Sambutan Hangat Putra Mahkota MBS untuk Kedatangan Donald Trump di Riyadh 2025

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedatangan Trump di Saudi Arabia disambut Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Trump tiba di Bandara Abdul Khalik, Riyadh pada Selasa (13/5/2025). [Tangkapan layar Youtube The White House]

Kedatangan Trump di Saudi Arabia disambut Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Trump tiba di Bandara Abdul Khalik, Riyadh pada Selasa (13/5/2025). [Tangkapan layar Youtube The White House]

1TULAH.COM-Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), menyambut hangat kedatangan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang baru saja mendarat di Bandara King Abdul Khalid, Riyadh pada Selasa (13/5/2025).

Kunjungan ini menandai momen penting dalam hubungan bilateral antara kedua negara, yang telah terjalin erat selama beberapa dekade.

Dilansir dari Kantor Berita Arab Saudi, SPA, Trump mendapatkan kehormatan sebagai tamu negara Arab Saudi. Setibanya di Bandara King Abdul Khalid, Trump disambut dengan tembakan meriam sebanyak 21 kali dan alunan terompet sebagai bentuk penghormatan. Setelah itu, keduanya terlibat dalam pembicaraan ramah sambil menikmati kopi khas Arab Saudi, mencerminkan kehangatan hubungan kedua pemimpin.

Sejarah Hubungan AS-Arab Saudi: Kemitraan Strategis

Hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi telah terjalin sejak tahun 1933, ditandai dengan kerja sama di sektor energi dan keamanan. Arab Saudi kemudian menjadi mitra strategis utama AS di kawasan Timur Tengah, terutama karena cadangan minyaknya yang melimpah dan posisinya yang strategis dalam percaturan geopolitik regional.

Hubungan ini terus berkembang dari waktu ke waktu, dengan kepentingan ekonomi dan pertahanan menjadi poros utama kerja sama kedua negara. Pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, hubungan bilateral mencapai salah satu fase paling erat, terutama setelah Mohammed bin Salman diangkat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi pada Juni 2017.

Baca Juga :  Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Era Trump-MBS: Kepentingan Bersama dan Kerja Sama Strategis

Trump dan Mohammed bin Salman memiliki pendekatan yang serupa dalam kebijakan luar negeri, yakni pragmatis dan berorientasi pada kepentingan ekonomi serta stabilitas keamanan regional. Salah satu tonggak penting dalam hubungan mereka terjadi saat Trump melakukan kunjungan luar negeri pertamanya sebagai presiden ke Arab Saudi pada Mei 2017.

Dalam kunjungan tersebut, kedua negara menandatangani kesepakatan senjata senilai lebih dari 110 miliar dolar AS, serta nota kesepahaman kerja sama yang nilainya mencapai 350 miliar dolar dalam 10 tahun. Kesepakatan ini mengukuhkan Arab Saudi sebagai pembeli utama peralatan militer buatan AS dan mencerminkan dukungan kuat Trump terhadap visi reformasi ekonomi Vision 2030 yang diusung oleh Mohammed bin Salman.

Trump juga mendukung langkah-langkah kontroversial yang dilakukan Mohammed bin Salman, termasuk pemblokiran terhadap Qatar pada 2017 dan tindakan keras terhadap para pangeran dan pengusaha dalam operasi ‘pemberantasan korupsi’ di Ritz-Carlton Riyadh. AS memandang langkah-langkah ini sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan untuk mempercepat reformasi internal, meskipun menuai kritik dari kelompok HAM internasional.

Baca Juga :  99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Ujian Hubungan: Kasus Jamal Khashoggi

Namun, hubungan ini diuji setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Investigasi CIA menyimpulkan bahwa Mohammed bin Salman terlibat dalam pembunuhan tersebut, namun Trump menolak menjatuhkan sanksi langsung terhadap sang Putra Mahkota. Ia menegaskan bahwa hubungan strategis dan ekonomi dengan Arab Saudi terlalu penting untuk dikorbankan.

Pernyataan Trump ini menuai kecaman luas, tetapi juga memperlihatkan sikap realpolitik khas pemerintahannya.

Kepentingan Bersama dalam Menghadapi Iran

Selain itu, Trump dan MBS memiliki kepentingan bersama dalam menghadapi pengaruh Iran di kawasan. Pemerintahan Trump secara aktif mendukung kebijakan ‘tekanan maksimum’ terhadap Iran, termasuk penarikan diri dari kesepakatan nuklir JCPOA pada 2018, yang disambut positif oleh Riyadh. Kedua negara juga bekerja sama dalam membendung kelompok-kelompok proksi Iran di Yaman, Suriah, dan Irak.

Secara keseluruhan, masa kepemimpinan Mohammed bin Salman dan Donald Trump memperlihatkan fase hubungan yang sangat erat, berlandaskan kepentingan ekonomi, pertahanan, dan geopolitik. Kunjungan Trump ke Riyadh pada 2025 menegaskan kembali pentingnya kemitraan strategis ini bagi kedua negara. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu
Speedboat Bawa 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda, Termasuk Jurnalis Media Nasional
Program Makan Bergizi Gratis Bermasalah, Pemerintah Minta Waktu Pembenahan 2 Bulan
Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan
Prabowo Ber Mandat Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026
PT Indomuro Kencana Cepat Tanggap Berkontribusi dalam Penanganan Karhutla
Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu

Selasa, 8 September 2026 - 19:41 WIB

Speedboat Bawa 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda, Termasuk Jurnalis Media Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 19:23 WIB

Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan

Selasa, 8 September 2026 - 18:32 WIB

Prabowo Ber Mandat Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026

Selasa, 8 September 2026 - 13:17 WIB

PT Indomuro Kencana Cepat Tanggap Berkontribusi dalam Penanganan Karhutla

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Berita Terbaru