1TULAH.COM – Natal merupakan momen yang dinantikan oleh umat Kristiani di seluruh dunia, dengan suasana meriah yang dihiasi ornamen khas di berbagai tempat. Namun, hal ini tidak berlaku di Korea Utara, di mana perayaan Natal dilarang keras.
Umat Kristiani yang ketahuan merayakannya menghadapi risiko hukuman mati, seiring dengan kebijakan pemerintah yang melarang warganya mempraktikkan agama apa pun.
Korea Utara menganut ideologi Juche, yang menempatkan pemimpin negara, Kim Jong Un, sebagai sosok yang dikultuskan layaknya Tuhan. Akibatnya, mayoritas penduduk di negara tersebut dianggap atheis.
Meski begitu, ada sebagian kecil warga yang secara diam-diam tetap menjalankan ritual agama mereka, meskipun ancamannya berat, mulai dari penjara hingga hukuman mati.
Kang Jimin, seorang pembelot dari Pyongyang, bahkan mengaku tidak pernah mengetahui apa itu Natal atau siapa Yesus Kristus saat tinggal di Korea Utara.
Ironisnya, pohon-pohon yang dihias dengan lampu dan pernak-pernik seperti Natal dapat ditemukan di Pyongyang, namun warga setempat tidak menyadari kaitannya dengan hari raya Kristiani.
Padahal, sebelum Perang Korea, wilayah utara dikenal sebagai pusat kekristenan, bahkan dijuluki “Yerusalem di Timur.” Meski demikian, praktik agama kini dilakukan secara rahasia, dengan konsekuensi yang sangat berat jika ketahuan.
Meski ada gereja yang didukung pemerintah, fasilitas tersebut hanya digunakan untuk kepentingan propaganda dan turis, bukan sebagai tempat ibadah warga.
Penulis : Dedy Hermawan


![Sheila on 7 dikenal sebagai salah satu band yang loyal dengan penggemarnya. [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/so7-360x200.jpg)
![Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia di resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju pada Minggu, 26 April 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/kondangan-360x200.jpg)
![El Rumi dan Syifa Hadju [Instagram/elrumi]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/EL-RUMI-NIKAH-360x200.jpg)
![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)





![Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (ketiga kiri), dan Serda Edi Sudarko (kedua kanan) tiba untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/tom]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/anggota-bais-maaf-225x129.jpg)





![Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Cahyono (ketiga kiri), dan Serda Edi Sudarko (kedua kanan) tiba untuk menjalani sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan/tom]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/anggota-bais-maaf-360x200.jpg)



![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



