Double Pneumonia: Penyakit yang Diderita Paus Fransiskus, Seberapa Berbahaya?

- Jurnalis

Senin, 24 Februari 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Fransiskus (Instagram/@franciscus)

Paus Fransiskus (Instagram/@franciscus)

1TULAH.COM-Paus Fransiskus telah diagnosis menderita double pneumonia atau pneumonia bilateral. Kondisi pneumonia ganda membuat Paus Fransiskus dirawat dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia sejak 14 Februari 2025.

Pemimpin Gereja Katolik ini harus menerima transfusi darah akibat krisis pernapasan yang berkepanjangan. Sementara itu, Vatikan terus memberikan update seputar kondisi Paus Fransiskus.

Dalam kabar terbaru pada Minggu (23/2/2025), Vatikan mengabarkan bahwa Paus Fransiskus sudah stabil. Selain itu, pria berusia 88 tahun itu dikabarkan sedang beristirahat dan menjalani malam yang damai.

Lantas, apa itu double pneumonia? Penyakit yang mengancam nyawa Paus Fransiskus

Menyadur Healthline, double pneumonia, atau dalam bahasa Indonesia disebut pneumonia ganda, adalah infeksi paru-paru yang menyerang kedua paru-paru sekaligus. Akibatnya, kantung udara di paru-paru mengalami peradangan.

Baca Juga :  Trino Casino: Schnelle Gewinne und High‑Intensity Slots für den schnelllebigen Spieler

Peradangan paru-paru ini disebut alveoli, di mana kondisi ini dapat membuat paru-paru penderita terisi cairan sampai nanah. Kondisi inilah yang membuat Paus Fransiskus mengalami krisis pernapasan yang panjang, sehingga harus menerima aliran oksigen dalam jumlah besar.

Penyebab pneumonia yang paling umum adalah bakteri dan virus. Selain itu, double pneumonia juga bisa berasal dari infeksi jamur atau parasit.

Pneumonia juga dapat dikategorikan berdasarkan jumlah segmen lobus di paru-paru yang terinfeksi. Apabila lebih banyak segmen yang terinfeksi, baik di satu paru-paru atau kedua paru-paru, maka kondisi penderita bisa lebih serius.

Penularan pneumonia terjadi apabila Anda menghirup droplet udara yang mengandung virus menular. Anda juga bisa tertular jika bersentuhan dengan virus atau orang penderita pneumonia.

Baca Juga :  Seven Casino: Quick Spin Adventures for Rapid Winners

Apabila tertular, maka penderita harus segera mendapatkan perawatan. Pasalnya jika tidak diobati, penyakit pneumonia bisa berdampak fatal dan mengancam jiwa.

Secara umum, orang dengan komorbid memiliki risiko lebih tinggi terkena double pneumonia. Selain itu, bayi dan anak-anak juga berisiko tinggi karena belum memiliki imunitas yang kuat. Ini kelompok orang paling berisiko terinfeksi pneumonia ganda:

  • Bayi dan balita
  • Orang berusia di atas 65 tahun
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat penyakit atau obat-obatan tertentu
  • Orang dengan penyakit seperti asma, fibrosis kistik, diabetes, atau gagal jantung
  • Orang yang merokok atau menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau alcohol. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati
Bukan Sekadar Kerjasama, Pakar Sebut Ada Upaya Kontrol Informasi Top-Down melalui Homeless Media
Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Berawal Hindari Lubang Hingga Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas di TKP
Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE
Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning
76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!
KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:50 WIB

Pelarian Berakhir di Wonogiri! Polresta Pati Tangkap Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Tersangka Pencabulan Puluhan Santriwati

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:51 WIB

Bukan Sekadar Kerjasama, Pakar Sebut Ada Upaya Kontrol Informasi Top-Down melalui Homeless Media

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:18 WIB

Kronologi Kecelakaan Bus ALS di Muratara: Berawal Hindari Lubang Hingga Tabrak Truk Tangki, 16 Orang Tewas di TKP

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:37 WIB

76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:31 WIB

KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:55 WIB

Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:20 WIB

Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid

Berita Terbaru