Gara-gara Kebijakan RUU TNI LG Batal Investasi Rp130 T, Adik Kandung Prabowo Bungkam

- Jurnalis

Rabu, 23 April 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto mengundang keluarga besar Djojohadikusumo untuk makan malam atau dinner di Istana Kepresidenan Jakarta. (sumber: suara.com)

Presiden Prabowo Subianto mengundang keluarga besar Djojohadikusumo untuk makan malam atau dinner di Istana Kepresidenan Jakarta. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Kabar yang kurang menggembirakan muncul dari proyek ambisius rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Raksasa teknologi Korea Selatan, LG, dilaporkan telah membatalkan rencana investasinya sebesar 11 triliun won, yang setara dengan Rp 130 triliun.

Namun, ketika dimintai konfirmasi mengenai isu sensitif ini, Utusan Khusus Presiden bidang Perubahan Iklim sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, memilih untuk tetap diam dan tidak memberikan pernyataan.

Ditemui oleh awak media di Hotel Mandarin Jakarta pada Selasa (22/4/2025) setelah menghadiri pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, serta Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, Hashim Djojohadikusumo hanya memberikan jawaban singkat yang penuh misteri terkait pembatalan investasi besar tersebut.

“(Investasi LG batal di Indonesia?) Ya, kita serahkan ke Tuhan lah,” ujarnya sembari berlalu meninggalkan kerumunan wartawan dan bergegas masuk ke dalam mobilnya.

Pembatalan proyek ini terkait dengan revisi terbaru Undang-Undang (UU) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diambil oleh pemerintah.

Tadinya, nilai investasi yang direncanakan mencapai 11 triliun won, setara dengan Rp130 triliun (berdasarkan kurs Rp11. 826 per won), kini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kelanjutan pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

Baca Juga :  Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta

Berita mengenai pembatalan ini pertama kali dilaporkan oleh kantor berita Korea Selatan, Yonhap. Dalam laporannya, Yonhap mengungkapkan bahwa konsorsium yang terdiri dari unit bisnis baterai LG Energy Solution, perusahaan kimia LG Chem, LX International Corp, dan beberapa mitra lainnya, telah memutuskan untuk menarik diri dari proyek strategis tersebut.

“Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek,” ujar seorang pejabat LG Energy Solution kepada media,.

Meskipun telah membatalkan rencana investasi besar di proyek rantai pasok yang komprehensif ini, LG menyatakan bahwa bisnis lainnya di Indonesia akan tetap berjalan. Salah satu operasional yang secara jelas disebutkan adalah kelanjutan pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power).

Pabrik ini merupakan hasil kolaborasi antara LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group, yang berfokus pada produksi sel baterai untuk kendaraan listrik (EV). Komitmen terhadap HLI Green Power menunjukkan bahwa LG masih mempertahankan minatnya di pasar baterai EV Indonesia, meskipun dalam skala yang lebih terbatas.

Baca Juga :  Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Sebelumnya, konsorsium ini telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia serta BUMN untuk membangun rantai pasok baterai EV, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses produksi prekursor, bahan katode, dan pembuatan sel baterai. Sumber dari industri Korea Selatan menginformasikan bahwa keputusan untuk menarik diri dari proyek investasi ini diambil setelah melakukan konsultasi dengan pemerintah Indonesia.

Pihak konsorsium mengungkapkan bahwa mereka telah berdiskusi dengan Pemerintah Indonesia sebelum mengambil keputusan penting ini. Namun, dalam pernyataan resminya, LG dan para mitranya tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pihak-pihak di pemerintahan yang terlibat dalam pembicaraan tersebut, serta rincian substansi diskusi yang mengarah pada pembatalan investasi.

Ketidakjelasan ini menimbulkan spekulasi mengenai faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab utama mundurnya konsorsium LG, apakah hal ini terkait dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru