Waspada! Infeksi Mata Bisa Ancam Otak, Dokter Ungkap Bahaya Mitos Pengobatan Tradisional

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama RS Mata JEC @Menteng sekaligus Dokter Spesialis Mata, dr. Referano Agustiawan, SpM(K) di Jakarta, Jumat (25/4/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)

Direktur Utama RS Mata JEC @Menteng sekaligus Dokter Spesialis Mata, dr. Referano Agustiawan, SpM(K) di Jakarta, Jumat (25/4/2025) (Suara.com/Dini Afrianti)

1TULAH.COM-Infeksi pada mata bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan yang lebih serius.

Dokter spesialis mata, dr. Referano, dalam acara peluncuran Matapedia di sela perhelatan JEC International Meeting (JECIM) 2025 di Jakarta, Jumat (25/4/2025), menegaskan betapa vitalnya organ mata, mengingat kedekatannya dengan otak.

“Mata itu organ terdekat dengan otak, jadi begitu infeksi bisa langsung tersebar ke otak,” ujar dr. Referano, menekankan urgensi penanganan yang tepat dan berbasis ilmiah pada masalah kesehatan mata.

Mitos Sesat Pengobatan Mata: Dari Air Seni hingga Daun Kecubung

Bertahun-tahun berkecimpung menangani berbagai kasus sakit mata di Indonesia, dr. Referano prihatin dengan banyaknya misinformasi yang beredar di masyarakat. Sumbernya pun beragam, mulai dari informasi keliru di internet hingga kepercayaan turun temurun yang tidak berdasar. Salah satu contohnya adalah praktik pengobatan mata menggunakan metode yang tidak ilmiah, seperti meneteskan air susu ibu (ASI), air kencing, hingga menggunakan daun sirih atau daun kecubung.

“Kasus sering di Indonesia misinformasi bukan cuma dari internet aja, tapi omongan tetangga yang katanya dikasih ASI, dikasih air kencing, dikasih daun sirih, daun kecubung. Aksi itu bukan hanya membahayakan penglihatan tapi juga membahayakan jiwanya,” papar dr. Referano dengan nada khawatir.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Rencanakan Bangun 1.000 Kamar Kampung Haji Indonesia di Makkah

Mengenai penggunaan air seni sebagai terapi sakit mata, dr. Referano menjelaskan bahwa kepercayaan ini kemungkinan muncul di pedesaan karena anggapan air seni memiliki sifat penyembuh alami. Generasi terdahulu percaya, terutama air seni bayi atau anak sehat dianggap ‘murni’ dan mampu menyembuhkan berbagai keluhan mata seperti mata merah, belekan, atau infeksi ringan.

Sayangnya, mitos-mitos seperti ini cenderung bertahan dan menyebar melalui testimoni pribadi, misalnya klaim kesembuhan setelah menggunakan metode tertentu.

Keterbatasan Informasi Picu Munculnya Matapedia

dr. Referano menyayangkan masih terbatasnya informasi yang akurat terkait penyakit mata di Indonesia. Kondisi inilah yang melatarbelakangi peluncuran Matapedia, sebuah ensiklopedia digital kesehatan mata pertama di Indonesia. Diharapkan, platform ini dapat menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.

Hoaks Kesehatan Mata di Internet Sangat Memprihatinkan

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMDIGI) mencatat, dari total 1.923 konten hoaks yang terdeteksi sepanjang tahun 2024, sebanyak 163 di antaranya adalah misinformasi terkait kesehatan.

Baca Juga :  Polda Kalbar Gagalkan Peredaran 15,7 Kilogram Sabu-Sabu di Pontianak

Situasi ini semakin memprihatinkan mengingat data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa 27,79% masyarakat Indonesia mengakses berita atau informasi kesehatan melalui internet.

Data juga menunjukkan bahwa sekitar 8 juta orang di Indonesia mengalami gangguan penglihatan, di mana 1,6 juta di antaranya mengalami kebutaan, dan 6,4 juta lainnya mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat.

Ironisnya, jumlah dokter spesialis mata di Indonesia menurut Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) hanya sekitar 3.000 orang. Ini berarti, satu dokter mata harus menangani rata-rata lebih dari 2.000 pasien, sebuah rasio yang jauh dari ideal dan berpotensi memperlambat penanganan yang tepat.

“Harapan kami, tak ada lagi orang tua yang bingung menghadapi masalah mata anak karena informasi tidak akurat. Tak ada lagi pasien glaukoma yang terlambat berobat akibat mitos yang dibacanya,” pungkas dr. Referano, berharap Matapedia dapat menjadi solusi dalam memberikan informasi kesehatan mata yang akurat dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Fantastis! Doktif Mengaku Ditawari Uang ‘Bawah Tanah’ Puluhan Miliar Jelang Putusan Praperadilan
HPN 2026: Menjaga Nurani Jurnalisme di Tengah Ancaman Disrupsi AI dan Algoritma
Presiden Prabowo Rencanakan Bangun 1.000 Kamar Kampung Haji Indonesia di Makkah
Polisi Usut Kasus Kematian Pria Wajah Terbungkus Plastik di Kos Bandarlampung
Satu Kolam Isinya Jenazah Semua, dr Gia Pratama Ceritakan Ngerinya Praktikum Anatomi di FK
Kurs Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.869, Intip Pergerakannya di Awal Pekan
Legenda Film Laga Willy Dozan Bicara Soal Penuaan dan Pengapuran Tulang
Kenali Modus Child Grooming Menurut KPAI: Hati-hati Jika Guru Terlalu “Dekat”
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 14:02 WIB

Fantastis! Doktif Mengaku Ditawari Uang ‘Bawah Tanah’ Puluhan Miliar Jelang Putusan Praperadilan

Senin, 9 Februari 2026 - 13:51 WIB

HPN 2026: Menjaga Nurani Jurnalisme di Tengah Ancaman Disrupsi AI dan Algoritma

Senin, 9 Februari 2026 - 10:11 WIB

Polisi Usut Kasus Kematian Pria Wajah Terbungkus Plastik di Kos Bandarlampung

Senin, 9 Februari 2026 - 10:07 WIB

Satu Kolam Isinya Jenazah Semua, dr Gia Pratama Ceritakan Ngerinya Praktikum Anatomi di FK

Senin, 9 Februari 2026 - 09:50 WIB

Kurs Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.869, Intip Pergerakannya di Awal Pekan

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:00 WIB

Legenda Film Laga Willy Dozan Bicara Soal Penuaan dan Pengapuran Tulang

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:50 WIB

Kenali Modus Child Grooming Menurut KPAI: Hati-hati Jika Guru Terlalu “Dekat”

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:38 WIB

Prediksi Final Piala Asia Futsal 2026: Timnas Indonesia vs Iran, Ambisi Cetak Sejarah di Indonesia Arena!

Berita Terbaru

Nasional

Polisi Samarinda Tertibkan Balap Liar, 32 Motor Diamankan

Senin, 9 Feb 2026 - 13:51 WIB

Ilustrasi Gedung KPK.

Nasional

KPK Perdalam Peran Importir terkait Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 9 Feb 2026 - 13:42 WIB