Mendesak! Indef Soroti Kekosongan Dubes RI di AS: Ancaman Tarif Trump Mengintai Ekonomi Nasional

- Jurnalis

Jumat, 4 April 2025 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Instagram@realdonaldtrump)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Instagram@realdonaldtrump)

1TULAH.COM-Institute for Development of Economics and Finance (Indef) kembali menyuarakan urgensi penunjukan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS).

Desakan ini muncul di tengah kekhawatiran atas kebijakan tarif impor terbaru yang digulirkan oleh Presiden Donald Trump, yang dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional.

Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, Andry Satrio Nugroho, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa lagi menunda pengisian posisi strategis tersebut.

Menurutnya, sosok Dubes yang profesional dan berpengalaman di bidang diplomasi ekonomi serta lobi dagang menjadi krusial untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia di tengah potensi gejolak perdagangan global.

“Kita butuh sosok yang paham diplomasi ekonomi dan berpengalaman dalam lobi dagang. Ini bukan posisi simbolik, ini garis depan pertahanan perdagangan Indonesia,” tegas Andry di Jakarta, Kamis (4/4/2025).

Kekosongan Hampir Dua Tahun: Kelalaian yang Merugikan

Sorotan tajam dari Indef juga tertuju pada lamanya kekosongan jabatan Dubes RI untuk AS. Andry mengungkapkan bahwa posisi tersebut telah kosong selama hampir dua tahun, terhitung sejak Rosan Roeslani menyelesaikan masa baktinya pada 17 Juli 2023, menyusul penunjukannya sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Baca Juga :  PKB Kalteng Seleksi 30 Kandidat Ketua DPC se-Kabupaten/Kota

“Sudah hampir dua tahun kita tidak punya wakil di Washington, padahal Amerika Serikat mitra dagang kedua terbesar kita. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi pengabaian terhadap kepentingan nasional,” kritik Andry dengan nada prihatin.

Ancaman Tarif 32 Persen: Urgensi Negosiasi Tingkat Tinggi

Lebih lanjut, Andry menyoroti kebijakan tarif tambahan sebesar 32 persen yang diberlakukan AS terhadap produk-produk Indonesia sebagai ancaman serius. Kebijakan ini berpotensi besar mengganggu kinerja sektor perdagangan dan berujung pada konsekuensi negatif bagi tenaga kerja domestik.

“Setiap hari tanpa perwakilan di Amerika Serikat adalah hari di mana posisi tawar kita melemah. Kita kehilangan momentum, kehilangan peluang, dan kehilangan kendali,” ujar Andry.

Indef menekankan bahwa kehadiran seorang Dubes yang kompeten di Washington D.C. akan menjadi jembatan penting dalam melakukan negosiasi intensif dengan pemerintah AS terkait kebijakan tarif tersebut.

Baca Juga :  Tren "One Outfit, Multiple Activity": Rahasia Tampil Stylish Saat Olahraga dan Hangout

Sosok Dubes yang tepat diharapkan mampu membangun komunikasi yang efektif, melobi para pemangku kepentingan di AS, dan mencari solusi yang menguntungkan bagi kepentingan ekonomi Indonesia.

Rekomendasi Indef: Prioritaskan Rekam Jejak di Bidang Perdagangan dan Investasi

Untuk mengatasi situasi krusial ini, Indef mendesak pemerintah untuk segera menunjuk seorang Duta Besar RI untuk AS yang memiliki rekam jejak yang kuat di bidang perdagangan dan investasi.

Pengalaman dalam negosiasi internasional, pemahaman mendalam tentang dinamika perdagangan global, serta kemampuan membangun relasi yang baik dengan berbagai pihak di AS menjadi kriteria penting yang harus dipertimbangkan.

Penunjukan Dubes RI untuk AS bukan lagi sekadar formalitas diplomatik, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk melindungi kepentingan ekonomi nasional di tengah tantangan kebijakan perdagangan global yang semakin kompleks.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk mengisi kekosongan ini dan memastikan Indonesia memiliki representasi yang kuat di salah satu mitra dagang terpentingnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung
Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!
Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota
KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi
KPK Usut Aktivitas Fadia Arafiq Saat jadi Bupati Pekalongan
Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM
Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan
Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:14 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Nyatakan Siap Minta Maaf Langsung

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:06 WIB

Kabar Penangkapan Syekh Ahmad Al Misry Hoaks, Polri: Posisinya Masih Dilacak!

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:52 WIB

Dana Fantastis Proyek IKN! Habiskan Rp147 Triliun Namun Jakarta Tetap Ibu Kota

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:56 WIB

KPK dan Ombudsman Bahas Kolaborasi Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:53 WIB

KPK Usut Aktivitas Fadia Arafiq Saat jadi Bupati Pekalongan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:00 WIB

Heriyus Tekankan Sportivitas dan Semangat Juang Kontingen FBIM

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:36 WIB

Rakerda TP-PKK Murung Raya Fokus Pemberdayaan dan Kesejahteraan

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:52 WIB

Kabar Baik bagi Tenaga Pendidik: DPRD Kalteng Pastikan Rekrutmen Guru ASN dan PPPK Terus Berlanjut

Berita Terbaru