Jangan Sepelekan! 5 Tanda Jantung Bermasalah yang Sering Diabaikan dan Kebiasaan Buruk Pemicunya

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jantung. [ChatGPT]

Ilustrasi Jantung. [ChatGPT]

1TULAH.COM-Sakit jantung adalah kondisi serius yang terjadi ketika ada gangguan pada bagian penting jantung, termasuk pembuluh darah, katup, atau otot jantung. Penyebabnya pun beragam, mulai dari penyumbatan pembuluh darah akibat aterosklerosis, hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, infeksi, hingga kelainan bawaan.

Gejala umum seperti nyeri dada, sesak napas, dan kelelahan sering menjadi perhatian utama. Namun, tahukah Anda bahwa penyakit jantung, yang menjadi penyebab utama kematian di banyak negara, seringkali memberikan tanda-tanda halus yang kerap diabaikan?

Mengenali gejala awal dan menghindari kebiasaan buruk adalah kunci penting dalam pencegahan penyakit jantung. Mari kita bahas lebih lanjut lima tanda jantung bermasalah yang sering disepelekan dan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar merusak kesehatan jantung Anda.

5 Sinyal “Bahaya” Jantung yang Sering Terlupakan:

Jangan anggap remeh jika Anda mengalami beberapa gejala berikut, meskipun terkesan ringan:

  1. Kelelahan Berlebihan Tanpa Sebab Jelas: Merasa sangat letih dan lemas meskipun tidak melakukan aktivitas berat bisa menjadi indikasi bahwa jantung tidak mampu memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Jika kelelahan ini terjadi terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan dengan dokter.
  2. Sesak Napas Saat Aktivitas Ringan: Kesulitan bernapas atau merasa seperti kekurangan udara saat melakukan aktivitas ringan yang biasanya tidak menimbulkan masalah bisa menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi jantung atau paru-paru. Jangan tunda untuk memeriksakannya.
  3. Nyeri atau Tidak Nyaman di Area Selain Dada: Banyak orang mengasosiasikan sakit jantung hanya dengan nyeri dada. Padahal, rasa nyeri atau ketidaknyamanan yang menjalar ke lengan (terutama kiri), rahang, leher, punggung bagian atas, atau bahkan perut bagian atas bisa menjadi gejala serangan jantung atipikal yang seringkali tidak disadari.
  4. Pembengkakan Kaki atau Pergelangan Kaki (Edema): Munculnya pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki akibat penumpukan cairan (edema) seringkali dianggap sebagai masalah biasa, seperti terlalu lama berdiri. Padahal, ini bisa menjadi tanda bahwa jantung tidak mampu memompa darah kembali ke jantung dengan baik, yang merupakan salah satu gejala gagal jantung.
  5. Detak Jantung Tidak Normal (Palpitasi): Merasakan jantung berdebar-debar terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur (palpitasi) yang terjadi berulang kali bisa menjadi indikasi adanya aritmia atau masalah irama jantung lainnya. Jangan abaikan sensasi aneh pada detak jantung Anda.
Baca Juga :  Dukung Program MBG, Polri Targetkan Bangun 1.500 SPPG

Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Merusak Jantung:

Selain mengenali gejalanya, penting juga untuk menyadari kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele namun dapat meningkatkan risiko penyakit jantung secara signifikan:

  • Duduk Terlalu Lama (Sedentary Lifestyle): Menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk tanpa bergerak aktif ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa duduk lebih dari enam jam sehari dapat meningkatkan risiko kematian dini dan penyakit jantung hingga 20 persen. Usahakan untuk melakukan peregangan atau bergerak setiap 30-60 menit.
  • Kurang Tidur: Kualitas dan durasi tidur yang tidak memadai dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan jantung. Kurangnya tidur kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, obesitas, dan diabetes, yang semuanya merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
  • Pola Makan Tidak Sehat: Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, garam, serta makanan olahan secara berlebihan dapat memicu penumpukan plak di arteri (aterosklerosis), yang menjadi cikal bakal serangan jantung dan stroke. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan bergizi seimbang.
  • Stres Kronis: Tekanan hidup yang berkepanjangan dapat memicu respons fisiologis yang merugikan bagi jantung, seperti peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Belajarlah mengelola stres dengan baik melalui relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang Anda nikmati.
  • Merokok: Kebiasaan merokok adalah musuh utama kesehatan jantung. Zat kimia berbahaya dalam rokok merusak lapisan pembuluh darah, mengurangi kadar oksigen dalam darah, dan meningkatkan risiko pembekuan darah, yang secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Berhenti merokok adalah langkah terbaik untuk melindungi jantung Anda.
  • Kurangnya Aktivitas Fisik: Bergerak aktif secara teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes, yang semuanya berkontribusi pada penyakit jantung. Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.
  • Konsumsi Alkohol Berlebihan: Mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida (sejenis lemak dalam darah) dan tekanan darah, yang keduanya merupakan faktor risiko penting untuk penyakit jantung. Batasi konsumsi alkohol sesuai dengan rekomendasi kesehatan.
Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Dorong Barito Utara Optimalkan Potensi Daerah di Usia ke-76

Meskipun tampak sepele, kebiasaan-kebiasaan di atas memiliki dampak kumulatif yang signifikan terhadap kesehatan jantung Anda dalam jangka panjang. Jangan abaikan tanda-tanda peringatan yang diberikan tubuh Anda dan mulailah mengadopsi gaya hidup sehat dengan memperhatikan pola makan, aktivitas fisik yang cukup, manajemen stres yang baik, dan menghindari kebiasaan buruk. Kesehatan jantung adalah investasi berharga untuk masa depan Anda.(Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:40 WIB

Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:19 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Kelembagaan Kedamangan, Dorong Pelestarian Budaya dan Hukum Adat Dayak

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB