal dan dikutip oleh British Heart Foundationmenunjukkan bahwa waktu tidur ideal yang dianjurkan untuk menurunkan risiko penyakit jantung adalah antara 7 hingga 9 jam setiap malam.

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 88.000 orang berusia 43 hingga 74 tahun dari UK Biobank yang dipantau selama seminggu dengan alat pelacak tidur di pergelangan tangan dan menjawab berbagai pertanyaan tentang gaya hidup mereka.

Setelah masa tindak lanjut selama enam tahun, tercatat sebanyak 3.172 peserta mengalami gangguan jantung atau peredaran darah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang tidur selama 7–9 jam per malam memiliki risiko paling rendah terhadap penyakit jantung, sedangkan partisipan yang tidur kurang dari 7 jam memiliki risiko lebih tinggi sebesar 12 persen.

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Risiko tersebut bahkan meningkat hingga 25 persen pada individu yang hanya tidur kurang dari 4 jam per malam.

Menariknya, efek negatif dari kurang tidur terhadap kesehatan jantung lebih besar pada perempuan dibandingkan laki-laki, mengindikasikan bahwa tidur bisa menjadi faktor risiko tersembunyi yang sering diabaikan, khususnya pada perempuan.

Selain itu, tidur yang cukup dan teratur membantu seseorang bangun lebih pagi dan mendapatkan paparan sinar matahari pagi, yang penting untuk mengatur ritme sirkadian.

Ritme ini berperan penting dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan kesehatan jantung secara umum.

Oleh karena itu, menjaga konsistensi waktu tidur yang cukup setiap malam bukan hanya penting untuk menjaga kualitas hidup, tetapi juga sangat penting dalam upaya pencegahan penyakit jantung.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout
Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu
Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:24 WIB

Tren “One Outfit, Multiple Activity”: Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:30 WIB

Tak Tercapai, Siap-siap Disuspend! BGN Wajibkan SPPG Tambah Kuota Ibu Hamil & Balita dalam 2 Minggu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Berita Terbaru