Jalan Nasional Rusak Parah, Warga HSU Terjebak di Sejumlah Titik Parah

- Jurnalis

Rabu, 2 April 2025 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan Sungai Turak, Kecamatan Amuntai Utara, menghubungkan dua Kabupaten, yakni HSU-Tabalong, Kalsel, saat ini kian memprihatinkan. Foto: Junaidi/untuk 1tulah.com

Kondisi jalan Sungai Turak, Kecamatan Amuntai Utara, menghubungkan dua Kabupaten, yakni HSU-Tabalong, Kalsel, saat ini kian memprihatinkan. Foto: Junaidi/untuk 1tulah.com

1TULAH.COM, Amuntai – Kerusakan di ruas Jalan Nasional, Desa Sungai Turak, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), yang menghubungkan dengan Tabalong semakin memperburuk mobilitas warga.

Truk bertonase besar yang seharusnya melewati jalur utama kini dipaksa melintasi jalan $esa Murung Karangan, Panangian, dan Baruh Tabing, di Kecamatan Amuntai Utara, akibatnya, jalur alternatif ini kini mengalami kerusakan serius, dan semakin mengancam keselamatan warga.

Jalan desa yang semula hanya diperuntukkan bagi kendaraan ringan kini tak mampu menahan beban berat. Banyak titik mengalami amblas, berlobang, bahkan berpotensi putus total jika tidak segera ditangani secara darurat.

Warga semakin kesulitan beraktivitas, sementara pengendara roda dua harus bertaruh nyawa melintasi jalan yang berlubang, hingga retakan. Sebagai tokoh pemuda yang kini mulai menampakkan perhatiannya kepada daerah, Junaidi, dengan tegas, kembali mendesak pemerintah segera turun tangan.

“Ini bukan lagi sekadar ketidaknyamanan, tapi ancaman nyata bagi keselamatan, dan juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Kita butuh aksi nyata, bukan janji atau sekadar pembahasan tanpa solusi,” ungkapnya, Rabu, 2 April 2025.

Baca Juga :  Lomba Jajanan Tempo Dulu Meriahkan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026
Tokoh pemuda asal Amuntai, Junaidi saat memperlihatkan salah satu jalan yang retak di tiga desa, tepatnya di Desa Murung Karangan, Kecamatan Amuntai Utara, HSU, Kalsel, lantaran sering dilalui truk bermuatan berat, imbas rusaknya jalan Nasional Sungai Turak, sehingga sejumlah jalan desa menjadi alternatif utama bagi truk berat. Foto: Junaidi untuk 1tulah.com

Ia menyoroti dampak luas dari lambannya penanganan pemerintah. Menurutnya, jika hal ini terus dibiarkan, masyarakat bukan hanya kehilangan akses jalan, tetapi juga merusak mata pencarian warga yang bergantung pada jalur transportasi ini.

“Sebagian besar masyarakat beraktivitas menggunakan jalur ini, terutama kebanyakan pedagang. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban dari lemahnya birokrasi!” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa langkah konkret harus segera diambil meliputi percepatan perbaikan Jalan Nasional agar kendaraan berat bisa kembali ke jalurnya, perkuatan infrastruktur jalan desa sebagai solusi jangka pendek, serta pengawasan ketat terhadap kendaraan bertonase tinggi yang melintas sembarangan.

Junaidi menekankan, perlunya sinergi antara pemerintah daerah, hingga pusat, “Jangan tunggu sampai terjadi kecelakaan fatal atau ekonomi masyarakat semakin lumpuh. Pemerintah harus hadir dan bertindak cepat,” pungkasnya.

Baca Juga :  HUT Ke-24 Murung Raya, Heriyus Perkuat Komitmen Bangun Daerah Berbasis Kesejahteraan

Menurut kesaksian warga setempat, masyarakat telah berupaya seadanya menangani jalan berlobang tersebut, dengan cara ditutup menggunakan batu, sambil berharap upaya penanganan dari pemerintah segera datang, jalan yang dimaksud berstatus Kabupaten.

“Meski sudah ditutup menggunakan batu kerikil sebanyak 2 rit melalui dana desa, namun upaya tersebut belum mampu meminimalisir jalan yang berlobang, alhasil, batu malah makin tenggelam, lantaran seringkali dilalui truk bermuatan berat,” beber salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga HSU kini menantikan langkah nyata pemerintah. Jika tak segera ada solusi, mereka khawatir kondisi ini akan semakin parah dan berdampak luas.

Perkembangan lebih lanjut mengenai tindakan pemerintah dalam mengatasi masalah ini akan terus dipantau demi memastikan hak masyarakat atas infrastruktur yang layak, dan aman.

Penulis: Windi Hidayat

Editor: Aprie

Berita Terkait

Polres Barito Utara Ungkap Kasus Pencurian Tembaga di Stasiun TVRI
Pemkab Barito Utara Lakukan Kaji Tiru di Kulon Progo untuk Tingkatkan Tata Kelola
Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Lomba Jajanan Tempo Dulu Meriahkan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026
Pemprov Kalteng Salurkan Ratusan Perangkat Starlink, Internet Desa Terpencil Makin Cepat
Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Kepala Desa dan Lurah Jadi Ujung Tombak Pembangunan Kalteng
Siaga Karhutla 2026, Rahmanto Dorong Patroli dan Deteksi Dini Diperkuat
Perkuat Sinergi, Pemkab Barito Utara Lakukan Kaji Tiru ke Kabupaten Bantul

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Polres Barito Utara Ungkap Kasus Pencurian Tembaga di Stasiun TVRI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Pemkab Barito Utara Lakukan Kaji Tiru di Kulon Progo untuk Tingkatkan Tata Kelola

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Mura Expo 2026 Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Lomba Jajanan Tempo Dulu Meriahkan Festival Budaya Tira Tangka Balang 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan Ratusan Perangkat Starlink, Internet Desa Terpencil Makin Cepat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Kepala Desa dan Lurah Jadi Ujung Tombak Pembangunan Kalteng

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Siaga Karhutla 2026, Rahmanto Dorong Patroli dan Deteksi Dini Diperkuat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Perkuat Sinergi, Pemkab Barito Utara Lakukan Kaji Tiru ke Kabupaten Bantul

Berita Terbaru