Telegram Diblokir di Vietnam, Ini Pemicu Keputusannya

- Jurnalis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi Telegram. (sumber: suara.com)

ilustrasi Telegram. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Pemerintah Vietnam melalui Kementerian Teknologi telah menginstruksikan penyedia layanan telekomunikasi untuk memblokir akses ke aplikasi perpesanan Telegram.

Keputusan ini diambil karena Telegram dinilai tidak kooperatif dalam membantu pemberantasan berbagai bentuk kejahatan yang dilakukan melalui platformnya.

Dalam dokumen resmi tertanggal 21 Mei dan ditandatangani oleh wakil kepala departemen telekomunikasi, perusahaan-perusahaan telekomunikasi diminta untuk segera mengambil langkah pemblokiran dan melaporkan hasilnya kepada kementerian paling lambat 2 Juni.

Tindakan ini didasarkan pada permintaan dari departemen keamanan siber setelah adanya laporan dari kepolisian yang menyebutkan bahwa sekitar 68% dari 9.600 saluran dan grup Telegram di Vietnam diduga melanggar hukum, termasuk kasus penipuan, perdagangan narkoba, serta tindakan yang dicurigai berkaitan dengan terorisme.

Pemerintah Vietnam melalui portal resminya menegaskan bahwa langkah pemblokiran ini bertujuan untuk menghentikan aktivitas Telegram di negara tersebut.

Di sisi lain, pihak Telegram mengaku terkejut atas keputusan tersebut. Mereka menyatakan telah menanggapi permintaan hukum dari pemerintah Vietnam secara tepat waktu dan baru menerima pemberitahuan resmi dari otoritas komunikasi pada pagi hari yang sama, yang menyangkut prosedur notifikasi layanan sesuai regulasi telekomunikasi yang baru.

Telegram mengonfirmasi bahwa mereka memiliki waktu hingga 27 Mei untuk memberikan tanggapan dan saat ini sedang memproses permintaan tersebut.

Seorang pejabat dari Kementerian Teknologi menyebutkan bahwa Telegram enggan membagikan data pengguna kepada pemerintah dalam rangka mendukung proses penyelidikan kriminal.

Pihak kepolisian dan media pemerintah Vietnam pun telah berulang kali memperingatkan masyarakat mengenai potensi tindak kejahatan, penipuan, serta kebocoran data yang dilakukan melalui saluran dan grup Telegram.

Telegram, yang saat ini masih dapat diakses di Vietnam hingga hari Jumat, bersaing secara global dengan aplikasi perpesanan populer lain seperti WhatsApp dan WeChat.

Namun, aplikasi ini sering dikritik karena tidak memenuhi ketentuan hukum terkait pemantauan dan penghapusan konten yang melanggar.

Menurut dokumen resmi, Telegram dituduh gagal menerapkan kewajiban platform media sosial dalam mengawasi, menghapus, dan memblokir informasi ilegal.

Selain itu, laporan dari kepolisian menyebutkan bahwa banyak grup besar di Telegram digunakan oleh kelompok oposisi atau pihak yang dianggap reaktif untuk menyebarkan dokumen anti-pemerintah.

Vietnam yang dikenal dengan sensor media yang ketat dan kebijakan keras terhadap perbedaan pendapat, secara rutin meminta kerja sama dari perusahaan-perusahaan besar seperti Facebook, Google, dan TikTok dalam upaya menekan konten yang dianggap membahayakan, menyesatkan, atau bertentangan dengan kebijakan pemerintah.

Telegram, meskipun digunakan secara luas di seluruh dunia dengan hampir satu miliar pengguna, kerap menjadi sorotan dalam isu keamanan dan privasi data.

Di Prancis, misalnya, pendiri Telegram Pavel Durov sempat ditahan pada tahun sebelumnya karena persoalan serupa.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Bukan Bebas Hangus Total, MK Tegaskan Operator Wajib Beri Pilihan Paket Data
Samsung Luncurkan Intelligent Eyewear, Kacamata Pintar yang Andalkan AI dan Kontrol Suara
Samsung Bawa Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Tangguh untuk Petualangan dan Pemantauan Kesehatan
Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir
Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya
Pesawat CN-235 Terdeteksi di Venezuela, Jadi Andalan Pasukan Khusus AS Januari 2026
Rekomendasi HP Infinix Terbaik 2025, Mulai Rp1 Jutaan
Kabar Baik untuk Orang Tua! Meta Perluas Fitur Akun Remaja ke Facebook dan Messenger di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:08 WIB

Bukan Bebas Hangus Total, MK Tegaskan Operator Wajib Beri Pilihan Paket Data

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:04 WIB

Samsung Luncurkan Intelligent Eyewear, Kacamata Pintar yang Andalkan AI dan Kontrol Suara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:47 WIB

Samsung Bawa Galaxy Watch Ultra2, Smartwatch Tangguh untuk Petualangan dan Pemantauan Kesehatan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 08:37 WIB

Viral Pagi, Lupa Sore: Jebakan Algoritma yang Mengubah Cara Kita Berpikir

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:48 WIB

Apa Itu VPN? Mengenal Cara Kerja, Manfaat, dan Panduan Aman Menggunakannya

Minggu, 4 Januari 2026 - 13:27 WIB

Pesawat CN-235 Terdeteksi di Venezuela, Jadi Andalan Pasukan Khusus AS Januari 2026

Senin, 3 November 2025 - 22:00 WIB

Rekomendasi HP Infinix Terbaik 2025, Mulai Rp1 Jutaan

Rabu, 1 Oktober 2025 - 01:19 WIB

Kabar Baik untuk Orang Tua! Meta Perluas Fitur Akun Remaja ke Facebook dan Messenger di Indonesia

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:29 WIB